
2 minggu kemudian.
Pernikahan itu akhirnya terjadi. Sebuah pesta megah nan mewah diadakan dikediaman orang tuanya Mahesa di kampung mereka. Acara itu sengaja diadakan di area rumah mereka. Bukan di gedung perhotelan. Agar para tamu seluruh penjuru dunia baik yang miskin hingga konglomerat, bisa memeriahkan acara sakral itu.
Raut wajah bahagia tercetak jelas di wajah keluarganya Mahesa, tak terkecuali Alex. Alex juga terlihat bahagia hari ini, melihat Bu Jasmin dan Pak Adnant bahagia sudah cukup buatnya tenang. Akhirnya ia bisa balas budi kepada keluarga Pak Adnant.
Alex adalah anak angkatnya Pak Adnan dan Jasmine. Ia diangkat jadi anak saat Alex duduk di kelas 3 SMP. Alex adalah anak yatim piatu. Dulunya ibunya Alex bekerja sebagai art pada keluarganya pak Adnan. Pak Adnant melihat potensi besar pada diri Alex. Dan ia pun telah dianggap anak oleh Pak Adnant dan Bu Jasmin.
Soal perasaannya pada Freya. Alex ikhlas memberikan Freya pada Mahesa. Cinta tak selamanya harus memiliki. Alex sangat sayang pada Freya. Ia yakin Freya akan bahagia telah jadi menantu Sultan.
Keluarga besarnya Mahesa tak henti hentinya mengumbar senyum pada tamu tamunya. Yang sebagian besar adalah kolega dan merupakan orang orang tak kalah berpengaruh dari mereka. Disamping itu, rakyat biasa juga bisa dengan leluasa menikmati pesta itu.
Namun, apakah kebagian itu dirasakan oleh semua orang di sana? Tidakkah ada yang menyadari jika kedua mempelai, yang seharusnya paling bahagia, malah hanya menatap dingin satu sama main. Tak ada sepatah kata pun keluar dari bibir keduanya, bahkan keengganan itu saling mereka tunjukkan kala harus bersanding bersama. Tetapi menjaga citra baik di hadapan para tamu undangan sangatlah penting. Dibanding mengedepankan perasaan benci antara keduanya.
"Gak usah peluk peluk aku..!" ujar Mahesa geram, ia sampai merapatkan giginya saat bicara pada Freya.
"Maaf, gak ada niat meluk. Itu kan cameramen yang minta fose seperti itu." Sahut Freya lirih. Ia juga sebenarnya risih disandingkan dengan Mahesa. Apalagi sekarang, mereka sedang difoto.
"Alaaahh... Alasan. Bilang saja kamu kesempatan dalam kesempitan. Modus... Dasar...!"
"Di, diam... " Ujar Freya gugup. "Jangan hina aku hari ini. Ini hari terburuk dalam hidupku. Aku bisa gila, jika kamu hina dan caci aku lagi. Aku bisa hancurkan pesta ini dalam sekejab, dan buat malu keluarga besarmu." Sungut Freya, tapi matanya tetap Fokus ke kamera. Fix penilaian Freya pada Mahesa salah. Ya, ia sempat menilai Mahesa Cool. Ternyata yang dikatakan Alex yang benar. Mahesa temperamen.
"Bernyali juga kamu, lihat saja kamu gak akan tahan jadi istriku." Debat Mahesa geram. Ingin rasanya ia menarik selendang Freya saking geramnya.
"Iya, kita lihat saja nanti. Hidupku sudah tak berarti, jika kamu sia siakan aku, ya aku tak akan hancur dan meratapi itu." Sahut Freya, kembali merangkul manja lengannya Mahesa, sesuai intruksi kameramen.
Mahesa geram mendengar ucapan Freya. Tatapannya fokus ke wajah Freya yang kini juga menatapnya. Karena kini mereka akan mengganti fose berikutnya.
__ADS_1
"Ayo tuan, peluk istrinya dari belakang." Ujar Si kameramen sopan pada Mahesa. Mahesa merasa sudah muak dengan acara foto foto ini, sudah ada setengah jam mereka berfoto. Seratus jepretan sepertinya sudah berhasil diambil.
"Ayo tuan" Seru si kameramen lagi.
"Sial.. Jangan ngimpi aku mau peluk kamu!" Hardik Mahesa pada Freya.
