KUPU-KUPU MALAM

KUPU-KUPU MALAM
Ditantang


__ADS_3

Acara tahlilal di rumahnya Freya telah selesai. Walau keluarga yang berduka itu sedang diperbincangkan negatif oleh warga, prihal Freya sebagai wanita panggilan. Tetapi acara tahlilal masih berjalan dengan lancar. Itu semua pengaruh dari Alex. Alex telah mengancam Kosim melalui anak buahnya. Akan menyebarkan aibnya. Jika istrinya Darmi masih terus memburuk burukkan Freya dan keluarganya.


Dan yang membuat Freya tak kalah terkejut. Ayahnya Alex pak Adnant, malah melamar Freya di depan toko Adat dan agama selesai acara itu. Ya, orang yang berpengaruh di kampung itu diminta untuk tidak pulang terlebih dahulu. Freya tak punya saudara di kampung itu. Makanya Pak Adnant melamar Freya pada tokoh agama dan adat.


Hana sang adik memeluk kakaknya dengan erat. Keduanya malah menangis, yang membuat


perhatian orang-orang tertuju pada Adik dan kakak itu.


Freya tak tak mungkin menolak lamaran Pak Adnant. Walau hatinya berat menerima lamaran itu. Dari ceritanya Alex, Adiknya yang bernama Mahesa itu temperamen. Freya sudah takut terlebih dahulu membayangkan punya suami temperamen.


***


Seminggu kemudian


Malam ini adalah malam pertama kalinya buat Freya dan Mahesa dipertemukan. Dan sekarang Freya sudah tinggal di rumahnya Alex di kampung. Mahesa akhirnya mau menikah dengan Freya, setelah orang tuanya melakukan banyaknya ancaman pada pria itu.


Freya yang duduk di kursi makannya hanya bisa menunduk. Tak berani menatap sang calon suami, yang kini duduk dihadapannya dan dibatasi oleh meja bentuk bundar.


Aura yang dipancarkan Mahesa sangatlah mengerikan menurut Freya. Aura kegegelapan diselimuti awan tebal, ditambah hawa dingin bak kutub utara. Ya, Adiknya Alex menurut Freya tak hanya temperamen seperti yang dikatakan Alex. Tapi juga dingin bak kulkas 7 pintu. Dari tadi gak ada senyumnya sedikit pun tercipta.


"Baiklah Ayah, bu. Aku perlu bicara dengan," Mahesa menoleh ke arah Freya. "Siapa tadi namamu?" tanya Mahesa pada Freya.


"Aooww.. A, aku. Namaku Freya tuan!" sahutnya tergagap.


Mahesa terlihat kesal melihat sikapnya Freya yang ketakutan padanya. "Aku gak akan makan kamu, jadi bicaranya gak usah gagap gitu." Ketus Mahesa menatap tajam Freya


Deg


Freya terkejut mendengar ucapan Mahesa. Ternyata benar, Mahesa orangnya temperamen. Freya salah nilai. Tadi, saat pertama kali lihat. Ia memberi penilaian Mahesa cowok Cool.


Mahesa kembali menoleh kepada orang tuanya. "Aku perlu bicara dengannya Ma, pa!"


"Silahkan, tapi ingat. Kamu harus bersikap baik padanya." Hardik Pak Adnant.


"Iya pa." Sahut Mahesa dingin.


Ia bangkit dari duduknya. "Kita harus bicara, ikuti aku!" Ajak Mahesa kepada Freya.


Freya menatap satu persatu orang di ruang makan itu. Seolah meminta persetujuan atas ajakan Mahesa.


"Sana sayang, ikuti calon suamimu! " Ujar Bu Jasmin.

__ADS_1


"Iya bu." Sahut Freya melirik Alex yang pura-pura makan dengan serius.


Freya mengikuti langkahnya Mahesa dengan kaki yang gemetaran. Dan dada yang berdebar debar. Jujur, ia takut lihat pria itu. Saking takutnya ia. Dari tadi ia menunduk saat mengekori Mahesa.


Bruugkk.


Auuww..


Karena gak nggak lihat jalan Freya malah menabrak punggung kerasnya Mahesa yang tiba-tiba saja berhenti di depannya.


"Mat, matamu taruh di belakang. Dasar pel acur..!"


Deg


Ucapannya Mahesa sangat kejam dan menyakitkan sekali. Walau benar ia seorang pelacur. Tak usah diungkit ungkit lagi.


