
Setelah tau semuanya. Melanie tidak membiarkan Alvaro sedikit pun. Ia menempel seperti kangguru pada induknya. Alvaro sampai heran dengan perbedaan Melanie yang begitu terasa.
"Hey kau kenapa," tanya Alvaro.
"Dia wanita yang pernah kau suka bukan? jangan gatal," jawab Melanie.
"Hahaha aku masih tertarik dengan nya."
Melanie mencubit perut Melanie dengan kuat. "Jangan macam macam."
"Hahaha iya iya, kau juga tidak boleh dekat dengan Pactrik, seperti nya dia suka pada mu," kata Alvaro
Melanie diam seketika, apa yang Alvaro katakan menunjukan arti jika Alvaro tidak tau jika Pactrik mantan nya.
"Jangan berpikir aku tidak tau semua, kau masih mencintai nya dah begitu juga dengan dia," batin Alvaro.
Perjalanan dari pusat kota ke Bali tidak memerlukan waktu yang lama. Hanya beberapa jam saja, sesampainya di Bali mereka langsung ke hotel untuk meletakkan semua barang barang yang mereka bawa.
"Ini kamar kita sayang," tanya Melanie.
"Siapa kau memanggil ku sayang," tanya Alvaro.
"Oh setelah bertemu dengan si kekasih itu, kau melupakan ku, kau melupakan orang yang setiap hari kau goyang?"
"Hahaha oh iya, kau yang aku goyang, maafkan aku sayang, tapi aku tidak percaya sebelum kau menunjukan bukti nya," kata Alvaro.
"Bukti apa Al, sudah ah aku malas bermain main," kata Melanie.
"Sayang, aku sedang tidak bermain main, ayolah," ucap Alvaro.
"Apa yang kau inginkan," tanya Melanie.
"Hahaha diri mu lah, apa lagi," jawab Alvaro.
"Hanya itu," tanya Melanie.
"Iya sayang, masih ada waktu satu sampai 2 jam lagi, kita bisa memanfaatkan nya dengan sangat baik," jawab Alvaro.
__ADS_1
"Satu sampai dua jam, kau pikir permainan mu sebentar, tidak ah nanti malam saja, belum lagi beres beres," kata Melanie.
Alvaro mengambil handphone nya, ia ingin semua jadwal mundur sampai nanti malam.
"Aku mau apa? kenapa harus nanti malam?"
"Kau sibuk saja, ini urusan ku, jangan ikut campur. Istri ku meminta kepuasan batin, sebagai suami yang baik aku harus memberikan yang aku mau." Alvaro mematikan sambungan telepon itu.
"Sial, seharusnya aku yang di sana, seharusnya aku yang bersenang-senang dengan Melanie, bukan kau Al," ucap Pactrik dengan penuh emosi.
Alvaro mendekati Melanie yang sedang berberes, memang sesekali Pactrik harus diberikannya pelajaran agar tidak macam macam dengan nya. Ia sangat sadar sedari tadi Pactrik melirik istri nya, ia sebagai suami sangat tidak terima itu.
Alvaro meletakan handphone nya dengan mengarahkan nya ke ranjang, sudah pasti ia ingin membuat koleksi video nya. Ia juga akan membuat Pactrik bungkam dengan video itu.
"Sayang." Teriak Melanie saat tiba tiba Alvaro menggendong nya ke ranjang.
"Ada apa," tanya Alvaro.
"Kamu mau apa? aku sedang berberes sayang," ucap Melanie.
"Hahaha aku ingin diri mu, apa anak ku sudah tumbuh di dalam sana," tanya Alvaro.
"Apa benar, kau menantang ku, janji tidak akan menangis?"
"Hahaha tidak tidak aku bercanda, sayang coba satu hari saja tanpa meminta jahat, aku lemas, belum lagi kalau kamu main benar-benar membuat ku berkeringat."
"Hahaha ya sudah, hmmm seperti nya Bella mau main dengan ku." Alvaro ingin bangkit dari tepat nya.
"Sayang." Melanie kembali menarik Alvaro, mana mungkin ia membiarkan suaminya main dengan wanita lain.
"Ada apa? jangan membuang waktu ku."
"Jangan begitu, janji tidak sampai perih," tanya Melanie.
"Janji tidak berteriak memanggil nama ku?".
Wajah Melanie mendadak memerah seketika, ia sangat malu dengan ucapan Alvaro. Memang jika sudah mendekati titik puncak nya. Melanie seperti lupa diri, ia pasti berteriak memanggil Alvaro, terkadang sampai mencakar punggung Alvaro.
__ADS_1
"Wajah mu memerah, berarti kamu suka kan," tanya Alvaro.
"Tidak," elak Melanie.
Walaupun Melanie berusaha untuk menghindar tetap saja pada Akhir nya ia menjadi santapan hangat Alvaro. Alvaro mendapatkan makan siang yang sangat luar biasa hari ini.
Setelah kembali menanam benih nya. Alvaro memeluk Melanie dari belakang. Mereka berdua masih berusaha mengatur nafas yang masih berantakan. Alvaro sangat puas dengan apa yang Melanie miliki begitu juga dengan Melanie yang sangat puas dengan pelayanan dari Alvaro.
"Lain kali lebih aktif lagi, jangan diam seperti batang pisang," ucap Alvaro.
"Diam, aku mengantuk."
"Kebiasaan setelah enak ingin tidur." Alvaro mengambil handphone nya dan melihat hasil rekaman yang sangat panjang itu.
Ia mengambil beberapa part yang tidak mencolok. Tetapi menunjukkan jika Melanie benar-benar menikmati permainan nya. Setelah menemukan part yang tepat Alvaro sengaja mengirimkan nya pada Pactrik.
"Bagus, untung saja aku tida membuka pakaian nya, jadi tubuh nya tidak terlihat dengan jelas." Alvaro tersenyum sangat senang.
Part yang Alvaro kirim saat Melanie akan sampai di puncak nya, teriakan namanya terdengar sangat jelas. Ia ingin membuat Pactrik berhenti mengincar istri nya, ia masih berbaik hati tidak menghabisi Pactrik secara langsung.
"Apa ini." Pactrik membuka video yang Alvaro kirim. Mata nya terbelalak melihat video itu.
Sakit benar-benar Pactrik rasakan, ia yakin Alvaro sengaja mengirim nya.
"Apa itu al, kau gila???"
Alvaro kembali tersenyum melihat balasan dari Pactrik, ia yakin pasti hati Pactrik sangat hancur melihat semuanya.
"Eh maaf, aku akan menarik nya, aku ingin mengirimkan pada Ivan."
"Kau gila, itu privasi mu, kenapa kau mengirimkan nya pada orang lain."
"Terserah ku, itu hak ku. Aku sudah meminta maaf dan menarik nya."
Nathan membuang handphone nya ke atas ranjang. Setelah melihat video itu perasaan Pactrik benar-benar sangat kacau, ia tidak bisa melihat Melanie seperti itu. Melanie milik nya hanya milik nya, tidak ada yang boleh membuat Melanie berteriak memanggil nama orang lain. Hanya itu yang ada di dalam otak Pactrik.
"Oke jika itu mau mu, kita berperang secara nyata, kau pikir aku takut dengan mu, tentu tidak Alvaro," ucap Pactrik.
__ADS_1
Pactrik juga yakin ada hal yang membuat Alvaro seperti ini pada nya. Memang belakangan ini sifat Alvaro sangat berbeda pada nya.