KUPU-KUPU MALAM

KUPU-KUPU MALAM
Hamil


__ADS_3

"APA.... TIDAK....!" Teriak Freya dengan histeris sambil menggelengkan kepala nya dengan tidak percayanya. Ia re mas kuat bed tempat ia berbaring saat ini dengan penuh kekesalan.


"Kenapa bu? apa ibu tidak siap untuk hamil?" tanya Dokter berjenis kelamin pria itu dengan bingungnya menatap Freya.


Freya terdiam, ia melirik Alex yang wajahnya nampak kusut dan murung. Ia sangat malu pada Alex saat ini. Ingin rasanya Freya keluar dari ruangan pemeriksaan itu. Ia juga tak mau diperiksa lebih detail. Saat diagnosa pertama mengatakan ia hamil. Karena memang Freya sudah telat datang bulan 2 minggu. Alex yang ngotot ingin memeriksa rahimnya. Apa ia hamil atau tidak, dan nyata nya ia memang hamil.


"A, aku. Aku tak mau hamil..!" Freya


yang panik bergegas turun dari pembaringannya. Ia bahkan menyingkirkan dokter dari hadapannya agar ia lebih cepat keluar dari ruangan. Ia dengan hebohnya merapikan pakaiannya, bahkan cairan gel yang ada di perutnya tidak ia bersihkan.


"Eya...!" Alex berlari mengejar Freya.


Dan Dokter dibuat bingung di ruangannya. "Pasti bukan pasangan suami-istri. " Celetuk Dokter Obgyn itu pada perawatnya yang berjenis kelamin wanita.


"Iya dok, sepemikiran." Sahut sang perawat bergidik bahu.


Sementara di lorong rumah sakit, Alex terus saja mengejar Freya yang berlari tanpa tujuan itu. Wanita itu sangat kalut sekali saat ini. Ia tak menyangka akan hamil. Ia hanya satu kali berhubungan badan. Ia juga mengutuk dirinya yang tak mempersiapkan dirinya sebelum sebelumnya.


Grapp..


Alex berhasil meraih tangan nya Freya. Menariknya kuat, sehingga Freya jatuh dalam dekapannya. Alex memeluk lembut Freya. Perlakuan hangatnya Alex membuat Freya sedikit tenang.


"Kenapa jadi seperti ini?" Keluh Freya dalam pelukan Alex. Ia memasrahkan kepalanya di dada bidangnya Alex.


"Eemmm... Kamu tenang ya? kamu ceritakan semuanya dulu. Nanti kita cari solusinya. Kamu jangan lari lari. Gak capek apa kamu. Asal kamu tahu, badan kamu ini sudah bau keringat, bau matahari, bau tanah." Terang Alex pelan.


Freya mendongak, saat itu juga ia melihat tawanya Alex yang lebar.


Hua..


Hua..


Hua..


Freya menangis dan memukul mukul kuat dadanya Alex. Ia sedang sedih dan frustasi, malah diejek dan dibuat lelucon.


Freya mengurai dekapan Alex. Mulai mencium ketiaknya.

__ADS_1


"A, aku gak bau. Aku gak acem!" Protesnya seperti anak kecil yang sedang membela diri.


"Gak bau, kamu aja sudah berjemur tadi." Sahut Alex mengulum senyum.


"Iihh..Aku memang bau, banyak dosa. ." pekik Freya penuh emosi.


"Iya, tak ada manusia yang tak berdosa." Ia rangkul lembut Freya. Dan Freya pasrah dirangkul Alex.


"Kamu ceritakan semuanya. Kalau aku bisa bantu, aku akan bantu kamu!" Ujar Alex menatap lekat Freya.


Freya tersentuh hatinya dengan sikap tenangnya Alex. Ia pikir Alex akan membencinya dan tak peduli padanya lagi setelah aibnya terbongkar.


"Makasih Alex, kamu sangat baik sekali. Aku gak tahu lagi nanti gimana cara balas kebaikanmu." Ujar Freya sedih.


"I, iya. Kamu juga baik." Sahut Alex lembut.


***


Kini Apex dan Freya sedang berada di sebuah Cafe pinggir pantai. Cafe itu jaraknya sangat dekat dengan rumah sakit.


"Ceritalah, dari tadi bengong terus." Ujar Alex, tak sabar ingin mendengar penjelasan Freya.


