
"Selamat pagi," ucap Warsa.
"Pagi," saut Riga yang langsung menghentikan aktivitas nya.
"Kau tampak sedang sangat sibuk ya," kata Warsa.
"Begitu lah, sudah berbeda minggu ini pekerjaan ku sangat banyak, harus keluar kota juga, tidak ada waktu untuk bersantai," ucap Riga.
"Duduk di sofa, ada yang ingin aku tanyakan."
Riga bangkit dari tempat nya, ia sudah mulai tau apa yang akan kakek nya tanyakan. Saat pantat nya baru menempel di atas sofa. Alfi terlihat masuk ke dalam ruangan nya.
"Permisi," ucap Alfi.
"Sini Alfi," kata Warsa.
Sambil menundukkan Kepala nya Alfi berjalan mendekati mereka berdua. Jika berada di hadapan Warsa ntah kenapa Alfi merasa sangat gugup.
"Ada apa kek," tanya Riga.
"Ada yang ingin aku tanyakan, bagaimana dengan kalian berdua?"
"Kami berdua tidak papa, tidak ada hal yang di khawatir kan," ujar Alfi.
Riga membuang nafas nya dengan kasar, ia tau apa yang di maksud kakek nya.
__ADS_1
"Kami tidak memiliki perasaan satu sama lain kek, jadi sudah hentikan saja perjodohan ini," kata Riga.
"Kau yakin Riga? bagaimana dengan mu Alfi?"
"Sama dengan Riga, saya juga tidak ada perasaan apapun. Jujur saya sudah ingin pulang ke rumah, saya sudah sangat merindukan rumah dan ayah," kata Alfi.
"Kakek dengar, perjodohan ini memang gila, aku tidak mungkin bisa jatuh cinta dengan perjodohan ini. Kasihan Alfi, dia sudah sangat merindukan keluarga nya, sedangkan apa yang kakek lakukan, memaksa dua orang yang tidak saling mencintai bersama."
Warsa bingung harus bagaimana, jika di lihat Alfi memang sudah sangat merindukan keluarga nya, ia juga seperti tidak ada rasa sedikit pun pada Riga. Tetapi saat ia melihat Riga, seperti ada yang berbeda dengan anak itu. Bukan Warsa nama nya jika tidak mempunyai sebuah ide.
"Ya sudah minggu ini kalian terakhir bersama, manfaat hari terkahir kalian berdua sebelum kalian berpisah dan tidak akan pernah bertemu lagi. Untuk Riga, hmmm kau harus keluar kota lagi, di rumah juga tidak ada yang kau lakukan," ucap Warsa.
"Iya kek," ucap mereka berdua.
Warsa pergi meninggalkan ruangan itu, meninggalkan Riga dan Alfi bersama, mereka berdua juga belum bergerak dari sofa. Riga melihat ke arah Alfi, sudah cukup lama mereka berdua tidak duduk bersama seperti ini.
"Kamu benar-benar tidak menyukai saya, saya langsung di usir pergi," jawab Alfi.
"Bukan seperti itu, jika beberapa hari kedepan aku tidak bisa mengantarkan mu, aku harus keluar kota lagi."
"Saya pergi di hari rabu, kamu tidak perlu mengantarkan saya," kata Alfi.
"Kau yakin, nanti kakek mu tidak marah pada ku," tanya Riga.
"Yakin, untuk apa kakek saya marah pada mu, kan perjodohan ini sudah batal," jawab Alfi.
__ADS_1
"Oh ya sudah, jika mau pergi pergi saja, kamu tidak perlu memberikan ku kabar," kata Riga.
"Iya, saya permisi dulu, ada pekerjaan yang harus saya lakukan," ucap Alfi.
Alfi pergi meninggalkan ruangan Riga, ia sudah tidak sabar untuk menyelesaikan semua nya. Riga menatap kepergian Alfi, ia merasa ada yang aneh saat Alfi menutup pintu ruangannya.
"Sudah aku katakan, jangan berbicara dengan nya, jadi nya seperti ini kan," batin Riga.
Beberapa hari setelah keputusan itu. Pagi hari nya Riga sudah harus pergi ke luar kota, ini terkahir kali nya ia melihat Alfi tidur di sofa kamar nya Sebelum ke kamar mandi, Riga menyempatkan diri untuk melihat Alfi yang tengah tertidur, wajah teduh Alfi membuat Riga sedikit tersenyum. Sebelum yang punya wajah bangun Riga memutuskan untuk langsung ke kamar mandi.
Setelah semua nya selesai, Riga langsung ingin pergi meninggalkan kamar nya. Seperti tadi biar kembali menatap wajah Alfi yang masih tidur, tangan nya bergerak mengusap wajah Alfi yang sedikit tertutup rambut.
"Aku gadis yang baik, kau pasti mendapatkan pria yang baik juga." Riga membalik badan nya dan langsung pergi meninggalkan Alfi.
Tak lama Alfi terbangun dari tidur nya, ia seperti merasakan ada tangan yang mengusap wajah nya. Ia melihat ke arah ranjang dan sudah tidak ada Riga di sana. Alfi berlari ke arah balkon rumah, mata nya langsung tertuju pada Riga yang masuk ke dalam mobil.
"Dia bakan tidak memberikan ku perpisahan," batin Alfi dan kembali masuk ke dalam kamar.
Alfi mengemasi barang barang nya, ia tidak mau ada satu pun barang yang tertinggal di kamar itu. Setelah selesai berkemas ia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya. Nathan sudah tiba di rumah Riga, ia ingin mengantarkan Alfi ke stasiun kereta, Alfi tidak meminta nya dan bahkan tidak memberitahu Nathan jika ia akan pergi Nathan tau dari Riga yang meminta Nathan untuk mengantarkan Alfi.
"Sudah siap, bye bye kamar," ucap Alfi.
Saat keluar dari lift. Alfi sudah di sambut oleh Sarah dan Selena yang sangat senang atas kepergian Alfi, mereka berdua sudah tidak sabar melihat Alfi pergi meninggalkan rumah ini.
"Bye bye gadis kampung," kata Sarah.
__ADS_1
"Hahaha aku sudah katakan, kakak ku tidak mungkin mau dengan mu," ucap Selena.
Alfi enggan menanggapi mereka berdua, ia memilih langsung pergi melalui mereka berdua.