Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 51


__ADS_3

"Riga apa yang ingin kau lakukan," tanya Alfi.


"Apa lagi, hmmmm aku seperti nya sudah siap," jawab Riga sambil mendekati bibir Alfi.


"Jangan Riga." Alfi memalingkan kepala nya.


"Apa yang jangan, aku ingin Alfi." Riga memalingkan kembali wajah Alfi ke arah nya.


"Ingin apa? ya aku janji tidak akan nakal lagi, sudah jangan lakukan ini," ucap Alfi.


"Apa kau bisa aku percaya, aku seperti tidak percaya pada mu Alfi," kata Riga.


"Aku janji, sudah ayo kita turun, aku yakin Nathan sudah menunggu kita, ini sudah Malam tidak enak pada nya."


Alfi berlari meninggalkan Riga, ia sangat takut jika Riga benar-benar ingin menganboxing nya, ntah benar atau tidak ia tetap takut jika Riga sudah seperti tadi.


"Nathan," teriak Alfi.


"Alfi sudah malam," kata Nathan.


"Kakek maaf," ucap Alfi yang baru sadar jika ada Warsa di sana.


"Dimana suami mu Alfi," tanya Warsa.


"Suami ku sedang di kamar," jawab Alfi.


"Teman nya datang tapi dia masih ada di kamar. Oh iya ini minuman untuk mu, minum lah," kata Warsa.

__ADS_1


"Apa ini kek? kenapa kakek repot repot membuat minuman ini untuk ku?"


"Sudah minum saja ini baik untuk kesuburan mu," kata Warsa.


Demi menghargai Warsa, Alfi mengambil minuman itu dan langsung meminumnya sampai habis tidak tersisa.


"Bagus Alfi minum sampai habis, cepat beri aku cucu yang tampan atau cantik," kata Nathan.


"Tidak kau tidak akan punya keponakan dengan cepat, aku tidak mau punya anak," ujar Riga sambil berjalan mendekat.


"Kau ya aku sudah tua, aku ingin punya cicit dari mu, terus apa guna nya kau punya burung kalau tidak kau gunakan dengan benar. Aku menyunat mu dengan mahal malah tidak kau gunakan," kata Warsa.


Alfi hanya terkekeh mendengar itu semua, otaknya langsung traveling saat Warsa mengatakan sunat, berarti milik suami nya sudah di lengkapi dengan helm.


"Kenapa kau," tanya Riga.


Riga dan Alfi duduk secara berdampingan, mereka berdua hanya diam mendengarkan celotehan dari Warsa tentang anak. Begitu juga dengan Nathan yang ikut menasehati mereka berdua.


Beberapa saat telah berlalu Alfi merasakan tubuh nya ada yang aneh. Terasa gerah yang tidak biasa nya ia rasakan pada malam hari. Beberapa kali ia mencoba mengubah posisi duduk nya tetapi tidak berpengaruh sedikit pun.


"Kenapa dengan ku," batin Alfi.


"Ada apa Alfi," tanya Nathan.


"Tidak papa, terasa gerah saja malam ini," jawab Alfi.


"Kau aneh, gerah bagaimana aku saja kedinginan," kata Riga.

__ADS_1


"Riga bisa kah berkata lembut pada istri mu, kau sangat kasar," ujar Warsa.


Ntah kenapa Alfi merasa ingin mendekati Riga, tanpa sadar Alfi sudah memeluk Riga dari samping. Tangan nya berada di perut Riga, sedangkan kepala nya bersandar di lengan Riga. Riga yang di perlakukan seperti itu oleh Alfi benar-benar sangat senang, ini yang selama ini Riga inginkan. Mendapatkan pelukan Alfi tanpa diam diam.


"Kau kenapa," tanya Riga yang merasakan tubuh Alfi terasa hangat.


"Aku ingin ke kamar saja," jawab Alfi sambil berjalan pergi dari tempat itu.


"Mau kemana istri mu," tanya Nathan.


"Kata nya ke kamar," jawab Riga.


"Susul sana, kau tidak takut Alfi kalau video call dengan Daniel," kata Nathan.


"Nathan jangan membuat ku overthinking," ucap Riga.


"Aku hanya mengatakan hal yang sesungguhnya, jangan biarkan pria lain mendekati istri mu."


Dengan cepat Riga langsung berlari dari tempat itu, tidak ada satu pun pria yang boleh mendekati Alfi, Alfi harga mati untuk nya.


"Bagus Nathan," kata Warsa.


"Dari mana kakek mendapatkan obat itu," tanya Nathan.


"Aku sudah membeli nya, untung saja kau datang, jadi semua nya berjalan dengan sempurna, jika aku memberikan pada Riga, Riga pasti bisa mengatasi semuanya, tapi kalau pada Alfi mana mungkin Riga bisa menolak Alfi," jawab Warsa.


Riga masuk ke dalam kamar nya, tiba-tiba ia mendapatkan pelukan hangat dari Alfi, tangan Alfi jika mengusap ngusap dada bidang nya, hal itu sangat mengejutkan Riga.

__ADS_1


__ADS_2