KUPU-KUPU MALAM

KUPU-KUPU MALAM
Calon mantu


__ADS_3

"Cepat... Aku butuh sekarang..!" Ujar pria itu kasar. Bahasa tubuhnya terlihat sombong dan angkuh.


Freya yang penasaran, menajamkan penglihatannya. Tapi, ia kurang bisa mengenali pria yang mengajak Alex bicara dari jarak jauh itu.


"Ayo turun, aku kenalkan kamu pada calon adik iparmu. Itu adikku Mahesa." Ujar Alex tersenyum bahagia dan puas. Ia suka kalau sudah melihat Freya memanyunkan bibirnya. Ya, Freya terlihat tak tertarik untuk berkenalan dengan Adiknya Alex yang bernama Mahesa itu. Dan Freya semakin bete melihat Alex Karena Alex mengatakan Mahesa akan jadi adik iparnya.


Siapa juga yang mau nikah denganmu Lex? kalau kamu tahu gimana aku sebenarnya, aku yakin kamu tak akan bicara seperti itu. Gumam Freya, tak tertarik untuk turun dari dalam mobil.


"CEPAT. ..!" teriak adiknya Alex dari beranda rumah.


"Ya ampun anak itu, dasar arogan. Entah kapan bisa berubahnya." Gerutu Alex dengan muka masamnya menatap adiknya yang melambaikan tangan pada nya


Freya yang masih di dalam mobil jelas merasa tak nyaman saat ini.


"Ayo turun Eya. Aku belum bisa antar kamu. Masuk dulu ke rumah. Lagian ibu dan ayah ingin jumpa samamu." Ujar Alex penuh harap menatap Freya.


Mengetahui Bu Jasmine dan suaminya Ingin Bertemu dengannya Freya pun memutuskan untuk turun dari mobil. Kalau dia tak turun berarti Dia tergolong orang yang sombong. Karena tidak mau bertemu dengan orang yang sudah menolong nya.


"Iya Lex, ayo...!" ujar Freya tersenyum tipis, memberi kode dengan tangannya, agar Alex melangkah terlebih dahulu.


"Assalamualaikum Bu, pak!" Ujar Freya sopan, berjalan sedikit membungkukkan tubuhnya sebagai pertanda rasa sopan dan hormat untuk menghadap orang tua yang duduk di hadapannya.


"Walaikum salam sayang.."


Bu Jasmin menyambut uluran tangannya Freya. Dan saat Freya mencium punggung tangan bu Jasmin, wanita itu mengusap lembut kepala Freya.


"Cantiknya, baiknya, sopannya!" puji Bu Jasmin, memperhatikan lekat Freya yang kini sedang menyalim suaminya Pak Adnan.


"Mau jadi mantu di rumah ini?"


"APA...?" ujar Freya tanpa sadar. Ia sangat terkejut mendengar ucapan pria tua di hadapannya. Pak Adnan terlihat serius dengan ucapannya.

__ADS_1


"Koq kaget gitu nak?" Ujar Pak Adnan, heran melihat Freya yang nampak linglung itu. Dan memegangi kepalanya.


Ya, saat ini Freya merasakan kepalanya sangat sakit sekali. Mungkin disebabkan karena syok dengan ucapan Pak Adnan.


"Bang ALEX....Mana laptopnya, dari tadi aku tungguin juga.!" ucapan keras seorang pria di ruang tamu itu, cukup menyita perhatian semua orang di tempat itu terutama Freya.


"Oouuww.. Ini.. Kamu ya, bisanya marah-marah saja." Ujar Alex menyeret kakinya menghampiri sang adik.


Bruuggkk..


"Eehh.. Freya.. Kamu, kamu kenapa?" Pak Adnan yang lebih dekat dengan Freya dengan cepat menahan tubuh Freya agar tidak jatuh ke lantai marmer warna putih bersih itu.


Melihat Freya pingsan. Alex meletakkan laptop sang adik di atas meja. Ia pun bergegas mengambil alih Freya yang dalam rengkuhan Pak Adnan.


"Siapa sih Ma?" tanya Mahesa pada Ibunya Jasmin.


"Ini teman kakakmu!" sahut Bu Jasmin penuh kekhawatiran, ikut membantu Alex untuk membaringkan Freya di sopa.


"Iya, sana ambilkan minum dan minyak kayu putih!" titah Bu Jasmin panik pada Mahesa.


"Iihh... Koq aku, ini cowoknya. Ya suruh dialah Ma." Sahut Mahesa mengangkat bahu. Ia tak perduli dengan orang pingsan di hadapannya. Ia pun meninggalkan ruangan itu, bergegas ke ruang kerjanya.


"Eya.. Eya..!" Alex berusaha membangunkan Freya. Sedangkan Pak Adnan, hanya berdiri di tepi sofa dengan Bu Jasmin.


"Bi Kasinah... !" Teriak Bu Jasmin.


"Iya Nyonya...!" terdengar sahutan kuat dari arah ruang keluarga.


"Ambilkan air minum dan minyak kayu putih, cepat....!" Teriak Bu Jasmin, entah kenapa ia sangat mengkhawatirkan Freya.


"Eya.. Eya..!" Ujar Alex dengan paniknya.

__ADS_1


Ia pun menoleh ke arah tangan Freya yang sudah memberikan pergerakan itu. Kemudian menatap Freya yang sudah mulai membuka mata.


"Syukurlah kamu sadar juga." Ujar Alex legah. Wajahnya terlihat senang.


Freya yang baru sadarkan diri itu, memperhatikan sekitar. Kedua matanya seperti mencari sesuatu.


"Kamu cari apa?" tanya Alex dengan penasarannya.


Freya kini menatap Alex dan satu persatu orang yang ada di hadapannya. Termasuk bu Jasmin dan Pak Adnan. Ia tak melihat yang ia cari syukurlah, ia aman sekarang.


"Ak, aku mau pulang!" ujarnya tergagap, karena ketakutan.


"Kamu sedang sakit, gak boleh pulang. Kamu di sini aja nginap." Ujar Alex lembut.


Freya melirik Bu Jasmin dan Pak Adnan. "Gak, gak aku mau pulang!" ujar Freya tegas, mengubah posisinya jadi terduduk, yang dibantu oleh Alex.


"Istirahat di sini aja dulu nak. Ini kamu minum dulu!" Bu Jasmin menyodorkan segelas air putih ke mulut Freya, ia menelan air itu dengan susah payah.


"Gak Bu, pak, Alex. Aku harus pulang!" tegas Freya, bangkit cepat dari duduknya. Ia pun meraih tangan Bu Jasmin dan Pak Adnant, menyalim tangan kedua orang tua itu.


"Aku pamit bu, pak!" Ujar Freya sopan.


"Oouuww.. Iya, kamu hati hati, jaga kesehatan!" ujar Bu Jasmin. Ia sebenarnya heran melihat tingkah Freya yang seperti orang ketakutan.


"Iya bu, makasih!" Sahut Freya sopan. Dan langsung menyeret kakinya, tanpa mau melirik Alex yang nampak bingung melihatnya.


Sadar telah ditinggaalkan Freya. Alex berlari kencang menyusulnya ke parkiran.


**


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2