Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 46 S2


__ADS_3

"Apa aku tidak oleh balas dendam pada kakak ku," tanya Jolie.


"Apa yang tidak boleh dilakukan oleh gadis cantik seperti mu sayang," jawab Varo.


Perlahan Varo mendekati bibir Jolie dan tak lama bibir mereka berdua sudah bersentuhan, tak menunggu waktu lama. Varo langsung membabat abis bibir manis Jolie. Berciuman seperti ini sudah menjadi keahlian nya. Hot daddy seperti ini, memang bisa membuat siapa saja mabuk bayang.


Jolie tidak pernah dicium sampai seperti ini, ia seperti mendapatkan sesuatu yang tidak pernah ia dapatkan sebelum nya. Jolie sampai lemas tidak berdaya merasakan kenikmatan yang luar biasa ini. Kegilaan ini sama sekali tidak bisa ia lewatkan.


Ciuman Varo turun dari bibir ke bagian leher Jolie. Jolie semakin menggila merasakan bibir Varo bermain-main di bagian lehernya. Beberapa erangan keluar dari mulut nya, siapa yang tidak mengerang jika diperlakukan seperti ini oleh hot daddy seperti Varo.


Varo melepaskan ciuman itu, ia rasa sudah cukup sampai disitu ia tidak mau berlebihan karena mereka berdua belum menikah. Siapa yang tidak mau melakukan nya dengan seorang gadis tapi Varo sadar dengan umurnya, bukan kenikmatan saja yang ia cari, ia ingin kedewasaan serta keharmonisan di dalam rumah tangga nya.


"Sudah begitu saja," tanya Jolie.


"Belum waktu nya sayang, aku tidak mau merusak apa yang sudah ada, jangan memancing ku lagi." Varo menurunkan Jolie dari atas pangkuan nya, setelah itu ia pergi meninggalkan kamar Jolie. Jika terus berada di tempat ini bisa berbahaya Varo.


Roger masuk ke dalam kamarnya sambil menghubungi Tiffany, ia tidak mau kalah dengan adik nya sendiri. Malam ini ia ingin membawa Tiffany ke rumah ini, ia ingin menunjukan pada yang lainnya bahwa ia sudah tidak jomblo lagi.


"Halo," ucap Tiffany dengan suara yang ketus.


"Malam ini aku jumput, bersiap lah."


"Siapa kau mengambil keputusan sepihak, aku tidak mau pergi dengan mu, aku sedang sibuk."


"Sibuk apa? rebahan saja kan kau, kau kan jomblo, bagaimana mungkin sibuk. Nanti aku akan memberitahu ayah mu, uang jajan mu akan di stop jika kau tidak mau pergi dengan ku malam ini," ancam Roger.


"Ya ya ya, jemput aku jam 7 malam, aku tidak mau kau terlambat lebih saja satu detik aku tidak mau keluar kamar."


"Hahaha aku tidak mungkin terlambat. Berpenampilan yang menarik ya, jangan membuat ku malu."


"Jangan pergi dengan ku jika tidak mau aku buat malu," kata Tiffany.


"Hahaha begitu saja kau sudah marah, aku hanya becanda, sudah bersiap siap sana, ini sudah sore sebentar lagi akau akan datang menjemput mu."


"Hmmmm." Tiffany mematikan sambungan telepon itu.

__ADS_1


Roger tersenyum karena Tiffany mulai nurut dengan nya. Apa yang dikatakan Riga memang benar, jika sudah mendapatkan restu orang-tua nya semua nya akan terasa lebih muda.


"Hahaha aku sangat senang," ucap Roger.


Roger berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Ia akan menjemput Tiffany sebelum jam 7 malam.


Tidak hanya Roger yang sedang bersiap siap . Aldy dan Putri juga sedang bersiap-siap untuk pergi ke rumah Riga. Mereka berdua akan berkunjung sekaligus makan malam bersama.


"Sayang, hmmm kamu serius kita akan tidur di sana," hanya Putri.


"Iya sayang kita akan tidur disana, kamu kenapa? bukan nya kamu sudah pernah tidur di sana."


