Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 67 S2


__ADS_3

Cup... cup.. cup... Banyak ciuman mendarat di wajah Jolie. Jolie dapat merasakan betapa cinta nya Varo pada nya. Apa yang Varo inginkan sudah Jolie lakukan, sekarang hidup nya pasti akan lebih bahagia lagi bersama suami tercinta nya.


"Kamu senang sayang," tanya Jolie.


"Pertanyaan macam apa ini, jelas aku sangat senang, siapa yang tidak senang saat tau istri tercinta nya sedang hamil," jawab Varo.


"Hahaha aku juga sangat senang. Aku tidak menyangka ternyata bapak tua ini tokcer juga ya," kata Jolie.


"Hahaha iya dong, aku tu sudah sangat berpengalaman, mana mungkin tidak tokcer. Jika kamu subur dan aku subur pasti cepat jadi nya," ucap Varo.


"Oke malam ini aku ingin makan banyak, ingin belanja, ingin semua nya," ucap Jolie.


"Sayang kenapa harus malam ini, kamu tau kondisi Riga kan," kata Varo.


"Aku mau nya malam ini, kamu terus bersama Riga sedangkan aku kamu anggurin. Kamu pergi tidak lama dengan ku, dan setelah itu kamu bisa melihat nya lagi. Kamu juga tidak harus sepanjang hari kan dengan nya, jika kamu terus bersama nya bagaimana dengan aku?"


"Ya sudah nanti malam kita pergi ya. Sudah jangan cemberut gitu dong," kata Varo.


Ada yang sedang bahagia ada juga yang sedang bersedih. Alfi menatap sedih wajah suaminya. Sudah hampir satu minggu Riga belum membuka mata nya, ia benar-benar sangat merindukan suara suami nya, senyuman suaminya dan kemanjaan suaminya. Semua itu seperti lenyap begitu saja tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.


"Sayang kamu tau, hari ini usia kandungan ku, sudah hampir masuk 5 bulan. Kamu tau itu artinya apa, anak mu sudah lebih bisa merespon kita sayang, beberapa bulan lagi aku juga akan melahirkan. Aku butuh kamu di samping ku, tolong bangunlah, aku tidak akan sanggup melihat mu seperti ini terus menerus."


Alfi hanya bisa memeluk tangan Riga dengan erat. Tangan dingin itu satu satu nya hal yang bisa menemani nya malam hari ini.


Warsa masuk ke dalam ruangan itu. Ia sangat senang melihat Alfi yang sangat mencintai Riga. Perjodohan yang ia atur bersama dengan Alam ternyata sangat berhasil. Perjodohan itu menyatukan dua insan yang saling mencintai.


"Alfi kamu sudah makan," tanya Warsa.


"Belum kek, aku tidak selera makan," jawab Alfi.


"Kamu makan dulu sana, setelah itu mandi. Karena kakek kamu akan datang," kata Warsa.

__ADS_1


"Kakek datang? bukan nya kakek ada di Eropa," tanya Alfi.


"Ia datang untuk melihat Riga dan diri mu, sejak kalian menikah dia tidak pernah datang kan."


"Alfi jangan tunjukan wajah sedih seperti itu di depan kakek mu. Nanti dia berfikir jika pernikahan kalian tida bahagia. Padahal kalian berdua sangat bahagia dan saling mencintai."


"Tapi mana mungkin aku bisa bahagia melihat suami ku seperti ini. Aku tidak bisa menghilangkan wajah sedih ini," ucap Alfi.


"Bisa sudah sana mandi, biar kakek yang menjaga Riga," kata Warsa.


Alfi menurut saja apa yang dikatakan Warsa, ia pergi dari tempat itu membiarkan Warsa bersama dengan cucu tersayang nya.


"Hey boy, kau sangat hebat dan luar biasa. Apa yang kau lakukan bukan kesalahan sedikitpun. Aku yakin kau pasti bisa melewati semuanya. Jangan biarkan mereka menang boy. Ini tujuan mereka membuatmu hancur dan mengambil Alfi dari mu," kata Warsa.


