Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 4 S4


__ADS_3

Beberapa hari setelah itu Riga menjadi lebih overprotective pada Alfi. Ia tidak ingin Alfi mengulangi hal yang sama, bukan hanya Alfi yang harus menjaga diri nya tetapi ia sebagai suami juga wajib memberikan antisipasi agar tidak terjadi hal hal yang tidak ia inginkan.


Hari ini Riga akan keluar kota beberapa hari tanpa Alfi. Ada beberapa pekerjaan yang membuat Riga harus pergi walaupun sebenarnya ia tidak ingin. Kepergian nya selama beberapa hari pasti membuat rasa rindu nya pada istri tercinta sangat besar. Apalagi semenjak jatuh cinta pada Alfi, Riga tidak pernah berpisah dengan Alfi. Begitu juga dengan Alfi, ia seperti antara ikhlas tidak ikhlas melepaskan Riga, Alfi merasakan perasaan tidak enak pada kepergian Riga kali ini.


"Kamu benar-benar ingin pergi sayang," tanya Alfi.


"Iya sayang, maafkan aku ya," jawab Riga.


"Aku ikut ya," ucap Alfi.


"Tidak bisa sayang, kamu tidak boleh ikut, aku tidak lama hanya dua sampai tiga hari, jika bisa lebih cepat aku akan selesai kan lebih cepat," kata Riga.


"Kamu naik apa sayang," tanya Alfi.


"Jet pribadi agar lebih cepat, jika naik mobil akan lebih lama di perjalanan, aku ingin cepat cepat menyelesaikan semua nya," jawab Riga.


Sebelum berangkat Riga mencium setiap inci wajah istri nya. Ia ingin selalu mengingat semuanya saat jauh dari Alfi nanti.


"Setelah aku sampai aku akan langsung mengubungi mu," kata Riga.


"Iya, kamu hati hati." Alfi memeluk Riga dengan sangat erat.


"Iya sayang, aku pergi."


Sebelum pergi ke luar kota, ia harus ke kantor terlebih dahulu untuk berkumpul, karena memang ia tidak pergi sendiri. Ia pergi bersama tim dari beberapa perusahaan juga, tidak hanya perusahaan nya saja.


"Halo Riga," ucap Aldy.


"Hay, apa kabar," tanya Riga.


"Kabar ku sangat baik, lama tidak bertemu, aku bersyukur ada kau yang ikut dalam pekerjaan ini," ucap Riga.


"Hay Riga." Kalina dan Alena berjalan mendekati mereka berdua.


"Kenapa wanita itu ikut, aku harus lebih berhati hati pada mereka berdua" batin Riga.


Setelah semua orang berkumpul mereka langsung pergi meninggalkan perusahaan. Mereka hanya menempuh beberapa jam perjalanan naik jet pribadi. Di perjalanan mata Riga terus mengawasi Kalina dan Alena agar tidak berbuat yang tidak tidak pada nya.


"Kau kenapa," tanya Aldy.


"Tidak papa, aku hanya takut dengan dua wanita ular itu, mereka berdua cukup mengkhawatirkan," jawab Riga.

__ADS_1


"Mereka cantik, aku mau dengan nya," kata Aldy.


"Hahaha embat, aku akan membuat mu bisa menikmati mereka berdua," ucap Riga.


Jika Kalina dan Alena bermacam-macam. Riga sudah punya senjata untuk memberikan mereka berdua pelajaran.


Sesampainya di kota tersebut mereka semua langsung ke hotel untuk beristirahat. Sebelum masuk ke dalam kamar Riga mengumpulkan semua pelayan hotel serta manager hotel. Ia ingin mereka semua mengawasi Kalina dan Alena. Untuk saat ini berjaga-jaga lebih baik.


"Baik tuan," ucap mereka semua.


"Ingat jika ada sesuatu hal kalian langsung katakan pada ku, apapun itu yang menurut kalian sangat mencurigakan," ucap Riga.


"Iya tuan," saut mereka semua.


Riga tersenyum sambil pergi meninggalkan tempat itu, saat ini ia sudah merasa sangat aman.


"Kau kenapa si, seperti nya mereka sangat berbahaya bagi mu," ucap Aldy.