Huufft..


Freya menghela napas, lalu menggeleng pelan sambil tersenyum. Tatapannya kembali lurus menerawang ke arah laut, membiarkan suara riak ombak kecil memecah keheningan di bibir pantai, sebelum akhirnya berkata. "Ka, kalau aku hamil anak adikmu, apa kamu akan percaya itu..?" ujar Freya dengan tersedu sedu.


Alex terdiam, tapi ekspresi wajah nya menunjukkan kekagetan yang hakiki.


"Ceritalah, apapun yang akan kamu katakan aku akan percaya." Sahut Alex datar.


Jawaban Alex membuat freya bingung. Kenapa Alex terlihat biasa saja merespon ucapannya. Walau memang ada keterkejutan tadi di mimik wajahnya Alex.


"A, aku. Aku bukan mau cari kesempatan. Jujur, aku gak mau dinikahkan dengan adikmu. A, aku akan pergi jauh dari hidup kalian." Ujar Freya masih tergagap. Ia beranggapan Alex menilainya, mau masuk dalam keluarga kaya itu. Ditambah saat ini, Freya sedang menahan diri agar tak muntah.


Ya, Freya sudah makan dan minum obat. Tapi, ian masih merasa lemas.


"Ayo cerita saja. Nanti aku putuskan kamu nikahnya sama siapa. Sama aku juga boleh."

__ADS_1


"Lex... Jangan hinakan dirimu. Aku ini pela cur. Aku gak pantas untukmu..!" Ujar Freya dengan sesenggukan. Tahu Alex sebesar ini cintanya padanya. Harusnya dia dulu ngeluh keuangan saja pada Alex. Ternyata Alex orang kayanya. Pasti Alex akan bantu dia. Karena Alex ternyata cinta sama dia.


"Cerita.. Dari tadi aku bilang, kamu cerita. Tapi, kamunya muter-muter." Protes Alex Mulai kesal, melihat Freya yang dari tadi gak mau cerita.


Huufft..


Freya menghela napas lagi. Ia juga


melap air mata yang membasahi pipinya kali ini ia serius menatap Alex yang sudah tidak sabar mendengar penjelasannya.


"Cerita ini dimulai sekitar satu bulan yang lalu saat itu aku sedang pusing memikirkan biaya hidup. Uang perlu untuk sidang skripsi ditambah Ibu sedang sakit-sakitan. Tabunganku sudah terkuras habis untuk berobat dan biaya hidup ibu dan Hana di kampung. Dan bodohnya, aku malah memilih pekerjaan haram itu." Sungut Freya dengan air mata yang berlinang. Air matanya terus saja mengalir deras tak terbendung lagi.


"Kenapa kamu bilang, anak itu anaknya Mahesa?" tanya Alex serius.


Freya dibuat tak percaya diri dengan pertanyaan Alex. "Karena aku hanya melakukannya dengannya!" Sahut freya tegas. Tatapan matanya menunjukkan kejujuran.


Alex nampak berfikir. Tangannya mulai memainkan jambang tipis di dagu nya.


"Kalau hanya dengan Mahesa kamu bermain. Kenapa orang kampung tahu pekerjaanmu." Cecar Alex dengan penasarannya.


Huufft..


Freya kembali menarik napas panjang. Mukanya terlihat masih sedih.


"Waktu itu, aku akan mulai jual diri trip kedua. Saat itu aku dpt pelanggan tiga dalam sehari. Dan saat itu aku sangat bersyukur. Dua pelanggan ku gak menyentuhku. Pria aneh itu, hanya menyuruhku praktek pipis di hadapannya. Pelanggan kedua juga tak meminta aku melayani hasratnya. Ia hanya meminta aku mencukur bulu ***********."


Hahahaha


Hahhaa


Alex malah tertawa kuat mendengar cerita Freya. Ia sampai memukul mukul meja, karena merasa lucu dengan cerita nya freya. Mana ekspresi Freya saat bercerita sangat menggemaskan. Antara geli dan jijik.


Hua.. hua... hua..


Freya menangis histeris. Ia malah ditertawakan.


"Kamu malah tertawa, gak tahu kamu Lex. Saat itu, aku merasa nyawaku sedang terancam. Pelanggan ku aneh aneh semuanya."

__ADS_1


**


Bersambung


__ADS_2