
"Lucas bagaimana ini"
"Semua keputusan ada di tangan anak ku, jika dia ingin berpisah aku bisa apa. Dia sudah mengembalikan semua nya kan."
"Tidak bisa ini tidak ada di dalam Perjanjian kita, kalian sangat licik."
"Paman lihat cek itu, bertuliskan apa? keluarga Vins, paman kenal dengan mereka kan. Bagaimana masih ingin bermain main dengan ku. Mulai besok aku akan mengurus perceraian ini, Karina aku mentalak mu. Hahaha aku akan hidup bahagia dengan istri ku." Aldy pergi meninggalkan tempat itu Beban di pundak nya sudah lepas, tidak ada lagi yang membebani otak nya saat ini.
"Akhirnya aku bisa lepas dari semua ini, aku dapat mempertahankan rumah tangga ku dengan Putri. Jika sudah jodoh memang tidak akan kemana," kata Aldy.
Keesokan harinya. Roger dan Putri akan bertemu di sebuah mall. Putri masih menunggu suami nya pergi dari rumah, tidak biasa nya Aldy belum bersiap siap jam segini. Biasanya pagi sekali Aldy sudah pergi meninggalkan rumah.
"Sayang kamu tidak kerja," tanya Putri.
"Tidak, tapi nanti jam 9 aku akan pergi, tolong siapkan pakaian ku ya," jawab Aldy.
"Kamu kenapa si, sedari kemarin terlihat sangat bahagia, senyum senyum sendiri, hahaha kamu sedang mendapatkan rezeki," tanya Putri.
"Rezeki terbesar ku adalah kamu sayang, hahaha sudah aku ingin mandi dulu, siapkan pakaian ku. Dan makan pagi ku." Aldy bergerak dari atas ranjang menuju ke kamar mandi.
Putri menatap kepergian Aldy, sedari pulang tadi malam Aldy memang tampak berbeda dari sebelumnya.
"Aneh," ucap Putri sambil berjalan masuk ke ruang ganti.
Setelah kepergian Aldy, baru lah Putri bersiap siap. Ia masih bingung harus menggunakan apa ke mall itu, menggunakan kendaraan online juga tidak bisa masuk ke dalam komplek ini. Karena benar-benar ingin bertemu dengan Roger, Putri memutuskan berjalan kaki keluar untuk dari dalam komplek. Setelah itu ia memesan taksi di pinggir jalan.
Di rumah Riga Roger juga sedang bersiap siap. Sebelum pergi ia akan memberitahu Riga kemana ia akan pergi. Ia yakin pasti Riga terkejut mendengar hal ini.
__ADS_1
"Kau mau kemana," tanya Riga.
"Bertemu dengan istri ku, hahaha kami akan bertemu Riga," jawab Roger.
"Ha!! bagaimana bisa," tanya Riga.
"Bisa lah aku gitu loh, tapi pertemuan ini bukan berarti kami akan bersatu. Aku hanya memerlukan kejelasan dalam rumah tangga kami. Jika dia sudah menikah dan hidup bahagia aku tidak ingin menganggu nya, aku akan mengurus perpisahan kami. Lagi pula kami berdua juga tidak mendapatkan restu dari orang tua nya."
"Hahaha bagus, begitu maksud ku, jangan terlalu berharap dengan hal yang tidak pasti. Jika kalian berdua berpisah cepat beritahu aku. Aku akan mencarikan jodoh untuk mu, tapi seperti nya kau cocok dengan Tiffany."
"Tiffany sepupu ku sayang," tanya Alfi.
"Iya sepupu mu, aku jadi meminta izin pada ayah nya. Ayah nya sangat setuju karena Tiffany juga belum kunjung menikah," jawab Riga.
"Aku pikir kemarin kamu bercanda, hahaha kalau kalian menikah tinggal di sini saja ya. Aku akan punya teman baru di rumah ini," kata Alfi.
"Ya sudah sana pergi, nanti dia menunggu mu," ucap Riga.
