Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 118 S2


__ADS_3

Alvaro pergi bersama teman-temannya, kali ini ingin menghabiskan waktu dengan bebas bersama Teman-temannya, ia tidak peduli jika tadi dirinya berbohong pada Riga, yang terpenting ia bisa keluar dari rumah. Padahal jika orang tuanya tau pasti ya tidak akan pernah dipercaya lagi.


"Kau dari mana saja, kenapa sudah satu minggu ini tidak pernah terlihat lagi, padahal ada banyak hal yang kau buat di al."


"Aku sedang sangat sibuk, ya mau bagaimana lagi, aku tau melewatkan banyak. Apa saja yang aku lewat kan. Apa ada balapan lagi," tanya Alvaro.


"Ya jelas ada, ada beberapa wanita cantik yang mencari mu, mau tidak ada si, jadi dia pergi dengan pria lain."


"Kalau wanita aku tida peduli, bagaimana balapan nya apa sudah selesai, aku ingin ikut, mobil baru mu sayang jika tidak di tes," ucap Alvaro.


"Minggu besok, ada dan itu balapan yang cukup besar. Kau bisa datang."


"Sip aku akan datang."


"Tapi kau harus membawa pasangan, karena itu salah satu syaratnya."


"Ha apa!! syarat macam apa itu, aku membawa pasangan siapa yang akan aku bawa," batin Alvaro.


"Aku juga tidak tau, kau tidak ada dekat dengan wanita manapun, Bagaimana dengan sepupu mu itu Cika."


"Hmmm dia akan mengadu pada daddy ku," ucap Alvaro.


Saat memikirkan pasangan hanya ada wajah Melanie di otak ya, apa ia harus membawa Melanie pergi bersama nya. Bisa saja hal itu terjadi, tetapi teman teman nya pasti akan kepo dengan Melanie, gadis cantik bersama nya pasti akan menjadi pusat perhatian banyak orang.


"Ya sudah aku sudah tau siapa yang akan aku bawa," ucap Alvaro.


"Siapa gadis itu?"


"Ada lah kau pasti nanti kagum dengan kecantikan nya, tapi dia milik ku, jangan sampai anak anak yang lain sampai mendekati nya. Jika aku datang dengan nya, perlakuan dia seperti seorang ratu."


Pukul 5 sore Alvaro masih belum menampakan batang hidung nya. Riga dan Alfi sudah bertanya tanya pada Melanie dimana Alvaro berada dan Melanie hanya bisa tersenyum sambil mengatakan sebentar lagi pulang.


"Dimana dia ya, aku jadi khawatir begini pada nya," ucap Melanie.


Tak lama handphone Melanie berdering. Melanie langsung mengangkat nya, ternyata panggilan dari Alvaro, Alvaro minta Melanie menjemput nya di lantai bawa.


Dengan cepat Melanie langsung ke lantai bawa, untung saja ada Lift yang membuat nya bisa turun lebih cepat.


"Alvaro," ucap Melanie.


"Sayang." Alvaro langsung memeluk Melanie, ia sedang mabuk saat ini. Semua yang di katakan Alvaro ngawur saja.

__ADS_1


"Dia sedang mabuk, jangan sampai orang tua mya tau ya."


"Iya terimakasih telah mengantarkan suami ku pulang," ucap Melanie.


"Kau istri nya, kalian sudah menikah?"


"Apa Alvaro tidak memberitahu mu," tanya Melanie.


"Hanya mengatakan dia sedang senang dekat dengan wanita cantik, tapi tidak tau siapa dia. Ternyata istri nya sendiri."


Melanie tersenyum manis dan langsung membawa Alvaro naik ke atas kamar. Untung saja tidak ada yang melihat mereka berdua. Melanie tersenyum sendiri saat mengingat perkataan temannya Alvaro tadi. Alvaro berkata jika ia sedang senang dekat dengan wanita cantik yang tak lain adalah dirinya.


"Jadi kau senang dekat dengan ku." Melanie membuka pakaian Alvaro dan menggantinya dengan yang baru.