"Ciihh... Tubuh kotormu itu sudah kotori bajuku." Mahesa terlihat menepis nepis kemeja yang ia kenakan di bagian punggung nya.


"Ma, maaf tuan!" ujar Freya ketakutan.


"Dasar lon te! apa trik yang kamu buat sehingga ayah dan ibu memaksaku menikah denganmu?" ujar Mahesa kesal menunjuk nunjuk Freya yang menunduk.


"Jawab...?"


"Aku juga gak mau nikah Koq."


Hahahaha..


"Dasar wanita munafik loe!" menunjuk kepalanya Freya sambil tertawa lebar.


"Iya, aku memang gak mau. Tapi, dipaksa ibu." Jawab Freya polos.


"Oouuww.. Jadi kamu mau nya nikah dengan Abang Alex? yakin kamu mau nikah dengan nya? hei.. Asal kamu tahu, Alex itu anak pungut. Dia bukan bagian dari keluarga ini. Aku yakin kamu tahu itu. Abang Alex sudah ceritakan?"


.


Freya menggeleng lemah, menatap heran Mahesa yang bicara serius saat ini.


"Gak percaya aku, kamu gak tahu akan hal itu. Bukannya kamu ini kekasihnya Abang Alex?"


Freya kembali mengangguk. "Tidak!"

__ADS_1


Hahahaha..


Mahesa kembali tertawa. Ia tak percaya dengan ucapan Freya.


"Aku dipaksa nikah denganmu. Katanya aku yang perawani Kamu, aku gak yakin akan hal itu. Karena pela cur sekarang licik licik. Bisa saja darah yang tinggal di seprei itu bukan darah keperawanan. Kan sekarang bisa operasi keperawanan." Ujar Mahesa tanpa merasa berdosa menilai Freya.


Freya terdiam, ia merasa tak ada guna berdebat dengan Mahesa. Terserah apa kata pria ini. Toh memang ia juga mau menikah, hanya untuk ambil status anaknya. Untuk berharap bahagia dalam pernikahan mereka hanya mimpi belaka.


"Kamu gak bisa jawabkan? berarti yang ku katakan benar dong. Sialnya aku, harus akui anak di kandungan mu. Padahal kamu pela cur." Ledek Mahesa menatap rendah Freya.


Freya akhirnya mengangkat wajahnya. Rasanya ia tak sanggup kalau terus direndahin seperti Ini. Freya itu punya karakter pemberani. Ia pun ambil sikap harus tegas pada Mahesa.


"Aku gak ada niat buruk atau ambil kesempatan dalam masalah ini. Yang ada di rahimku sekarang memang anakmu. Dan saat kita melakukannya, aku masih perawan. Kalau kamu tidak percaya, tak apa. Setelah anak ini lahir, kamu boleh ceraikan aku. Atau gak perlu nunggu lahir juga gak apa apa. Hidupku sudah terlalu rumit, dan aku gak mau lemah di hadapanmu."


Prok


Prok


Prok


Mahesa bertepuk tangan dengan tercengang nya.


"Waahh... berani juga kamu. Ku kira tadi kamu wanita lemah dan bodoh." ujar Mahesa menatap rendah Freya.


"Sikapku akan selalu didasarkan pada bagaimana kamu memperlakukanku." Tegas Freya menantang tatapan tajamnya Mahesa.


Di sini, Freya sudah bisa kenal karakter Mahesa. Dan ia jadi punya tekat kuat sadarkan pria itu.


"Heii... Jangan anggap pernikahan ini serius. Aku sudah memiliki pasangan." Ujar Mahesa tegas.


"Pernikahan tak boleh di main mainkan. Kalau kamu gak mau nikah denganku. Silahkan sekarang kamu katakan pada orang tuamu, jika kamu tak mau menikah denganku." Sahut Freya menantang Mahesa yang terlihat syok melihatnya.


"Berani kamu ternyata. Aku tak akan membatalkan pernikahan ini. Tapi, aku akan membuat mu menderita dalam pernikahan ini." Tegas Mahesa, merapikan kerah bajunya dengan angkuhnya, dan berlalu dari hadapan Freya.


"Siapa takut, aku punya dekkingan yang banyak. Ada Ayah, ibu dan Abang Alex." Ujar Freya pelan, memperhatikan Mahesa yang berjalan meninggalkannya.


***


Bersambung


Orang lain juga 

__ADS_1


__ADS_2