
Mereka berdua berjalan sambil meraba rabah di sekitar nya. Suara nafas Aldy yang bergemuruh lah yang membuat mereka berdua tau dimana letak Aldy yang mereka berdua yakini sebagai Riga.
Ketika sampai di dekat kasur. Aldy yang tau kedatangan mereka berdua langsung mencari mereka berdua. Mata Aldy terbelalak saat merasakan dua tangan wanita di dekat nya.
"Riga," ucap mereka Kalina.
"Aku bukan Riga, aku Aldy," batin nya sambil menarik mereka berdua ke atas ranjang. Dan terjadi lah hal yang mereka berdua inginkan. Aldy mendapatkan kepuasan yang tidak tara dari mereka berdua, tetapi Aldy heran kenapa mereka berdua sudah tidak suci lagi.
Di kamar lain Riga sedang tertawa menikmati hasil dari apa yang ia lakukan tadi. Rasa nya ia benar-benar sangat senang bisa menjebak mereka berdua, jika ia bisa memilih Riga ingin Aldy dan mereka berdua sampai menikah saja. Jadi tidak apa yang menganggu kehidupan nya lagi.
"Hmmmm kenapa aku sangat senang begini, hahaha pasti besok pagi mereka berdua terkejut melihat siapa yang tidur dengan mereka, hahaha rasakan," ucap Riga.
Riga mencicil pekerjaan yang bisa ia kerjakan di kamar, ia ingin cepat pulang menceritakan semuanya pada istri nya, pasti istri nya tertawa terbahak bahak mendengar hal ini.
Pagi hari nya, Aldy terbangun dari tidur nya, ia melihat kedua wanita malam nya masih tidur di samping nya. Aldy menggelengkan kepala nya melihat tubuh seksi mereka berdua, jika tidak mematikan lampu pasti ia bisa melihat semua nya dengan jelas.
"Bangun," ucap Aldy.
"Hhmmmm, Riga nanti saja ah," kata Alena.
"Kau bangun," ucap Aldy.
"Riga sayang diam lah." Kalina membuka mata nya secara perlahan.
"Aku bukan Riga," ucap Aldy.
Mata Kalina langsung terbuka dengan lebar, begitu juga dengan Alena, mereka berdua sangat terkejut saat tau pria yang mereka tidurin tadi malam bukan Riga, melainkan Aldy teman nya Riga.
"Ahhh bagaimana bisa," teriak Alena.
"Apa yang tidak bisa," kata Aldy.
"Alena ini semua karena mu," ucap Kalina.
"Salah ku, bukan nya ini semua salah mu," kata Alena.
"Terus saja kau salahkan aku, semua ini salah mu," ucap Alena.
"Berhenti!! untuk apa kalian berdua saling menyalahkan, kalian sama sama menikmati nya. Sudah keluar dari kamar ku, aku harus bekerja." Aldy turun dari atas ranjang dan pergi meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
Alena serta Kalina memakai pakaian mereka kembali, kemudian mereka berdua langsung keluar dari kamar Aldy. Rasa kesal masih tersimpan di hati mereka masing-masing. Mereka berdua tidak pernah menyangka jika Riga tau semua rencana yang telah di buat dengan mantang.
"Aku sangat kesal," teriak Alena.
"Kau pikir kau saja aku juga, kenapa kita tidak curiga dari awal," ucap Kalina.
"Riga sangat pintar, dia tidak mudah untuk di tipu," kata Alena.
Sementara itu Riga masih asik Video call dengan istri nya. Meskipun jarak sedang memisahkan mereka berdua tidak ada yang bisa membatasi cinta mereka berdua.
"Sayang, hmmm bagaimana dengan kandungan kamu," tanya Riga.
"Dia, usia nya baru beberapa bulan, tiga atau empat, aku belum merasakan sesuatu yang menonjol si," jawab Alfi.
"Hmmm saat adik ku masuk ke sana, apa dia bertemu dengan anak kita?"
