
Alfi berjalan mendekati Nathan yang sedang di depan mobil mewah nya. Dari kejatuhan saja Alfi bisa mengerti jika Nathan bukan dari keluarga sembarangan. Ia sudah pernah berkeliling dunia bersama dengan kakek nya, menilai seseorang dari penampilan nya bukan hal yang sulit bagi Alfi.
"Alfi, aku sudah panas menunggu," kata Nathan.
"Kenapa tidak masuk saja," tanya Alfi.
"Aku menunggu mu," jawab Nathan.
"Seharusnya tidak perlu menunggu ku, ayo masuk," kata Alfi.
"Tunggu, aku sedang menunggu pesanan, aku lupa membawa makanan untuk Riga," ucap Nathan.
"Untuk apa membawa makanan, jangan Repot-repot," kata Alfi.
"Aku tidak repot ku, kan aku beli dari luar bukan memasaknya." Nathan menatap mata Alfi, ia rasa ia mulai merasakan perasaan aneh pada Alfi.
Sudah cukup lama Kalina di depan pintu kamar Riga, tetapi Riga tida kunjung membuka pintu untuk nya, ia sudah berulang kali mengetuk pintu kamar itu tetapi Riga juga tidak membuka pintu kamar nya. Riga benar-benar malas bertemu dengan Kalina yang sudah pasti akan merusak mood nya.
"Ah kenapa Riga tidak membuka pintu kamar nya si, aku masuk saja kali ya, tapi kalau langsung masuk Riga pasti akan mengamuk," batin Kalina.
Tak lama Alfi dan Nathan juga sudah berada di depan pintu kamar Riga. Mereka berdua melirik ke arah Kalina yang masih setia berada di sana, Alfi yakin Riga enggan membuka pintu kamar nya, ternyata selain diri nya ada orang yang lebih Riga benci.
"Kenapa di sini? tidak bisa masuk?" suara Alfi terdengar meledak Kalina.
"Tidak, aku hanya menunggu kalian," kata Kalina.
"Home menunggu kami, sudah ayo masuk." Nathan membuka Handel pintu dan masuk ke dalam, diikuti Alfi dan Kalina.
__ADS_1
"Riga kau tidak papa kan," tanya Nathan.
"Jangan lebay, aku tidak papa," jawab Riga.
Kalina cukup terkejut melihat Riga yang terluka, ia tidak tau jika Riga habis kecelakaan. Tidak ada yang memberitahu nya sedikit pun. Sebenarnya bukan hanya Kalina, mamah dah sepupu Riga juga tidak tau apa yang terjadi pada Riga.
"Riga kamu sakit, kenapa tidak memberitahu ku," tanya Kalina.
"Apa penting untuk mu," jawab Riga.
"Mau minum apa? aku akan membuat nya," ujar Alfi.
"Jus, buatkan aku jus," kata Kalina.
"Tidak perlu, mereka tidak perlu minum." Riga memberikan tatapan pada Alfi, ia ingin Alfi membawa Kalina pergi dari kamar nya.
"Apa," tanya Alfi.
"Eh maaf," ucap Alfi.
"Kalina ikut saya."
"Mau kemana?"
"Ikut saja, kau mau tau hal penting tidak." Alfi berjalan keluar dari kamar.
"Pergi lah, Alfi memanggil mu," kata Riga.
__ADS_1
"Iya." Kalina ikut pergi menyusul Alfi.
Nathan melirik ke arah Riga, dari perubahan tingkah Nathan dari yang kemarin dan sekarang, ia yakin ada perkembangan dari hubungan Alfi dan Riga.
"Bagaimana dengan Alfi," tanya Nathan.
"Bagaimana apa nya, jika bertanya yang jelas." Jika Nathan sudah membahas tentang Alfi rasa nya Riga ingin marah pada Nathan, perasaan nya sangat sensitif seperti seorang wanita yang sedang PMS.
Nathan menahan tawa nya, ia kembali memancing Riga agar ia tau perasaan Riga sesungguhnya. "Ah kau seperti tidak tau saja maksud ku, bagaimana hubungan mu dengan nya, apa sudah lebih baik atau tidak. Kalau tidak aku benar-benar akan mendekati nya."
"Aku dan diri nya masih sama, tidak ada perubahan. Kau boleh mendekati nya tetapi setelah perjanjian ku dan diri nya selesai. Hampir semua orang di perusahaan tau jika Alfi tunangan ku, jika mereka melihat mu dengan Alfi berduaan nama ku dan perusahaan akan jelek," kata Riga.
"Oh seperti itu, tapi sayang nya aku tidak bodoh. Hey kau lupa aku dari mana, aku bisa membawa Alfi kemanapun tanpa sepengetahuan orang perusahaan mu, jadi jika hanya pendekatan aku bisa lakukan kapan saja, setelah perjodohan mu batal, aku baru akan menikah dengan nya," ucap Nathan.
"Tidak aku tidak mau seperti itu, kau tidak menghargai teman mu, kau tidak menghargai perasaan ku," tanya Riga.
"Menghargai perasaan apa? jadi kau sudah punya perasaan pada nya, oh kau sudah jatuh cinta pada nya," tanya Nathan.
"Tidak bodoh, sudahlah terserah mu, aku tidak peduli," jawab Riga.
Riga dian sambil memalingkan wajahnya ke arah lain, ia malas membiarkan Alfi bersama dengan Nathan, Nathan sangat pintar membuat nya terjebak.
"Menurut mu Alfi cocok dengan ku tidak ya," tanya Riga.
"Tidak, Alfi lebih tua dari mu," jawab Riga.
"Ah tidak papa, aku tidak masalah," kata Nathan.
__ADS_1
"Alfi sudah mempunyai seseorang di hati nya," ucap Riga.
"Apa! jadi ini yang membuat mu seperti ini," tanya Nathan.