KUPU-KUPU MALAM

KUPU-KUPU MALAM
Hilang


__ADS_3

Pukul 16.20 Wib. Freya dan alex sudah sampai di depan rumah. Freya menoleh ke arah rumahnya yang belum di pagar itu dengan penuh kecemasan. Ia tak melihat ada mobil parkir di halaman rumah. Itu artinya, suaminya Mahesa belum pulang.


"Ayo kita turun!" Ujar Alex, bergegas turun dari mobil.


"I, iya." Sahut Freya bingung. Entah kenapa ia merasa jadi tak tenang.


"Apa Mahesa gak di rumah?" kini Alex memberikan 2 kantongan kresek kepada Freya.


"Eemm... Gak tahu bang." Sahut Freya datar.


"Eemmm.. Baiklah abang pamit. Gak usah masuk ke dalam. Gak enak kalau gak ada Mahesa di rumah." Ujar alex lembut. Tetapannya sangat teduh dan penuh kasih sayang.


"I, iya bang." Jawab Freya segan. Entah kenapa ia merasa ada yang memata matainya.


"Kalau perlu bantuan, jangan sungkan hubungi abang ya? jangan telat makan, ingat... Ada keponakanku di dalam tubuhmu." Ujar Alex ramah, kini pria itu membuka pintu mobil nya.


"Iya bang, da.. da... da...!" Freya melambaikan tangan kirinya, sedangkan tangan kanan menenteng dua kresek berisi makanan. Ia seret kakinya untuk masuk ke dalam rumah. Dengan tngan kirinya merogoh kunci dari tas ranselnya. Setelah ia mendapatkan yang ia mau, ia mulai


membuka pintu.


"Loh...!"


Deg


Freya sangat terkejut mendapati sang suami berdiri di ambang pintu.


Prok


Prok


Prok


Mahesa bertepuk tangan dengan tatapan nanarnya. Freya dibuat takut dengan tatapan tajam dan mengerikan seperti setan itu.

__ADS_1


"Benar benar wanita liar. Nampaknya kamu polos, lugu. Tapi, panjang kaki juga. Jam segini baru pulang dari rumah, diantar cowok lagi?" Ketus Mahesa masih menatap nanar Freya yang kelihatan takut dan merasa bersalah.


Ya, di ajaran agamanya Freya. Hendaknya istri yang baik itu pamit terlebih dahulu kepada sang suami jika ingin keluar rumah. Dan Freya tak melakukan itu. Lagian ia tak tahu nomor ponselnya Mahesa.


"I, itu Abang Alex." Jawab Freya gugup.


"Oouuww.. Aku lihat koq. Kalian tadi nampak mesra dan serasi. Da.. Da..." Ujar Mahesa mempraktekkan tingkahnya Freya di halaman rumah mereka.


"Ta, tadi aku mau beli kasur. Aku gak ada alas tidur."


"Gak perlu banyak alasan. Beli kasur? Dari jam berapa? Pukul 12 siang, aku balik ke rumah ini, kamu gak ada. Dan aku pergi lagi kerja. Aku balik kerja, kamu gak di sini juga. Lama sekali beli kasurnya?!" Bentak Mahesa dengan kesal.


Freya sampai menutup telinganya, karena tak sanggup dengar teriakan sang suami. Ia yang tak mau berdebat, memilih melalui Mahesa.


"Heii... Jangan pengecut gitu. Diajak bicara, malah lari." Ujar Mahesa, menghadang langkahnya Freya.


Syur..


Hahhahaa...


"Mulut pela cur memang sangat manis." Sahut Mahesa cepat.


Freya menggeleng tak percaya dengan sikap arogannya Mahesa.


"Aku itu benci kali padamu. Kenapa kau mau nikah denganku pela cur..!"


"Stopp..! aku bukan pela cur..!" Freya menunjuk ke arah Mahesa dengan tubuh bergetar. "Jikalau orang lain menghinaku, aku akan diam. Tapi, kamu... Kamu suamiku, tega kamu menghinaku terus. Asal kamu tahu, aku sedang mengandung anakmu. Hasil mela cur...!" Pungkas Freya dengan mata melotot. "Sebelum anak ini lahir, jangan harap aku akan pergi dari hidupmu!"


