KUPU-KUPU MALAM

KUPU-KUPU MALAM
Stalker


__ADS_3

Hari selasa.


Pukul 10 pagi, adalah jadwal Freya ujian skripsi. Ia dapat gelombang kedua di ruangan yang ia tempati untuk ujian. Sedangkan Alex ternyata jadwal nya gelombang pertama yaitu pukul 8 pagi. Dan sekarang, Alex masih di ruang sidang skripsi. Baru satu jam Alex ujian mempertahankan skripsinya itu.


Freya yang merasa tegang menunggu giliran, memilih menelpon sang ibu. Ia akan kembali meminta doa pada ibunya itu, agar semuanya lancar. Walau tadi malam mereka sudah telponan sampai dua jam, karena banyak sekali yang Freya bicarakan dengan ibunya tadi malam. Mulai dari rencananya untuk buka usaha sendiri, jual pulsa dan makanan ringan.


Rencanannya sebelum Freya dapat kerjaan bagus. Ia akan menjalankan usaha kecil-kecilan itu. Dan esok ia akan cari kontrakan kecil. Karena ia masih ada uang hasil jual diri. Walau uang haram, ia sangat berharap usahanya bisa untung.


"Iya bu, makasih ya bu." Sahut Freya semangat dalam sambungan telepon. Ucapan sang ibu sangat memotivasinya. Sambungan telepon pun terputus. Ia berbalik badan.


"Aauuww...!" ia tak tahu kalau ada Alex sedang berjalan di belakangnya. Tingkahnya yang heboh, setelah bertelepon dengan sang Ibu. Hampir saja menabrak Alex yang sedang melintas. "Maaf ya Lex, gak sengaja."


Alex hanya menganggukkan kepalanya cepat, tanpa mengucapkan sepatah kata pada Freya. Kemudian pria itu melaluinya begitu saja. Alex yang ramah dan baik padanya, kali ini bersikap seperti tak kenal dengannya.


"Haaahh.. Dia kenapa? Ooohh.. Baguslah, dia akhirnya ngerti juga dengan apa yang ku katakan semalam. Mulai dari sekarang, aku gak mau pusing lagi memikirkan perasaan Alex." Gumam Freya dengan legah. Ia pun akhirnya bergegas masuk ke ruang sidang. Sudah waktu nya ia tampil.


Setelah selesai sidang skripsi


Rasanya kepala Freya sangat sakit, mau pecah. Begitu juga dengan tengkuknya terasa sangat panas. Sepertinya ia sangat tegang dan stress saat ujian skripsinya tadi, pertanyaan dosen penguji yang bertubi-tubi dan menyudutkannya cukup membuatnya kewalahan. Syukur sekali dia sendiri yang mengerjakan skripsinya, sehingga ia bisa menjawab semua pertanyaan-pertanyaan dosen penguji. Sempat skripsinya orang yang mengerjakan, mungkin matilah dia karena akan dapat nilai D, karena tak bisa pertahankan karya tulis sendiri.


Pukul 1 siang Freya balik ke kost. Sesampainya di kost an. Para teman kost yang sedang bersantai di ruang TV, menatapnya jijik. Tatapan menjijikkan para teman kostnya tak terlalu diambil pusing oleh Freya karena ia sudah yakin, Chika sudah menyebarkan fakta tentang dirinya yang juga seorang pelacur.

__ADS_1


Untuk apa kesal, untuk apa sakit hati. Toh memang itu kenyataannya. Sekarang Freya sudah berdamai dengan dirinya sendiri. Ia sudah mengakui kesalahannya itu dan ia ingin berubah. Ia sudah bertaubat. Bahkan ia sudah sholat taubat nasuha. Ia sudah putuskan tidak akan terjerumus lagi ke dunia hitam itu, walaupun uang dan kemewahan sangat mudah didapatkan dengan melakukan pekerjaan itu. Menjual diri adalah pekerjaan paling jijik. Dan tak ada harga dirinya.


"Waahh... Sebentar lagi, kalah lah si Chika ini ku tengok! ' celoteh Dinda kuat, saat Freya masuk ke lorong kamar nya.


