KUPU-KUPU MALAM

KUPU-KUPU MALAM
Dicari


__ADS_3

Hua.. hua... hua..


Freya menangis histeris. Ia malah ditertawakan.


"Kamu malah tertawa, gak tahu kamu Lex. Saat itu, aku merasa nyawaku sedang terancam. Pelanggan ku aneh aneh semuanya." Sungut Freya sedih. Wajah memerah karena kesal dan malu menatap Alex yang terlihat santai.


"Lucu saja, aku baru tahu kalau ada orang yang bayar mahal-mahal hanya untuk lihat cewek pipis." Celoteh Alex menahan tawa.


"I, iya. Lex, apa kamu gak jijik padaku?" tanya Freya penuh selidik.


"Pain Jijik, aku hanya kecewa saja. Koq kamu terjerumus." Sahut Alex serius. Ia masih menatap lekat Freya.


"Iya, aku khilaf. Dan karena kebodohan ku. Ibu jadi pergi untuk selamanya. Ibu pasti sangat menyesal karena telah melahirkan anak seperti aku." Sungut Freya sedih. Air matanya terus saja jatuh membasahi pipinya.


"Iya. Makanya kalau bertindak pikir pikir dulu."


"I, iya."


"Lanjutkan ceritamu!" titah Alex lagi. Sangat penasaran dengan ceritanya Freya yang jadi kupu kupu malam. Ia bahkan sampai mengubah posisinya duduknya, mencari yang lebih nyaman.


"Di hari itu juga, aku, aku bertemu pelanggan yang sama sekali tak menyentuhku juga. Dia hanya meminta aku itu mencu, mencukur bulu kem alunannya!" ujar Freya tergagap karena malu menceritakan pengalamannya pada Alex.


Hahahaha..


Alex kembali tertawa, "Ada ya pria gila kek gitu juga."


"I, iya Lex." Sahut Freya sedih. Kenapa pula si Alex dari tadi menertawakannya terus.


"Lanjut..!" pinta Alex.


"Dan sialnya pelanggan ku ke tiga hari itu adalah bang Kosim, suami Kak Darmi, tetangga kami." Imbuh Freya dengan putus asanya.


"Kalian jadi main?" selidik Alex.


Freya menggelengkan cepat kepala nya. "Tidak!"


"Terus kapan kamu dan Mahesa mainnya?" tanya Alex audah seperti polisi.

__ADS_1


"I, itu trip pertama. Saat pertama kali aku open B.O." Jawab Freya lemah, terlihat ragu untuk menceritakan semuanya.


"Ceritakan semuanya, agar aku yakin kalau kamu mengandung anak adikku!"


Huufft


Freya menghela nafas panjang. Diia perlu ketenangan untuk menceritakan semuanya pada Apex.


"Malam itu aku di boking seorang pria tua. Bayaran yang ku dapat lumayan besar 40 juta. Tarif mahal ku dapatkan karena, aku saat itu masih perawan." Ujar Freya melirik lirik Alex yang memperhatikannya serius saat ini. Sebenarnya Freya sangat malu pada Alex.


"Terus..!" titah Alex.


"Saat sampai di kamar hotel, setelah berbasa basi pria itu menanyakan padaku, Apakah aku sudah menyiapkan pengaman. Aku jawab tidak, karena memang aku gak kepikiran kesitu. Kemudian pria menyuruhku bersih-bersih dan ia katanya akan menyiapkan semuanya. Setelah aku keluar dar kamar mandi. Aku tak menemukan pria tua itu di kamar itu lagi. Tapi, pria asing. Yaitu adikmu." Ujar Freya Sedih. Ia bahkan menundukkan kepalanya karena malu pada Alex.


"Aku baru tahu pria itu adikmu, saat kita ke rumahmu tiga minggu yang lalu." Jelas Freya lagi.


"Di hotel mana kalian waktu itu?" tanya Alex penuh selidik.


"Hotel X." Jawab Freya.


Hhuufftt...


"Eya.... Aku itu sayang banget samamu. Saking sayangnya aku padamu. Aku ragu untuk menikahkanmu dengan adikku!"


"Gak, gak.. Aku gak mau menikah dengannya. Aku gak akan menuntun apapun pada kalian. Aku yang salah, dari awal juga aku sudah salah dan ketiban sial. Uang bayaran jual diri aja hilang gak tau kemana perginya. " Sanggah Freya dengan penolakan tangannya.