"Kau mau apa hmmm jangan pergi." Alvaro menarik Melanie ke dalam pelukan nya.


"Alvaro aku ingin mengganti pakaian mu, nanti kau masuk angin lagi."


"Tak mau." Suara yang di keluarkan Alvaro seperti sangat bermanja dengan nya.


"Kau sering mabuk begini, jadi kau keluar mabuk mabuk begini, ya sudah aku tak akan bekerja sama lagi dengan mu, nanti aku yang kena jika orang tua mu tau," ucap Melanie.


Melanie menarik selimut dan mereka berdua pun tertidur sambil berpelukan. Riga masuk ke dalam kamar Alvaro, ia yakin Alvaro belum pulang. Langka kaki nya berhenti seketika saat melihat Alvaro dan melanie yang sedang berpelukan.


"Riga kau bodoh sekali, berhenti menganggu mereka berdua," batin Riga sambil pergi berjalan pergi dari sana.


Malam hari nya, Alvaro terbangun dari tidur nya dengan kepala yang berat. Mata nya ia kedip kedip kan untuk menyesuaikan cahaya ruangan yang masuk ke dalam mata nya.


"Aku sudah di kamar, dimana istri ku," batin Alvaro


Alvaro mendengar suara dari arah kamar mandi. Ia kembali memejamkan mata nya. Saat Melanie lewat di depan nya Melanie hanya menggelengkan wajah karena Melanie pikir Alvaro belum bangun dari tidur nya.


"Sudah lah di sini saja," kata Melanie.


Melanie melepaskan handuk di tubuh nya, ia benar-benar naked sekarang ini, Melanie berani karena ia pikir Alvaro masih tidur.


Mata Alvaro terbelalak dengan sangat lebar melihat apa yang terjadi, ia tidak menyangka bisa melihat tubuh indah istri nya sekarang juga. Melihat semua nya tanpa kecuali.


Saat Melanie menunduk memakai dalaman, Alvaro Melanie sesuatu yang sudah ia inginkan dari belakang. Hanya menginginkan nya belum berani untuk meminta nya.


"Hihihi jadi itu lubang buaya," batin Alvaro.

__ADS_1


Saat membalik tubuh nya Melanie terkejut ada dua mata sedang melihat nya dengan seksama.


"Ahkkk," teriak Melanie.


"Hahaha berhenti berteriak, kau sudah memakai baju," kata Alvaro.


"Kau melihat semua nya," tanya Melanie.


"Menurut mu bagaimana?"


"Alvaro kau yakin sudah melihat semua nya, kU tidak bohong," tanya Melanie.


"Hahaha itu mu banyak hutan nya," jawab Alvaro sambil tertawa.


"Alvaro," teriak Melanie.


"Bersihkan ya, nanti aku ingin menjelajahi nya tidak suka ada yang mengganggu."


"Alvaro..... kau gila," ucap Melanie.


"Lah kau malah menyalakan ku, aku saja tidak tau jika mendapatkan pemandangan ini, rezeki untuk ku."


"Jangan bahas rezeki, kenapa kau pulang lebih lama dan kenapa kau mabuk,"tanya Melanie.


"Sebenarnya aku tidak ingin mabuk, aku di paksa jadi ya los controll, maaf suami mu ini. Lain kali tidak akan terulang lagi."


"Dan lain kali aku tida ingin melakukan hal bodoh itu lagi, aku tidak mau bekerja sama dengan mu lagi, aku takut ayah tau semuanya, sedari tadi ia terus bertanya tentang mu."


"Minggu besok aku ingin mengajak mu," kata Alvaro


"Kemana," tanya Melanie.


"Sekarang aku tanya, kau kalau pergi mau ikut tidak?"


"Kemana dulu."


"Ke surga dunia, hahaha ayo melakukan nya yok," kata Alvaro.


"Tidak mau, aku tidak mau melakukan nya dengan mu," ucap Melanie.


"Jadi dengan siapa? mantan mu?"

__ADS_1


__ADS_2