Kedua alisnya Freya mengkerut mendengar ucapan Mahesa. Siapa juga yang mau meluk dia.
"Pesta gila..!" umpatnya, kemudian meninggalkan pelaminan.
Freya terdiam mendengar omelan Mahesa. Ia juga tak mau banyak berfoto. Tapi, ini perintah bu Jasmin.
Huufft..
Freya menarik napas panjang dan dalam. Kadang ia merasa mau nyerah untuk melanjutkan Pernikahan ini. Ia takut gak bisa jalaninya. Yang akhirnya membuat Alex, Pak Adnan dan Bu Jasmin Kecewa. Mereka sangat berharap Mahesa bisa berubah jadi lebih baik, seperti dulu.
"Emm.. I, Dia ke toilet Bu." Sahut Freya tergagap. Ia sebenarnya tak tahu kemana Mahesa pergi.
"Lama kali, dari tadi ibu perhatikan dari jauh. Kamu sudah hampir satu jam sendirian di pelaminan." Papar Bu Jasmin.
Freya terdiam, tak tahu mau jawab apa.
"Kamu jangan sedih ya sayang. Kalau kamu gak sanggup lagi salamin tamu. Kamu masuk aja ke dalam Istirahat."
"Bolehkah bu? aku capek bu. Kepalaku juga pusing " Keluh Freya lemah.
"Iya, ayo ibu bantu kamu istirahat. Ibu gak mau cucu ibu kenapa kenapa." Ujar Bu Jasmin sedih, sambil memperhatikan perut Freya yang masih datar itu.
__ADS_1
Freya tersenyum bahagia menatap sang ibu mertua. Sosok Bu Jasmine sangat baik. Gara gara permintaan Bu Jasmin lah, dia mau menikah dengan Mahesa.
"Kamu harus sabar ya nak hadapi anak ibu Itu." Ujar Bu Jasmine lembut membelai kepalanya Freya dengan penuh kasih sayang. Bu Jasmine juga melepaskan mahkota yang ada di kepalanya Freya.
"Iya bu " Sahut Freya lembut.
"Kamu istirahat aja, ggak usah lagi datang ke pelaminan kesehatanmu yang paling penting. Cucu ibu harus sehat, harus kuat seperti ibunya. Oke sayang!" Bu Jasmin tersenyum bahagia.
"Iya Bu." Sahut Freya lembut membalas Senyum manisnya Bu Jasmin.
" Tapi sebelumnya ibu akan tunjukkan semua barang-barang mu yang ada di kamar ini kamu kan baru kali ini ke kamar Ini kan sayang?"
"Iya bu " Jawab Freya lemah.
"Ini ruang ganti. Bajumu dan semua barang barangmu ada di sebelah kanan dan sebelah kiri miliknya Mahesa." Jelas bu Jasmin, masih menggandeng tangannya Freya menjelajahi kamar yang luasnya 10x10 meter itu. Bayangin kamar mereka aja sudah sebesar rumah .
Freya yang baru pertama kali masuk ke kamar mereka tentu saja dibuat terkagum kagum dengan noraknya. Apalagi kamar mandinya sangat mewah desain interiornya juga sangat bagu. Lantainya saja sudah seperti kaca. Saking mengkilapnya Freya yang biasa menapakkan kaki di lantai yang kasar. Hendak tergelincir saat masuk ke kamar mandi yang ada di kamar Itu.
Mahesa itu orangnya pembersih. Dia juga tidak suka barang-barangnya dipegang dia punya privasi tersendiri. Bahkan Sabunnya beda sendiri gosok giginya juga produksi sendiri. Intinya semuanya miliknya dia tidak boleh kamu pegang dengan sembarangan. Bahkan ruang kerja nya dia juga, jangan pernah kamu otak-atik atau kamu sentuh barang nya. Jika ia tidak memintamu." Jelas Bu Jasmin
"Iya bu " Sahut Freya sopan. Ia memang harus tahu banyak tentang suaminya agar mentolerir pertengkaran antara keduanya.
"Kamu juga tak perlu membersihkan apapun di kamar ini. Karena jika kamu membersihkannya tak sesuai dengan standarnya maka dia akan marah. Ruangan ini sudah ada orang khusus untuk membersihkannya."
***
Bersambung
__ADS_1