"Hahaha aku hanya berjaga jaga, aku tidak mau mereka merusak rumah tangga ku. Istri ku sangat cemburuan."


"Hahaha bagaimana tidak, pria tampan di lepaskan sendiri," ucap Aldy.


Mereka berdua pisah di depan pintu kamar, mereka tidak satu kamar bersama. Riga sengaja memilih kamar sendiri agar ia bisa bebas video call dengan istri nya.


"Bagus lah, aku sangat menunggu kabar dari mu. Kamu sudah makan," tanya Alfi.


"Belum, aku baru sampai nanti malam baru maka" jawab Riga.


"Ya sudah kamu istirahat dulu saja," kata Alfi.


"Tidak mau, sayang buka," rengek Riga.


"Tidak mau, ya sudah aku tutup dulu, aku sangat mengantuk." Alfi langsung mematikan sambungan telepon itu.


Riga mendengus kesal, ia mendapatkan apa yang ia inginkan. Seperti nya Alfi sedang bersedih karena ia tinggal di rumah.


Malam hari nya, Kalina dan Alena berjalan ke arah dapur yang sedia mempersiapkan makanan untuk makan malam mereka semua. Ia ingin memberikan sesuatu pada makanan Riga.


"Maaf nona kalian mau apa," tanya pelayan.


"Mana makanan nya, kami berdua ingin mengecek nya," jawab Kalina.

__ADS_1


"Tidak bisa nona," kata Pelayan.


"Sudah sana pergi." Alena mendorong pelayan itu pergi dari sana.


"Hahaha sudah cepat masukan," ucap Alena.


"Iya tunggu, aku yakin dengan obat ini dia tidak bisa menolak ku lagi," kata Kalina.


Kalina dan Alena sudah memberikan sesuatu di makanan itu. Mereka meminta agar pelayan memberikan makanan itu pada Riga, untuk memperlancar semua nya mereka memberikan uang sebagai pelicin.


Pelayan itu tidak mau mengambil resiko, ia langsung menghubungi Riga.


"Hmmm ada apa?"


"Nona memberikan sesuatu di makanan anda, mereka juga memberikan saya uang agar memberikan makanan itu pada anda," ucap pelayan.


"Kurang ngajar, sudah uang itu untuk mu dan berikan makanan itu pada Aldy saja. Mungkin obat perangsang yang mereka masukan," kata Riga.


Semua orang berkumpul di ruang makanan. Tak lama makanan datang dan mereka langsung menyantapnya dengan lahap.


"Makanan ku terasa aneh," bisik Aldy.


"Sudah makan saja nanti kau dapat enaknya," kata Riga.


Kalina dan Alena tersenyum melihat Riga makan dengan lahap, mereka yakin Riga memakan makanan mereka berikan obat perangsang.


Setelah selesai makan mereka kembali masuk ke dalam kamar. Tubuh Aldy sudah merasakan gerah yang luar biasa. Ia sangat membutuhkan wanita saat ini.


"Riga aku kenapa, aku butuh wanita," Aldy mengirim kan pesan pada Riga.


"Tunggu sebentar," Riga membalas pedan dari Aldy.


"Riga kamu memerlukan ku." Sebuah pesan dari nomor asing masuk ke dalam handphone Riga.


"Hahaha rasakan," ucap Riga.


"Iya aku membutuhkan mu, masuk ke dalam kamar ku, nomor 56 semua lampu mati, masuk saja karena tidak aku kunci." Riga membalas pesan itu.


Alena dan Kalina tersenyum mendengar itu mereka berdua langsung bersiap siap pergi ke kamar Riga.


"Matikan semua lampu, jangan kunci pintu mereka berdua akan masuk ke dalam. Jangan bersuara agar mereka tidak tau siapa kau," Riga mengirim pesan pada Aldy.

__ADS_1


"Baiklah." Dengan cepat Aldy langsung melakukan apa yang Riga perintahkan, ia sudah tidak tahan merasakan gerah di tubuh nya. Dua wanita akan membuat nya benar-benar puas kali ini.


Kalina dan Alena sudah sampai di kamar yang Riga katakan, semua nya sangat gelap sampai mereka berdua tidak bisa melihat apapun.


__ADS_2