Alam sudah sampai di rumah Riga. Ia langsung di sambut oleh cucu kesayangan nya Alfi. Mereka sudah cukup lama tosan bertemu, rasa rindu ini sudah sangat lama terpendam.


Alfi langsung memeluk Alam dengan erat. Ia menangis di dalam pelukan itu. Ntah kenapa air matanya sangat muda jatuh membasahi wajah cantik ya. Alam membalas pelukan itu sambil mengusap rambut Alfi.


"Hiks.. hiks.. hiks.. aku takut kek sangat takut, aku takut dia pergi meninggalkan ku," ucap Alfi sambil terseduh seduh.


"Sssttt kau boleh menangis tapi kau tidAk boleh mengatakan hal itu, dia pria yang kuat dan tangguh. Dia tidak akan pergi meninggalkan mu. Ini bukti nya kau sudah bunting saja, itu membuktikan jika dia pria yang sangat tangguh," kata Alam.


"Kakek, aku tidak sedang bercanda."


"Apa aku terlihat bercanda, Alfi Alfi dulu saja kau menolak perjodohan itu. Sampai marah marah pada kakek mu ini, orang yang membawa mu kemana-mana, orang yang membesar kan me dengan kasih sayang. Aku tau yang terbaik untuk mu, aku tidak mungkin melakukan hal yang membuat cucu ku tersiksa. Sekarang kau sangat mencintai nya bukan? sampai seperti ini. Tenang lah kakek yakin semuanya akan baik baik saja," ucap Alam.


"Kakek yakin semua nya akan baik baik saja?"


"Iya percaya dengan kakek mu ini, apa pernah kakek berbohong pada mu," ucap Alam.


Varo mengambil surat yang Warsa katakan. Ia meminta orang kantor untuk mengantarkan surat itu. Varo benar-benar penasaran dengan surat itu, dalam hidup nya ia jarang sekali menerima sebuah surat.

__ADS_1


"Siapa yang masih mengirim surat si, ini kan sudah zaman canggih," ucap Jolie sambil duduk di atas pangkuan Varo.


"Jangan memancing ku sayang, aku sedang tidak bisa menggempur mu." Varo membuka surat itu dengan perlahan.


Mata Varo terbelalak saat melihat apa yang ada di dalam surat itu.


"Kertas perceraian," ucap Jolie.


"Mereka menceriakan ku." Varo benar-benar tidak Terima dengan hal ini, ia tidak mau berpisah dengan istri istri nya.


"Apa maksud mereka." Varo langsung mengunjungi istri istri nya.


"Hallo sayang, apa maksud nya, kalian menceraikan ku?"


"Maaf mas, tapi ini yang terbaik untuk kita. Kami sudah sepakat dengan hal ini. Kami yakin kamu bagian dangan Jolie. Kamu jangan mengkhawatirkan kami, kehidupan kami sangat bai di sini." Sambungan telepon itu tiba-tiba langsung terputus.


"Hallo sayang, sayang." Varo mencoba menghubungi istri istri nya tetapi tidak ada yang masuk.


"Aku akan menyusul mereka," ucap varo.


"Jangan pergi." Jolie memeluk Varo.


"Sayang aku ingin bertemu dengan mereka, aku ingin meminta penjelasan mereka. Mereka tidak bisa seperti ini."


"Kamu mau pergi meninggalkan istri mu yang sedang hamil ini, kamu akan pergi meninggalkan anak mu yang sedang sakit. Kamu sudah tidak perlu meminta penjelasan apapun. Mereka benar kamu akan hidup bahagia dengan ku."


"Tidak Jolie aku harus bertemu dengan mereka."


"Jika kamu pergi aku minta pisah dari mu," ancam Jolie yang membuat Varo tidak bisa apa apa.


"Untuk apa kamu pergi, semuanya sudah terlambat. Mereka benar, kita tidak mungkin bisa hidup bersama. kmu mempunyai anak dari mu, pasti kamu akan lebih memperhatikan ku, bagaimana dengan mereka? mereka pasti akan merasa tidak nyaman dengan sikap mu."

__ADS_1


__ADS_2