" Ia lah, barang baru gitu?" Sahut Mey dengan intonasi kuat juga. Ia habis disindir di tempat itu. Freya merasa tak perlu menanggapi ocehan para kawannya itu. Lebih baik ia istirahat, karena kepalanya terasa sangat sakit sekali. Sudah seperti ditokok palu bogem.


***


3 minggu kemudian.


Freya sudah tinggal di sebuah kontrakan kecil. Ia kontrak rumah itu dengan biaya sewa 600.000/ perbulan. Dan ia sudah 2 minggu tinggal di rumah itu. Ia sudah buka usaha kecil-kecilan. Jual pulsa, makanan ringan dan minuman serta rokok. Rencanannya ia akan pulang ke kampungnya dua hari lagi. Ia akan membawa Ibu serta adiknya ke kota. Mereka akan mencoba peruntungan hidup di kota. Sang Adik sudah lulus SMA, kalau ada rezeki bagus, adiknya itu akan ia kuliahkan.


Freya juga sudah menjatuhkan lamaran kerja ke beberapa perusahaan dalam negeri. Walau ia belum mendapatkan ijazah. Tapi, ia melampirkan surat keterangan lulus tingkat sarjananya di surat lamarannya. Ia sangat berharap dia dipanggil untuk interview dan diterima kerja dan mungkin usaha jual pulsanya akan dijaga oleh ibunya nantinya.


"Huufft... Makasih ya Allah, akhirnya kamu beri kemudahan hidup buatku." Ujar Freya senang, datangannya lumayan laris. Bahkan minumannya laris manis, begitu juga dengan pulsa yang ia jual. Ia bahkan bisa raup untung 150.000 setiap hari sejak kemarin. Memang tempat dia berjualan cukup strategis. Berada di daerah sekolah, dan beberapa perkantoran. Mana ia ramah saat ladeni pembeli, jadi orang senang, bel minuman serta makanan ringan yang ia jual


"Kalau sehari dapat segini, mending aku jualan aja kali ya? ngapain kerja di perusahaan, mana banyak aturannya lagi?!" Freya


bermonolog sambil menghitung uang yang ia dapatkan sore hari ini.


Freya tersenyum bahagia menghitung uang berbagai pecahan itu, ada mulai dari pecahan 1000 hingga pecahan 100.000. Dalam keadaan bahagia itu ponselnya berdering, yang terletak di atas meja kerjanya.

__ADS_1


Freya sedikit heran dengan yang menghubungi nya. Seperti nomor telepon suatu perusahaan. Dengan perasaan yang berdebar-debar, Freya mengangkat telepon itu.


"Iya, iya gak, baik pak. Terima kasih." Ujar Freya dengan wajah bahagianya. Ia dapat tawaran untuk interview. Ia pikir perusaahan itu akan mengiriminya email tawaran interview, ternyata telepon langsung.


Huufft


Freya menarik nafas panjang dan dalam. Ia bersyukur sekali ternyata setelah ia bertobat kemudahan dalam hidupnya diberikan Allah. Sempat ia kepikiran dan menyesali semua kehilafan yang ia lakukan sehingga ia tidak perawan lagi. Mungkin ke depan nya, masalah yang akan ia hadapi adalah susahnya mencari jodoh, karena ia sudah tidak perawan lagi. Bahkan sudah jadi status pela cur.


Freya yang senang, menyempatkan membuka sosial media. Ia ingin melihat kabar nya Alex. Alex benar benar menghilang. Biasanya ia sering dapat pesan dari pria itu, tapi kini tidak lagi.


Freya pun Stalker FB nya Alex.


"Oouuww.. Dia sudah kerja di Kalimantan." Ujar Freya, ia bicara sendiri, sambil mengagumi ketampanan pria itu. Ternyata Alex baru mengunggah sebuah foto sedang berada di lokasi tempat kerjanya.


Freya jadi teringat dengan ucapan Alex tempo hari, yang mengajaknya kerja di Kalimantan. Di sebuah perusahan perkebunan sawit.


Tangannya menjulur membelai foto Alex yang ada di layar ponselnya.


" Seandainya aku ini wanita bersih, aku berani dan percaya diri jadi pasanganmu Lex. Aku bahkan akan selalu melakukan yang terbaik untukmu, agar kamu betah hidup bersama denganku kelak." Ujar Freya lirih. Kedua matanya memerah sudah, karena menahan air mata.


***

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2