
"Mommy," ucap Nathan.
"Hmmmmm." Gumam Citra, ia benar-benar kesal dengan anak nya ini, satu satu nya anak yang selalu membuat nya khawatir hanya Nathan seorang.
"Mommy marah pada ku." Nathan memeluk Citra yang sedang membelakangi nya.
"Sudah sana lah, bukan nya kau sudah tidak mengganggap aku ini mommy mu lagi," tanya Citra.
"Maafkan aku mom, aku sedang ada masalah, aku pergi hanya untuk memenangkan perasaan ku saja," jawab Nathan.
"Tidak bisa memberikan ku kabar?"
"Aku tidak kepikiran mom, mommy tau aku menyukai seseorang wanita, saat aku sudah dekat dengan nya sahabat dekat ku sendiri menikah dengan nya secara diam diam, bagaimana perasaan ku? mommy pasti paham. Aku harus berpura-pura baik baik saja meskipun hati ku tersakiti."
"Anak mommy sedang sakit hati." Citra membalik tubuh nya sambil membalas pelukan anak nya.
"Oh jadi kau sedang sakit hati. Kenapa tidak cerita pada daddy, daddy pakar nya dalam hal seperti itu," kata Vino.
"Daddy apa pernah peduli pada ku, bukan nya daddy hanya bisa marah pada ku," ucap Nathan.
"Nathan jangan begitu, kau tidak tau bagaimana khawatir nya daddy mu saat kau tidak ada kabar beberapa hari," kata Citra.
__ADS_1
"Aku tidak percaya, daddy akan khawatir jika Calvin yang hilang atau pergi, sudah lah aku sudah mengerti semua nya," ucap Nathan.
"Berhenti membandingkan diri mu dengan Calvin, kalian berbeda kau anak kandung ku sudah pasti aku menyayangimu, sedangkan Calvin hanya menantu ku, aku juga menyayangi nya."
"Na... na.. na.." Nathan sudah bosan mendengar itu semua.
"Nathan," ucap Citra.
"Mommy, apa mommy mau punya anak lagi," tanya Nathan.
"Kau mau punya adik lagi," tanya Vino.
"Eh kau menyepelekan ku, aku sangat jago dalam membuat anak, bukti nya kau langsung punya saudara kembar," kata Vino.
"Pria dua ini baru akur jika sudah membahas masalah anak," batin Citra.
Di tempat lain, Aldy dan Selena masih dalam pertempuran yang sengit, mereka berdua sudah tiga kali melakukan nya dalam satu hari saja, Selena tidak berpikir jika diri nya akan hamil. Di otak nya saat ini hanya ada kepuasan saja.
Setelah selesai melakukan nya Selena baru sadar dengan hal itu, ia melihat ke arah Aldy yang masih mengatur nafas nya.
"Sayang jika aku hamil bagaimana," tanya Selena.
__ADS_1
"Hahaha ini ayah nya, untuk apa kamu bertanya, ada ayah nya," jawab Aldy.
"Kami tidak menyebarkan benih kamu kemana-mana kan, hanya pada ku saja?"
"Iya kamu tenang saja, sudah jangan kamu pikirkan," kata Aldy.
Aldy begitu manis mengatakan hal itu, padahal ia baru saja menebarkan benih nya di rahim yang berbeda, tante dari Selena sendiri, meskipun tidak memiliki ikatan darah tetap saja mereka berdua keluarga.
Riga membawakan makanan ke dalam kamar. Hari ini ia libur bekerja hanya untuk menjaga istri nya yang sedang datang bulan. Bahkan ia sudah meminta cuti 5 hari lama nya pada kakek nya. Riga tidak ingin meninggalkan istri nya yang sedang tidak baik baik saja.
"Lah kamu tidak bekerja," tanya Alfi.
"Tidak sayang, aku ingin menjaga kamu, aku sudah ambil cuti 5 hari lama nya," jawab Riga.
"Ha untuk apa? kamu cuti 5 hari lama nya," tanya Alfi.
"Ya untuk menjaga mu la sayang, kamu ada ada saja, kamu masih meragukan cinta ku."
"Jangan aneh aneh, kamu cuti nya hari ini saja. Besok dan kedepan nya tidak perlu," kata Alfi.
"Tidak mau, aku aku akan menjaga mu," ucap Riga.
__ADS_1