Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 109 S2


__ADS_3

"Apa yang kau kirim itu." Ivan langsung membalas pesan dari Alvaro, tetapi ia belum melihat nya.


"Video yang kau minta."


"Hah coba aku lihat dulu, kau sangat luar biasa baik. Nanti saat malam pertama ku aku akan mengirimkan juga pada mu," kata Ivan yang benar-benar sangat senang. Ia tidak pernah berpikir jika Alvaro langsung melakukan hal itu, padahal ia tidak pernah berpacaran tetapi langsung tau saja masalah seperti ini.


Ivan membuka video itu matanya terbelalak saat tau isi video itu. Sepupunya ini memang terlalu polos sampai tidak tahu video apa yang ia inginkan. Isi video itu hanya Alvaro yang sedang berganti baju, setelah itu tidur sejenak.


"Kau gila Alvaro." Ivan benar-benar sangat kesal pada Alvaro. Ekspetasi tentang Alvaro terlalu tinggi. Alvaro tidak sepintar yang ia kira.


"Apa salahku? aku hanya mengirim video yang kau minta." Alvaro benar-benar tidak tau kenapa Ivan malah marah ke pada nya.


"Bukan video itu yang aku maksud alvaro."


"Jadi salah ya mana ku tau."


"Sudahlah nanti kita membahasnya di rumah saja." Jika membahas nya di chat seperti ini pun Alvaro juga tidak akan mengerti.


"Oh iya aku tidak tinggal di rumahmu lagi."


"Terus kalo akan pindah ke mana, jangan bilang kau tidak jadi pindah ke kota?"


"Aku jadi pindah besok aku akan berangkat, tetapi aku tidak tinggal di rumahmu lagi, aku akan menyewa apartemen."


"Oh begitu, tapi kau ke rumahku dulu kan tidak mungkin langsung ke apartemen."


"Ya pasti aku harus membereskan semua barang-barang ku, setelah itu baru aku akan pergi lagi pula aku juga belum mempunyai apartemen."


"Kau perlu bantuan ku tidak?"


"Nah iya aku mau iya aku memerlukan ya. Tolong carikan aku apartemen yang sesuai dengan ku, kau tau sendiri kan suaraku bagaimana."


"Iya aku akan mencarikannya di pusat kota bukan."


"Pintar sekali oke aku aku harus pergi. Jika pulang aku akan memberikanmu kabar."


"Ya sudah aku juga akan mencari apapun untukmu."

__ADS_1


Melanie telah selesai menyiapkan pakaian alvaro, setelah semuanya siap mereka pun langsung berangkat. Di bawah sudah ada riga dan Alfi yang menunggu mereka berdua.


"Sudah siap alvaro," tanya Riga.


"Sudah dong dad. Aku sudah tidak sabar ingin mandi," jawab Alvaro.


"Apa tempatnya jauh melanie," tanya Alfi.


"Tidaklah mungkin hanya beberapa menit dari sini, apa mama tau jembatan merah. Di sana di tempat yang bagus untuk mandi sungai. Sekarang lebih terawat dan lebih indah saja.".


"Iya mama sangat mengingatnya mama pernah ke sana juga dulu. Tapi mungkin sekarang tepatnya pasti sudah berbeda."


Karena kaki alvaro belum benar-benar sembuh yang menyetir mobil tersebut adalah Riga. Mata Riga tertuju pada mobil yang sudah rusak dan pos satpam yang hancur. Itu semua bukan tak lain karena ulah alvaro.


"Bagaimana kakek kamu tidak marah lihat apa yang kau lakukan alvaro," ucap Riga. Ia baru sabar jika kerusakan nya begitu parah. Ia cukup bersyukur Alvaro tidak sampai kenapa napa.


"Ya aku kan tidak sengaja, lagi pula saat itu aku sedang dalam kondisi mabuk, jadi jangan salahkan aku salah kan pagarnya kenapa di depan mobil aku."


"Sayang dia benda mati, bagaimana mungkin bisa di salahkan," ujar Alfi.


