KUPU-KUPU MALAM

KUPU-KUPU MALAM
Kesetrum


__ADS_3

Deg


Dadanya berdebar cepat, ia sangat terkejut melihat dua manusia beda jenis kelamin di hadapannya. Yaitu Mahesa, sang suami dengan seorang wanita cantik dan sexy. Wanita yang memakai dres di atas lutut motif bunga bunga kecil itu, bergelayut mesra merangkul lengan sang suami. Rasanya dadanya Freya sesak melihat dua manusia menjijikkan di hadapannya.


"Hahahaha... Ini istrimu itu Honey?" ujar si wanita menjijikkan itu, tertawa, menatap rendah ke arah Freya yang nampak kesal dan terkejut saat ini.


"Eemmm... Ayo masuk!" Sahut Mahesa, menatap tajam Freya yang menampilkan wajah kesalnya. Ia benar-benar suami gila, bawa wanita secara terang-terangan di hadapan istrinya.


"Hahhaa... P S K udik!" caci wanita yang Freya tak tahu namanya itu, sambil berjalan lurus, hendak menabrak Freya yang berdiri di ambang pintu. Syukur Freya cepat minggir. Kalau tidak, bahunya akan di senggol kuat wanita yang sok cakep itu.


Freya hanya bisa menatap dengan tak percayanya kelakuan Sang suaminya, seminggu menghilang dan tiba-tiba datang membawa wanita ke dalam rumahnya dengan santainya. Ia dianggap apa? kalau memang suaminya itu mau poligami, harusnya ia diberi tahu dulu. Jangan sesuka hatinya. Ia juga punya harga diri.


"Tunggu... !" Ujar Freya kuat, saat melihat sang suami dan wanita yang kemungkinan besar itu adalah kekasihnya Mahesa


Alex dan si wanita itu menghentikan langkahnya. Tadinya mereka akan masuk ke kamar. "Apa...?" Alex membalik badan dan menantang tatapan mata Freya yang penuh tanda tanya. Sedangkan wanita yang sok seksi itu masih sok manja menggandeng Mahesa.


"Wanita ini siapa? dan kenapa kalian berdua nampak mesra dan ingin masuk ke kamar, padahal aku ada di sini, istrimu!" ujar Freya sok tegar, padahal hatinya rapuh dan sakit sekali saat ini.


"Jangan sok polos dan lugu. Kamu sudah pasti paham dengan kemesraan yang kami tunjukkan!" Sahut Si wanita yang sok cantik itu.


"Kamu pela cur?" tanya Freya kesal menantang si wanita yang kini terlihat emosi.


"Heii... Diam kamu..!" Si wanita itu melepas rengkuhan tangannya dari lengan Mahesa. Menunjuk Freya dengan penuh emosi. "Kau yang Pela cur!" Ujar nya dengan muka merah padamnya.


"Jadi kamu siapanya suamiku, ku bilang pela cur, kamu nya marah."


"Dia suamiku, kami telah menikah." Sahut wanita itu dengan percaya dirinya.

__ADS_1


"Apa buktinya?" tantang freya.


Si wanita itu menatap manja Mahesa. Seolah ingin pembelaan.


"Sudah ya, kalau kamu gak suka lihat kami di sini. Ya sudah kamu boleh pergi dari rumah ini!" Ujar Mahesa pada Freya dengan malasnya. "Itu pintu terbuka lebar!' Mahesa menunjuk pintu utama.


"Hei tuan, aku bukan hewan yang seenaknya kamu usir. Orang tuamu datang baik baik melamarku di depan tokoh agama dan adat. Kalau kamu gak mau memperistri aku, kembalikan aku dengan baik baik." Jawab Freya tegas menatap Mahesa tak kalah sangar. Habis sudah kesabarannya


Hhuufft


"Kamu gak tau diri banget. Kamu tahu kan aku tak suka denganmu. Aku lakukan semua ini agar kau pergi dari hidupku!" Ketus Mahesa, ia menarik tangan kekasihnya masuk ke dalam kamar.


Brakk


Pintu tertutup. Freya sampai memegangi dadanya yang berdebar debar, karena ketakutan mendengar suara pintu yang ditutup kuat itu.


"Iiihhh...!" Freya menutup telinganya rapat rapat dengan tangannya. Suara suara aneh terdengar sudah dari dalam kamar, yang membuatnya kesal dan emosi. Ia tak punya harga diri dibuat manusia iblis tak tahu malu itu.


Freya tak tahan lagi. Ia pun akhirnya akan menggagalkan kelakuan sang suami yang akan berbuat zina. Ia akan masuk ke kamar itu. Dan disaat bersamaan, ia melihat sebuah raket nyamuk di tergeletak di ruang tamu. Ia ambil raket itu. Dengan penuh emosi, ia ketuk kamar sang suami. Tak ada yang respon, malah terdengar suara wanita itu cekikan geli dari dalam kamar.


Bruuggkk..


Pintu dibuka kasar oleh Freya. Sehingga membentur ke dinding kamar, dan menimbulkan suara bising.


"Aauuww... Matanya Freya silau melihat adegan fi hadapannya. Sang suami telah ditimpa oleh si wanita ja lang, yang kini hanya memakai dalaman. " Ya Tuhan...!" Teriak Freya dengan frustasinya. Wanita itu cukup terkejut, turun dari tubuh sang suami, yang juga hanya pakai dalaman.


"Keluar... Keluar kamu...!" teriak Freya menatap nanar si wanita yang tak ada rasa malu itu.

__ADS_1


Si wanita terlihat meminta perlindungan pada Mahesa. Yang kini sudah mengubah posisinya jadi terduduk.


"Kamu yang keluar dari kamar ini!" Tegas Mahesa dengan muka masamnya.


Freya tak mengindahkan ucapan Mahesa. Ia dekati si wanita ja lang.


Puukk..


Freya pukulkan raket nyamuk ke bokong si wanita.


"Aauuww... Sakit..!" Raket nyamuk itu menyetrum bokongnya.


"Hei.. Kau..!" Mahesa bangkit dari ranjang. Ingin memarahi Freya, tapi Freya tak tinggal diam. Ia tekan on raket nyamuk, berniat melindungi diri sebelum dapat serangan dari Mahesa.


Dan


"Auuuww.... Matikan.... Burungku kena setrum..!" teriak Mahesa, entah kenapa Freya malah memukulkan raket nyamuk itu kebagian perkakasnya sang suami.


"Aauuww...!" Freya terkejut akan kelakukan nya. Raket lepas dari tangan. Ia ngacir dari kamar itu. Bingung mau lari ke mana. Akhirnya ia putuskan lari ke luar saja. Karena jika ia bertahan do dalam, bisa bisa ia akan jadi tinggal nama.


"Ka, kamu... " Mahesa yang sudah ada di ruang tamu. Kesal sekesal kesalnya, melihat sang istri melarikan diri. "lihat lah, mampus Kamu..!" Mahesa meraih celana panjang nya dari kekasihnya. Ia pakai dengan terburu buru. Ia sampai terjungkal karena kakinya nyangkut di ujung celananya.


"Berhenti...!" Teriak Mahesa, mengejar Freya dalam keadaan telanjang dada. Rumah rumah penghuni komplek pada tutup. Mungkin sudah pada tidur, karena waktu sudah menunjukkan pukul 22.30 Wib.


***


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2