Freya akhirnya menurunkan telunjuknya dari hadapan Mahesa. Ia berbalik badan dan bergegas masuk ke dalam kamarnya.


Bruuggkk..


Ia tutup pintu kamar dengan hati yang hancur. Melorotkan tubuh dengan lemas bersandar di daun pintu.

__ADS_1


"Ya Tuhan.... Sampai kapan kau hantam jiwa dan mentalku. Apa aku harus mati, agar penderitaan ini berakhir? Sampai kapan siksa di dunia ini akan berakhir ya Tuhan...!" Ujar sedih, cucuran air mata terjatuh membasahi pipi pucatnya. Ucapan sang suami sukses menohok hatinya.


***


Satu jam cukup buat Freya meluapkan kekesalan di hatinya. Ia kini mulai bersikap optimis. Ia harus kuat dan sehat. Ia belum makan dan minum obat. Ia keluar dari kamar, karena ia mendengar suara pintu rumah dibuka. Dan suara deru mesin mobil. Itu artinya suaminya sudah pergi dari rumah itu. Dari yang ia dengar samar samar, ternyata sang suami dijemput supirnya.


"Eemmm.. Kalau dia boleh pergi secara diam diam. Dasar egois..!" Umpat Freya dalam hati. Ia pun menyeret kakinya ke dapur. Ia akan makan malam sendirian. Setelah itu minum obat. Sholat dan mengaji sebentar, kemudian tidur.


Freya sudah selesai sholat dan mengaji. Ia bahkan mengaji selama dua jam. Tapi sang suami belum pulang juga. Ada rasa was was dan takut, sendirian di rumah itu. Karena ia baru dua hari di rumah itu. Tapi, ia beranikan dirinya, agar tak takut sendirian di rumah itu.


***


Sudah seminggu Mahesa tak pulang ke rumah. Kabarnya pun tak ada. Selama satu minggu ditinggalkan Mahesa tanpa kabar. Disaat malam Freya tidur beralaskan ambal yang ada di ruang tamunya, ia sama sekali tak berani masuk ke kamar sang suami. Setiap malam, Freya mencurahkan isi hatinya di diary. Entah kenapa ia jadi suka menulis, apa yang ia alami dan harapkan dalam pernikahannya.


Ia lakukan itu, karena ia tak ada teman cerita. Sang ibu mertua menelponnya sih setiap hari, tapi ia tak pernah ceritakan kalau Mahesa tak pulang ke rumah ditambah ia tak berani minta uang pada sang ibu mertua.


Sedangkan kebutuhan hidup dia selama satu minggu ini, ia dapatkan dari stok cadangan makanan di kulkas. Tapi, cadangan makanan di kulkas sudah menipis, hanya cukup untuk satu hari lagi, sedangkan ia tak punya uang sepeserpun di tangan.


Freya sedih memikirkan nasibnya. Ia Pikir setelah menikah dengan orang kaya, kebutuhan hidupnya akan terpenuhi. Nyatanya lebih parah. Ia bahkan tak pernah keluar rumah. Hanya jemur kain dan sapu halaman lah ia keluar dari rumahnya.


Malam pun tiba, hanya suara jangkrik dan kodok yang terdengar oleh Freya. Ia kini sedang berbaring beralaskan ambal, sembari mengajak jabang bayinya yang sudah genap dua bulan itu bicara. Walau belum ada ruh janinnya. Tapi, ia sudah ajak bicara jabang bayinya itu.


Tin


Tin


Tin


Mendengar suara klakson mobil, Freya sangat senang. Itu artinya suaminya sudah pulang ke rumah. Ia bergegas keluar dari rumah, menyambut kedatangan sang suami, walau bagaimanapun. Rasanya lebih enak ada teman di rumah.


Saat ia membuka pintu, ia dikejutkan dengan tamu yang datang.


***

__ADS_1


__ADS_2