"Mamah aku tidak salah, berarti satpam itu. Kenapa tidak membuka pintu pagar nya."


"Tenang dad nyawaku ada 1000, jadi semua nya akan baik baik saja," kata Alvaro.


"Ya kau kan iblis, bagaimana bisa mati." Bisik Melanie.


"Diam kau setan, oh iya kau membawa pakaian ganti kan, kau akan ikut mandi dengan ku," bisik Alvaro.


"Aku membawa nya, kita lomba berenang Alvaro."


"Siapa takut." Alvaro tersenyum punya banyak arti.


Riga yang melihat anak dan menantu nya saling berbisik hanya bisa tersenyum tipis. Riga yakin cepat atau lambat mereka berdua pasti akan saling mencintai.


Tak lama mereka pun sampai di jembatan merah yang Melanie katakan. Dari jembatan itu mereka dapat melihat pemandangan yang sangat indah. Dan lokasi pemandian yang memang cukup sepi tetapi terlihat cukup nyaman. Riga membawa mobil itu ke jalan tempat lokasi pemandian.


Sesampainya di sana mereka berempat pun langsung turun dari dalam mobil. Alvaro terlihat sangat senang melihat betapa indah nya tempat itu. Alvaro sebelumnya tidak pernah melihat pemandian seperti ini. Waktu masa kecilnya ia habiskan di kota. Saat diajak ke tempat ini ya tidak pernah mau karena menurut alvaro tempat seperti ini tidak ada enak nya.

__ADS_1


"Ya di atas sana ada air terjun ini sangat indah," kata Melanie. Melanie sudah tau betul betul tempat ini.


"Aku ingin ke sana," kata Alvaro.


"Bagaimana Melanie apakah kita bisa ke sana," tanya Riga.


"Bisa yah hanya memerlukan beberapa menit berjalan kaki."


"Kau kuat alvaro," tanya Alfi


"Apa perjalanannya terjal," tanya Alvaro.


"Tidak, jalannya sudah bagus tidak perlu mengeluarkan energi ekstra untuk naik atas sana."


"Apa mamah pernah ke sana," tanya Melanie.


"Belum pernah, sepertinya mama pernah mendengarnya. Mungkin dulu belum terlalu ke expose."


Mereka berempat pun berjalan ke arah terjun yang Melanie katakan. Jika melihat air terjun Alvaro sudah melihat nya, ia pernah berkunjung ke Kanada untuk melihat air terjun terbesar terbesar kedua di dunia. Air Terjun Niagara adalah kumpulan dari tiga air terjun yang terletak di Ngarai Niagara yang berlokasi di perbatasan antara Ontario, Kanada, dan negara bagian New York, Amerika Serikat


"Apa sama seperti yang di kanada," tanya Alvaro.


"Air terjun niagara maksudmu?"


"Iya aku pernah ke sana dan itu sangat luar biasa," kata Alvaro.


"Berbeda alvaro ini hanya seperti air terjun biasa," ucap Melanie.


Tidak memerlukan waktu yang lama mereka pun sampai di air terjun itu. Mata mereka berempat dimanjakan dengan pemandangan yang sangat indah. Udara di tempat itu juga terasa sangat menyegarkan. Alvaro sudah tidak sabar masuk ke dalam sana apalagi saat melihat air yang begitu jernih dengan air terjun yang tidak terlalu deras dan tinggi. Sangat cocok dijadikan tempat pemandian.



"Ini sangat luar biasa."


"Kau benar alvaro ini sangat luar biasa."


"Melanie siapkan apa yang aku minta tadi aku ingin mandi sekarang juga."

__ADS_1


Alvaro melupakan segalanya dan langsung masuk ke dalam air dan sangat jernih itu. Begitu juga dengan Riga, iya tidak mau kalah dengan anaknya. Mereka berdua langsung berlari masuk ke dalam air terjun itu.


Sedangkan melanie memotong buah-buahan yang memang Alvaro minta tadi. Jika tidak diturutin Alvaro bisa ngeromet tidak jelas.


__ADS_2