"Iya kau benar, aku pergi dulu ya, hahaha doakan yang terbaik untuk semua nya." Roger pergi meninggalkan Riga dan Alfi.
Putri sudah sampai di mall itu, ia mengirimkan pesan pada Roger jika mereka akan bertemu di lantai dasar mall. Putri duduk di kursi yang tersedia untuk menunggu kedatangan Roger.
Roger yang membaca pesan dari Putri mempercepat mobil nya, ia tidak mau Putri terlalu lama menunggu kedatangan nya.
Sesampainya di mall itu, Roger langsung menuju ke lantai dasar, kepala nya bergerak kanan kiri mencari keberadaan Putri.
"Putri," ucap Roger saat melihat seorang gadis yang sangat ia kenali duduk manis di atas kursi.
__ADS_1
Putri mendengar suara yang menyebutkan nama nya, setahu diri nya nama ini di berikan oleh Riga bukan nama asli nya. Atau memang nama asli nya juga nama sama yang di berikan oleh Riga.
Saat Roger jalan mendekati nya. Putri kembali mengingat ingatan yang belum ia ingat sebelum nya. Semua itu terasa sangat cepat dan cukup membuat Putri pusing. Putri berdiri dari atas tempat duduk itu tetapi ia oleng dan hampir terjatuh. Untung saja dengan sigap Roger menangkap Putri dengan cepat.
"Sayang, aku sangat merindukanmu," ucap Roger sambil memeluk Putri dengan erat. Putri sama sekali tidak menolak pelukan dari Roger, hati nya menerima pelukan hangat itu. Jantung nya berdetak dengan cukup kuat seperti seseorang yang kembali menemukan cinta nya.
"Sayang," ucap Putri dengan suara yang gemetar.
Mereka berdua berpelukan cukup lama. Setelah semuanya lebih baik pelukan itu lepas. Roger menggandeng tangan Putri dan membawanya nya ke restoran agar mereka lebih nyaman membahas semua nya bersama.
"Kamu kenapa? kenapa tiba-tiba hilang dan tidak memberikan ku kabar," tanya Roger.
"Aku,,, aku tidak tau," jawab Putri.
"Aku sangat senang bisa bertemu dengan mu sayang, kamu masih mencintai ku kan, kamu belum memiliki pengganti ku kan?"
"Roger mungkin kita dulu pernah menikah dan saling mencintai tetapi sekarang sudah berbeda, aku tidak tau perasaan ku pada mu masih ada atau tidak. Tetapi yang jelas aku sudah milik pria lain. Aku menikah dengan pria pilihan ku sendiri. Aku mengalami kecelakaan yang membuat ku lupa akan masa lalu ku, tetapi saat berhubungan dengan mu aku mengingat nya secara perlahan. Aku baru ingat jika aku memang sengaja meninggalkan mu, sebelum aku kecelakaan aku sudah memutuskan untuk berpisah dari mu."
Sakit itu lah kata yang Roger rasakan saat ini, berarti perjuangan nya menunggu Putri sia-sia. Jika sudah seperti ini memang ia sudah tidak bisa melakukan apapun lagi. Putri memang sudah melupakan nya.
"Ini yang aku inginkan kejelasan dari hubungan kita, jujur aku masih sangat mencintai mu, dengan sabar aku menunggu kabar dari mu, mencari keberadaan mu, tetapi jika kamu memang sudah milik pria lain aku bisa apa, semua nya sudah jelas perpisahan di antara kita adalah jalan yang terbaik."
"Terimakasih bisa mengerti semua nya, aku sangat senang bisa bertemu dengan mu, kamu pria yang sangat baik, dengan bertemu dengan mu juga aku bisa mengingat semua nya lagi."
"Tapi kamu benar-benar sudah tidak papa kan, kecelakaan itu tidak membuat mu kenapa kenapa kan?"
"Tidak ada, hanya luka kecil dan aku mengalami lupa ingatan sementara waktu saja, dan sekarang karena kamu aku mulai bisa mengingat semua nya."
__ADS_1