"Tidak sayang, dia berada di tempat yang sangat amat, tidak mungkin sampai sana, sudah kamu mandi sana, setelah itu selesai kan pekerjaan kamu dan segera pulang ke rumah," ucap Alfi.
"Hahaha iya ya, cium," kata Riga.
"Muach, hati hati sayang, aku menunggu mu di rumah," ucap Alfi.
Setelah selesai video call dengan istri nya, Riga bersiap siap untuk bekerja.
"Bagaimana Aldy," tanya Riga.
"Ah mantap rasa nya, aku sangat suka, dia sangat luar biasa," jawab Aldy..
"Hahaha kau puaskan, seharusnya kau berterimakasih pada ku."
"Terimakasih Riga, tapi di antara mereka berdua sudah tidak ada yang suci," ucap Aldy.
"Apa yang bisa kau harapkan dari mereka," kata Riga dengan suara yang mengejek.
Di ruang rapat Riga menatap benci mereka berdua. Mereka berdua yang mendapatkan tatapan tajam itu hanya menundukkan kepala, mereka berdua sangat takut jika Riga marah dengan apa yang mereka berdua lakukan.
Saat sedang membahas pekerjaan tiba tiba seseorang datang. Seseorang itu mengatakan jika terjadi hal yang tidak terduga. Karena kejadian itu semua pekerjaan mereka di batalkan, dan akan di lanjutkan lain waktu. Mereka di memutuskan untuk berlibur di tempat itu, kecuali Riga yang ingin langsung pulang ke rumah.
"Kau tidak liburan," tanya Aldy.
__ADS_1
"Tidak, aku harus segera pulang," jawab Riga.
"Kenapa buru buru si," tanya Aldy.
"Istri ku menunggu ku," jawab Riga.
"Satu hari saja, lagi pula kau mau naik apa?"
"Jet pribadi ku lah," ucap Riga sambil menghubungi kakek nya.
Sayangnya jet yang Riga ingin pakai sedang dalam pemeriksaan dan mau tidak mau Riga kembali menginap disana.
"Bagaimana kau jadi pulang," tanya Aldy.
"Tidak, besok pagi," jawab Riga.
"Oke kita liburan ke pantai," kata Aldy.
Saat berjalan ke kamar Riga bertemu dengan Alena dan Kalina. Mereka berdua tidak berani menatap Riga tetapi tangan Riga menarik mereka berdua sebelum mereka berdua beranjak dari hadapan nya.
"Sudah puas ingin menjebak ku, kalian pikir kalian siapa? kalian lupa aku siapa? Alena kau bosan dengan pekerjaan mu? Kalina sudah cukup kaya untuk aku miskin kan?"
Pertanyaan Riga itu membuat mereka berdua ketakutan, sebelum mereka menjawab Riga melepaskan mereka dan pergi meninggalkan mereka berdua.
"Sudah jangan mengusik nya dulu," kata Kalina.
"Aku kapok," ucap Alena.
Riga masuk ke dalam kamar nya untuk berkemas. Mereka akan pindah hotel yang dekat dengan pantai. Riga juga sudah sangat muak melihat wajah mereka berdua.
"Sudah siap," tanya Aldy.
"Sudah ayo."
Mereka berdua pergi meninggalkan tempat itu bersama. Lokasi pantai dari tempat mereka menginap tidak jauh, hanya beberapa menit dengan jarak tempuh yang tidak terlalu jauh.
Riga memesan kamar terbaik untuk mereka berdua. Setelah meletakkan koper mereka berganti pakaian pantai karena langsung ingin ke pantai.
"Untuk apa pakai baju, kulit mu terlalu bersih, biarkan gosong sedikit," ucap Aldy.
__ADS_1
"Kau benar," kata Riga yang ikut saja dengan apa yang di katakan Aldy.
Riga dan Aldy hanya memakai celana pendek tanpa atasan. Kaca mata hitam sebagai pemanis sekaligus penghalang sinar matahari.