"Kalau kamu gak nikah, status anakmu kek mana? aku gak mau kamu gugurkan kandungan mu. Kalau kamu lalukan itu, kamu dosanya dua kali lipat." Jelas Alex serius.


Freya terdiam, ia nampak sedang berfikir. "A, aku akan melahirkannya kedunia." Sahutnya lemah, "Tanpa adanya pernikahan." Jelasnya lagi.


Huufft


Alex kembali menarik napas panjang.


"Bilang seperti itu gampang. Tiba waktunya nanti kamunya nelangsa." Ujar Alex tegas.


"Aku percaya padamu. Bahwa Alex lah yang menodaimu. Karena malam itu, aku juga sedang di hotel itu, jemput Alex yang mabuk. Eehh.. Gak tahunya Dia baru selesai cetak anak samamu. Bercak darahmu waktu itu masih ada di seprei. Dan aku ingat sekali, malam itu juga aku itu panggil panggil namamu. Tapi, kamu terburu buru melarikan diri." Jelas Alex

__ADS_1


"Apa..?" kini freya yang penasaran akan ceritanya setelah ia lari dari hotel itu.


"Iya, ada yang mau hancurkan keluarga kami. Mau jebak Mahesa. Tapi, untungnya si Mahesa yang mabuk saat itu, salah masuk kamar. Orang yang jebak dia, salah antarkan Mahesa. Jadinya ia masuk ke kamar tempat kamu berada berarti." Jelas Alex serius.


Freya dibuat semakin penasaran cerita selanjutnya.


"Aku yang tahu Mahesa dijebak. Bergegas ke hotel tempat dia dugem. Awalnya sempat kesusahan mencari keberadaannya. Tapi, ketemu juga. Karena ada pria tua meninggal di lift. Katanya karena over dosis obat kuat. Di cek kamar si pria tua. Ternyata di kamar itu ada Alex yang sedang bu gil. Dan pihak hotel menemukan bercak darah."


Freya terlihat ketakutan mendengar penjelasan Alex. Mukanya menegang sudah.


"Ada kamu dicariin polisi waktu itu? karena di temukan rekaman CCTV di lorong hotel. Ada wanita keluar dari kamar itu, tapi wajahnya tak jelas."


"I, iya. Tapi, aku gak pernah jumpa dengan polisi. Teman kost bilang ada polisi yang cariin aku." Jawab Freya jujur.


"Iya, tadinya polisi ingin mengusut kematian pria tua itu dan kamu akan jadikan saksi. Tetapi setelahnya pihak keluarga tak melanjutkan kasus ini ke jalur hukum. Karena terbukti pria tua itu meninggal karena over dosis bukan karena dibunuh atau diracuni." Terang Alex, masih memperhatikan lekat Freya yang kalut itu.


"Kami sekeluarga sedang cariin kamu. Karena wanita yang ditiduri Mahesa adalah perawan. Gak disangka, orangnya kamu Eya." Jelas Alex yang membuat Freya bingung.


"Apa maksudnya Lex?" Freya sungguh dibuat bingung dengan pernyataan Alex.


Huufft...


Alex menarik napas berat. Ia lemparkan pandangan jauh ke hamparan laut luas.


"Mahesa sedang dikendalikan seorang wanita jahat. Sialnya, ia cinta sekali pada wanita iblis itu. Ayah dan Ibu gak bisa menasehatinya. Ia dan wanita iblis itu sudah kumpul kebo. Sejak kenal dengan wanita iblis itu, ia jadi semakin temperamen. Sudah temperamen dasarnya dan sekarang makin temperamen." Terang Alex.


Freya dibuat takut mendengar ucapan Alex. Ia tak suka pria temperamen.


"Ayah dan ibu sangat berharap wanita yang ditiduri Mahesa saat mabuk itu akan jadi istrinya Mahesa"


"Gak.. Gak Lex. Aku takut, kamu bilang dia temperamen!" Tolak Freya cepat. "Aku gak mau menghancurkan hidupku lagi, menikah dengannya tentu akan menambah masalah baru."


"Heii... Ini moments yang pas, untuk angkat derajatmu. Semua wanita berebut ingin jadi menantu di keluarga kami, kamu malah menolaknya." Ujar alex heran menatap Freya.


"Gak.. Gak mau. . Aku mau hidup tenang" Keluh freya menatap sendu Alex.


***

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2