Putri merasa tidak nyaman jika harus bertemu dengan Roger dengan cara seperti ini, tapi mau bagaimana lagi, semuanya sudah terjadi dan ia harus menghadapi semua nya tanpa sembunyi, sembunyi seperti ini. Aldy sudah tidak masalah Roger bertemu dengan Putri, jika mereka ada hubungan di masa lalu Roger sudah tidak bisa mengambil Putri karena Putri sedang mengandung anak nya.


Malam hari nya seperti yang direncanakan, Aldy dan Putri berangkat menuju rumah Riga, mereka pergi sebelum makan malam di mulai.


Mereka pergi berdua pergi Roger pun juga pergi untuk menjemput Tiffany, jadi seperti nya mereka tidak akan bertemu kecuali jika Roger membawa Tiffany ke rumah Riga seperti niat awal nya.


Aldy dan Putri sudah sampai di rumah Riga, mereka berdua di sambut oleh Alfi dah Riga. Putri dan Alfi tidak jadi suasana seperti terasa canggung. Apalagi Alfi pernah kabur dari rumah karena Putri. Pasti ada rasa aneh yang Alfi rasakan saat ini.


"Dimana Roger," tanya Aldy.


"Sedang menjemput pacar nya," jawab Riga.


"Oh jadi dia sudah punya pacar, syukurlah" batin Putri.


Roger juga sudah sampai di rumah Tiffany. Seperti layaknya rumah sendiri, ia masuk ke dalam rumah itu dengan santai nya.


"Ayah," ucap Roger sambil mendekati Bram.


"Calon mantu ku datang, sudah tidak sabar mau menikah sampai hari ini dua kali datang."


"Hehehehe iya lah, aku sudah tidak sabar. Ayah aku boleh membawa Tiffany ke rumah Riga," tanya roger.


"Boleh lah, apalagi rumah Riga, di sana ad Alfi sepupu nya Tiffany.

__ADS_1


"Boleh menginap," tanya Roger.


"Boleh asalkan jangan kau unboxing dulu, awas saja sampai kau lakukan itu," jawab Roger.


"Hahaha siap yah siap, kalau khilaf bukan salah ku kan," kata Roger.


"Salah siapa, setan. Setan saja takut dengan mu," ucap Bram.


Menantu dengan ayah mertua ini memang satu koneksi, jadi apa yang mereka katakan terasa nyambung saja. Tidak ada rasa canggung ataupun malu di antara mereka berdua, semua nya mengalir jauh seperti pipa rucika.


"Kenapa tidak menjemput ku di kamar, aku pikir tidak jadi," ucap Tiffany yang tiba tiba datang sambil marah marah tidak jelas seperti ini.


"Lah aku pikir kamu akan turun sendiri, lagi pula aku berbincang dengan ayah mu, bukan dengan pria lain, jadi jangan cemburu ya sayang." Roger mengecup wajah Tiffany.


"Roger," ucap Tiffany dengan sangat kesal.


"Hahaha di depan ku saja sudah berani kecup kecup, apalagi nanti di kamar berdua, sudah aku tidak bisa membayangkan nya. Sudah sana kalian pergi jangan menganggu ku," kata Bram.


"Hahaha siap ayah maaf ya." Roger menggandeng tangan Tiffany pergi dari sana. Roger tidak tau kenapa seperti sedang dalam mood yang buruk, terlihat dari ekspresi wajahnya.


"Kamu kenapa, tidak suka aku bawa pergi, kalau tidak mau ya tidak papa, kamu bisa masuk lagi ke rumah."


"Jangan sok tau ya, mood ku sedang tidak baik karena drama yang aku tunggu gagal tayang."


"Dasar wanita ada ada saja," ucap Roger.


"Kita mau kemana si," tanya Tiffany.


"Ke rumah Riga, kata mu kau sudah merindukan Alfi. Tapi kita menginap di sana," jawab Riga.


"Yes aku akan tidur dengan Alfi dan menonton sepanjang malam."


"Hahaha kata siapa, kau mau menyingkirkan Riga, tidak bisa sayang, kau akan tidur dengan ku. Riga tak akan mengizinkan mu tidur dengan Alfi"


"Tidur dengan mu, otak mu pasti mesum kan," tanya Tiffany.

__ADS_1


"Sayang kamu suka nonton drama kan, bukan nya kalau di drama itu tidur bersama sebelum menikah itu hal yang biasa," ucap Roger.


__ADS_2