
2 minggu kemudian
Freya cukup terkejut saat menonton berita di TV siang ini. Di layar datar itu sedang ditayangkan seorang P S K, yang meninggal dunia, karena dibunuh oleh pelanggannya. Dan P S K yang dibunuh itu adalah mantan kekasihnya Mahesa. Wanita yang mengguna gunai sang suami, hingga seperti orang gila, yang susah dikendalikan dulunya.
Menonton berita mengerikan itu membuat suasana hatinya Freya memburuk. Apalagi tubuhnya dimutilasi. Dulu, saat jadi wanita panggilan. Inilah yang ditakutkan Freya, ia takut jadi korban dari pelanggannya. Ya namanya kerja haram, tentu mudharatnya sangat besar.
"Doooorr...!"
"Aauu....!" Freya memegangi dadanya yang berdebar kuat. Jantungnya rasanya sudah copot dari tempatnya. Terkejut karena ulah sang suami, yang datang mengagetkannya.
"Iiihh... Sayang...!" Keluh Freya cemberut menatap Mahesa yang tertawa kecil. Ia merasa lucu dengan reaksi sang istri saat terkejut itu.
Mahesa yang sudah duduk di sofa dekat Freya, memeluk sang istri dan menghujani wajahnya Freya yang pucat, karena terkejut itu dengan kecupan. "Serius amat sayang? emang nonton berita apa sih?" tanya Mahesa, mendusel-dusel dadanya Freya dengan kepalanya. Ini nih hobby suaminya yang baru. Suka mendusel-dusel di dadanya Freya yang semakin montok, Bak Bayi yang haus akan kasih sayang.
"Iiihh.. Sayang.. Geli tahu." Protes Freya manja. Bagian dadanya sekarang sangat sensitif. Jangan dipegang, wanita itu akan merasa geli sendiri.
"Eeemmm.... Nyaman... Empuk...!" Ujar Mahesa nyengir.
"Iihh.. Kepalamu berat loh sayang.. sudah deh.. Sana jauh..!" Freya menjauhkan kepalanya sang suami.
Dengan cemberut Mahesa menatap sang istri. Bukannya menjauh, kini malah pria itu tidur di pangkuan sang istri. Ia tatap wajah cantiknya Freya yang kini salah tingkah karenanya.
Mahesa terkekeh, bahagia rasanya jika melihat Freya kalau salah tingkah. "Betapa beruntungnya aku mendapatkan wanita seperti kamu sayang!" Ujar Mahesa, masih menatap Freya yang kini menatapnya juga.
Kedua sudut bibirnya Freya tertarik sempurna. Siapapun akan senang, jika sang suami mengucapkan kata pujian pada istrinya.
"Anak ayah, kamu harus ambil semua sifat ibumu. Gak usah, ambil sifat ayah. Karena ayah gak baik." Ujar Mahesa, kini ia ciumi perut buncit istrinya itu.
"Iiihh.. Sayang.. Bicara apa sih? siapa bilang gak baik. Kamu lah pria paling baik di muka bumi ini." Ujar Freya dengan tulus menatap Mahesa.
__ADS_1
"Eemmm.. Gak, aku jahat. Apalagi dulu sama kamu! " Ujar Mahesa sedih.
"Dulu, ya dulu. Tak ada manusia sempurna. Tak ada manusia yang tak khilaf dan salah." Jawab Freya tersenyum tipis.
"Kamu baik banget sih sayang. Aku tuh jadi merasa tak pantas untuk kamu!" Sahut Mahesa.
"Sayang, kepalamu berat loh. Sudah dong. Harusnya aku yang tidur di pangkuanmu!" Keluh Freya tersenyum kecut.
"Hehehehe... Iya." Mahesa bangkit dari tidurnya. Dan ia langsung meminta sang istri tidur di pangkuannya. Ia usap lembut rambut Freya juga perut sang istri yang sudah besar itu.
"Sayang, apa kamu sudah tahu kabarnya.." Freya menghentikan ucapannya. Setelah dipikir-pikir, ngapain dia bahas mantan nya Mahesa, yang meninggal saat berzina.
"Apa.. Mau bicara apa, tadi sayang?" Mahesa penasaran dengan apa yang ditanyakan sang istri.
"I, itu. Tadi aku nonton berita di TV." Jawab Freya penuh kehati-hatian.
"Dua minggu yang lalu, Hubby diterornya. Kalau Hubby gak berikan sejumlah uang yang ia minta. Dia akan lancarkan niat jahatnya." Ujar Mahesa sedih. Mengingat terornya sang mantan, membuatnya geram. Ia menyesali dirinya, telah pernah kenal dengan wanita iblis itu.
"Teror? dia ngamcam apa sayang?" tanya Freya dengan penasarannya.
"Eemmm.. Adalah sayangku....!" Mahesa mendusel-dusel hidungnya yang mancung ke pipinya Freya yang sekarang tambah temben. Ya, Berat badan Freya naik 10 kg, di kehamilannya masuk 7 bulan. Dan itu Mahesa suka. Ia senang lihat body istrinya yang sekarang. Saking sayangnya pada Freya, tanpa diminta pijitin
Setiap malam, sebelum tidur. Mahesa mijitin kaki, tangan dan punggungnya sang istri. Kalau perutnya Mahesa gak berani. Ia hanya usap-usap coumi perut Freya sambil berdoa.
"Iiihh.m Sayang.... Sudah dong, malu dilihatin orang." Freya menjauhkan wajah sang suami.
Hhuuufftt
"Besok kita pindah ke vila aja. Gak boleh ada orang lain di Vila itu. Hubby mau puas puasin pacaran samamu sayang!"
__ADS_1
"Haahh..!" Freya kaget banget. Bisa bisa mereka kerjanya bercumbu mulu nanti di Vila.
"Iya..!" Sahut Mahesa. Dan kini, tubuh gemoy sang istri dalam gendongannya. "Sebelum kerja lagi, kita celup celup dulu sebentar." Ujar Mahesa cengengesan.
"Hahhahaha... Celup-celup, ya gak berasa lah!"/Sahut Freya tertawa kecil.
" Hehhehe.... Ya sudah diobok-obok aja!" Sahut Mahesa masih tertawa.
"Ya mabok dong!" Jawab Freya tertawa kecil. Dia dan Mahesa sudah saling mengerti satu sama lain.
"Iya, aku tu mabuk cinta padamu istriku.!" Ujar Mahesa lembut. Ia stop langkahnya sejenak, saat mengatakan itu.
Freya malu, ia benamkan wajahnya di dada budangnya sang suami. Tingkah manja sang istri, membuat Mahesa tak sabar untuk sampai di kamar.
END ❤️
***
Terima kasih banyak author ucapkan kepada Reader setia yang suka dengan novel ini. Novel ini End. Hikmah yang dapat diambil dari cerita ini adalah. Jangan lah kita ambil jalan yang salah dalam menjalani hidup di dunia. Siksa dari maksiat itu, nyata di dunia. Belum lagi di akhirat
Author juga punya banyak cerita baru yang tak kalah serunya. Yaitu
Taubatnya sang Mafia.
Misi Berbuah Jodoh
Bukan Rahim Bayar an
Yuk ramaikan novel baru author. Jangan lupa di subcribe ya guys. Terima kasih banyak 😍🙏
__ADS_1