Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 82


__ADS_3

Setelah selesai mandi mereka masuk ke dalam kamar masing-masing untuk berganti pakaian. Nathan membawa Marcel ke dalam kamar nya meskipun Marcel ingin ikut dengan Alfi. Ia tidak enak pada Alfi dan Riga karena Marcel tanggung jawab nya.


"Apa paman itu galak pada mu," tanya Nathan.


"Tidak," jawab Marcel.


"Bagus, kau jangan nakal pada nya, nanti kau bisa di makan oleh nya," kata Nathan.


"Ayah," rengek Marcel.


"Ayah mu di rumah, ingat tadi sudah janji tidak akan menangis. Di sini saja dengan paman." Nathan membawa Marcel ke atas ranjang dan memeluk nya agar Marcel tertidur. Wajah Marcel 80 persen memang mirip dengan Calvin tetapi sifat nya jauh berbeda. Marcel lebih mewarisi sifat Nila yang tidak cengeng dan mandiri.


Di kamar lain. Riga sudah sangat gatal ingin meminta bantuan Alfi, tetapi ia bingung bagaimana mengatakan nya, ia tidak mau membuat Alfi marah pada nya. Bapak bucin ini sangat takut jika istri nya marah ke pada nya.


"Sayang," Riga memeluk Alfi dari belakang.


"Hmmm ada apa, kamu ingin apa," tanya Alfi.


"Aku ingin anu, itu sayang anu. Kamu tau kan," jawab Riga.


Alfi membalik tubuh nya, ia mendekati bibir Riga sambil tersenyum. Riga langsung mangap menyambut bibir Alfi tetapi Alfi malah kembali menjauhkan bibir nya.

__ADS_1


"Hahaha siapa yang ingin mencium mu," kata Alfi.


Riga cukup kesal akan hal itu, ia langsung menarik Alfi dan mencium bibir Alfi dengan sangat agresif. Tak lama Alfi membalas ciuman itu sambil memejamkan mata nya, bibir tipis Riga membuat Alfi tergila-gila.


Mereka berdua sudah berada di atas ranjang, mereka berdua lupa jika salah satu dari mereka sedang tidak bisa melakukan nya. Saat ingin membuka bagian bawa sana Riga terkejut ada roti bantal yang menghalangi.


"Ah sayang kamu belum selesai," tanya Riga.


"Aku lupa maaf," jawab Alfi.


"Jadi bagaimana sudah tegang ni."


Alfi memberikan kode agar Riga ke kamar mandi. Riga salah menangkap kode itu, ia bangkit dari atas kasur sambil menggendong Alfi.


"Bantu aku sayang, aku tidak bisa menidurkan nya sendiri," jawab Riga.


Alfi mengerutkan dahi nya, ia tau apa yang Riga inginkan, meskipun tidak suka Alfi merasa harus tetap melakukan nya ia tidak mau membuat suami nya kecewa dan berpaling ke lain hati.


Malam hari nya, Nathan dan yang lainnya sudah siap untuk pergi. Mereka berempat pergi meninggalkan hotel pada pukul 8 malam, kemungkinan besar akan sampai pada pukul 10 malam jika tidak ada halangan. Riga mengambil beberapa bukti agar mudah bertemu dengan ayah nya. Ia takut ayah nya tidak mengakui nya sebagai anak.


2 Jam berlalu mereka sampai di sebuah rumah yang sangat besar yang tidak jauh dari pantai, angin laut yang kuat terasa dingin di tubuh mereka semua. Nathan memastikan kembali apakah benar ini alamat yang daddy nya maksud.

__ADS_1


"Bagaimana apakah benar," tanya Riga.


"Ya benar," jawab Nathan.


Riga berjalan mendekati satpam yang berjaga, mereka menatap wajah Riga yang cukup mirip dengan tuan mereka.


"Apakah tuan Varo adalah di dalam," tanya Riga.


"Apakah anda sudah ada janji?"


Riga menunjukan bukti yang ia bawa, dengan cepat Riga dan yang lainnya langsung di perbolehkan masuk ke dalam rumah. Riga cukup senang melihat rumah ayah nya yang sangat besar, itu tanda nya ayah nya hidup dengan bahagia.


Mata Riga terbelalak saat melihat Varo sedang bermesraan dengan ketiga istri nya, begitu juga dengan yang lainnya, dengan cepat Nathan menutup wajah Marcel pakai tangan nya.


"Ayah," ucap Riga.


Varo langsung menatap ke arah Riga begitu juga dengan ketiga istri nya. Satu istri yang sedang di atas tubuh Varo langsung turun. Varo mendekati Riga yang masih terdiam, mereka berdua sama sama diam membisu saling menatap satu sama lain.


"Kau siapa, ayah?" tanya Varo.


"Aku Riga," jawab nya.

__ADS_1


"Aku tidak punya anak yang bernama Riga," kata Varo.


__ADS_2