KUPU-KUPU MALAM

KUPU-KUPU MALAM
Diobati


__ADS_3

Dari gejala-gejala yang ditunjukkan Mahesa. Jelas pria itu kena sihir atau pelet. Seperti Rasa cinta yang menggebu-gebu di luar kewajaran terhadap seseorang, Keinginan yang sangat kuat untuk memperbanyak jima'/hubungan se xs, Rasa rindu yang amat sangat untuk selalu bertemu orang yang memeletnya. Terobsesi dan bersedia melakukan apapun yang diperintahkan orang yang memeletnya. Merasa sakit atau tidak nyaman, namun rasa tersebut hilang ketika bertemu dengan yang memeletnya. Makanya Mahesa tak pulang ke rumah selama seminggu, karena pelet semakin kuat dikirim padanya, setelah ia menikah.


Sekarang, Mahesa dan Freya sudah tinggal di rumah orang tua mereka di kampung. Sudah satu minggu Mahesa dalam pengobatan. Freya yang tadi nya kesal pada sang suami, jadi kasihan. Tenyata suaminya itu sudah lama kena pelet. Sejak duduk di bangku kuliah.


Setiap hari Mahesa dimandikan dengan air yang telah dicampur daun bidara. Dan Freya yang selalu telaten menyiapkan bahan-bahan untuk ritual mandi itu. Seperti pagi ini Freya sedang menumbuk daun bidara sebanyak 7. Dan daun bidara harus yang masih hijau. Kemudian mencampurnya dengan seember air yang bersih


Kemudian Freya akan membacakan ayat ayat suci Al Qur aan di dekat air yang telah disiapkan. Tapi, di luar kamar mandi. Yaitu membaca Ayat kursi (QS. Al-Baqarah: 255), QS. Al-A’raf, dari ayat 117 sampai 122, QS. Yunus, dari ayat 79 sampai 82, QS. Taha, dari ayat 65 sampai 70,Surat Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan an-nas.


"Eemm.. Ayo di minum dulu!" ujar Freya lembut pada sang suami. Sebenarnya ia masih merasa canggung berinteraksi dengan Mahesa.


Mahesa melirik Freya dengan tatapan datarnya. Ya, ia masih terlihat tak suka pada istrinya itu. Ia lakukan yang Freya perhatikan, meneguk air campuran daun bidara yang dihaluskan

__ADS_1


Setelah itu, saatnya Mahesa mandi. Seperti biasa Freya lah yang memandikan sang suami.


"Aku bisa sendiri." Ujar Mahesa datar.


"Oouuww.. Iya!" Freya tak mau memaksa, mungkin suaminya itu sudah mengerti cara membersihkan dirinya dari pengaruh sihir.


Dengan kain salin yang membelit pinggang, Mahesa masuk ke dalam kamar mandi, terlihat ART mengangkat air mandinya ke dalam kamar mandi.


Bu Jasmin yang memperhatikan dari kejauhan, interaksi anaknya dan sang menantu, senyam senyum melihat tingkah keduanya yang canggung itu. Ia juga merasa sangat bersyukur sekali, dengan hadirnya Freya di keluarga mereka, misteri berubahnya Mahesa terungkap. Bu Jasmin dan Pak Adnan kurang mempercayai hal mistis itu sebenarnya. Tapi, setelah melihat sang anak banyak perubahan setelah diobati dan di rukyah. Merekapun akhirnya yakin akan adanya hal hal mistis di dunia ini.


"Ibu di sini?" ujar Freya tersenyum lebar.

__ADS_1


"Iya sayang, ibu kan selalu awasi kalian dari jarak jauh." Sahut Bu Jasmin lembut, duduk di tepi ranjang. Dan Freya juga melakukan hal yang sama, karena ia sudah selesai menyiapkan pakaian sang suami.


Bu Jasmin meraih tangannya Freya. "Makasih ya, kamu telah sabar menghadapi anaknya ibu. Ibu gak menyangka, Mahesa, selama ini telah diguna-gunai." Ujar Bu Jasmin sedih menatap Freya.


"Iya bu." sahut freya merangkum tangan ibu mertuanya itu. Ia sangat bersyukur memiliki ibu mertua yang baik. Makanya Freya mau menikah dengan Mahesa, karena di penilaian dia diawal, keluarganya Mahesa baik.


"Bagaimana kandunganmu, apa kamu merasa mual di pagi hari?" tanya Bu Jasmin lembut.


"Iya bu, tapi kalau sudah minum obat dan vitamin, gak terlalu mual lagi bu." Sahutnya sopan


Bu Jasmin menatap Freya dengan wajah yang bersinar sinar. Ia bahagia sekali dapat mantu yang hatinya baik seperti Freya.

__ADS_1


***


Bersambung


__ADS_2