
"Istri istri mu bagaimana," tanya Jolie.
"Aku akan pergi bertemu dengan mereka minggu depan, Riga sudah sembuh dan kamu juga sudah bisa berpergian jauh," jawab Varo.
"Jadi kamu ingin kembali dengan mereka," tanya Jolie.
"Pasti, aku ingin kembali dengan mereka lah, awal nya sudah begini harus tetap begini. Kenapa kamu tidak Terima," tanya Varo.
"Bukan begitu, tapi kalau kamu ingin pergi aku tidak ikut," ucap Jolie.
"Kenapa sayang, kamu tidak suka dengan mereka? bukan nya mereka sangat baik pada mu."
"Aku tidak mau melihat kamu bermesraan dengan mereka, pasti aku akan cemburu," kata Jolie.
"Hahaha hanya karena cemburu, itu karena kamu tidak terbatas sayang. Sudah kamu ikut saja ya, aku bertemu dengan mereka juga belum tentu bisa kembali dengan mereka. Semua tergantung pada mereka bertiga."
"Jatah," ucap Jolie.
"Kamu tau, kalau bermain bertiga itu sangat asik loh," kata Varo sambil membuka baju istri nya.
"Bagaimana bisa, emang kamu kuat," tanya Jolie.
"Kamu jangan sepele pada ku sayang, aku itu kuat sampai membuat mereka semua bergetar," jawab Varo.
Wajah Varo turun ke perut buncit Jolie. Ia mencium perut itu dan mengusap nya dengan lembut. Beberapa tendangan Varo rasakan yang membuat ia semakin senang.
"Dia merespon ayah nya," kata Jolie.
__ADS_1
"Dia sudah tidak sabar untuk aku kunjungi," ucap Varo.
"Sayang kamu tidak nakal kan di luar sana saat aku tidak bisa kamu sentuh kamu tidak bermain wanita lain kan," ucap Jolie.
"Hey mana mungkin aku melakukan nya," kata Varo.
Jolie benar-benar takut Varo menikah lagi, Varo gila akan hal ranjang tidak mungkin jika selama berbulan-bulan Varo tida melakukan nya, memang sangat sulit untuk Jolie percaya tatapi ia tidak bisa berpikir negatif terus pada suami nya.
"Kenapa kamu berpikir seperti itu," tanya Varo sambil membawa Jolie ke atas ranjang.
"Jika aku melahirkan aku tidak bisa kamu sentuh sama sekali, nanti kamu bermain dengan wanita lain bagaimana," tanya Jolie.
"Tidak mungkin lah, sudah jangan berfikir yang tidak tidak," jawab Varo.
Di kamar lain Tiffany bergidik ngeri bagaimana Roger olahraga lima jari depan nya. Sudah beberapa kali Roger melakukan itu demi membuang hasrat nya. Hanya melihat bagian tubuh istri nya saja ia sudah cukup untuk berfantasi.
"Hmmmm...."
"Ha... ya mau bagaimana lagi," kata Roger yang langsung lemas seketika, jika sudah seperti ini tidurnya pasti akan terasa sangat nyenyak.
"Ya sudah lah, aku ingin pergi ke rumah sakit, gara gara kamu aku harus mandi."
"Hahaha terimakasih sayang. Secepatnya aku akan pulang. See you," ucap Roger.
Jika sudah video call dengan Roger, Tiffany merasa tenang. Ia tidak mau berpikir buruk tentang suami nya. Ia yakin Roger pasti bisa menahan semuanya sampai ia pulang. Roger tidak mungkin berani bermain wanita lain diluar sana.
Di rumah sakit selagi istri nya bersiap siap Riga menggendong anak tersayang nya. Jika di letakan dalam kondisi bangun seperti ini Alvaro pasti akan nangis kejer. Ia sudah biasa berada di atas pangkuan mamah ataupun daddy nya.
__ADS_1
"Sayang kamu tidak papa berjalan seperti itu? tida sakit apa," tanya Riga.
"Tidak lah, ini enaknya lahiran normal," jawab Alfi.
"Jadi sudah bisa membuat adik untuk Alvaro dong," kata Riga.
"Sayang kamu lupa kalau itu masih mengeluarkan darah nifas. Setidaknya 40 hari setelah melahirkan, tapi kalau aku si mau nya tiga bulan," ucap Alfi.
"Mana ada, aku mana tahan, 40 hari ya langsung gas," kata Riga.
Riga merasakan rasa hangat di paha nya, ada sesuatu yang mengalir cukup deras. Saat memeriksa nya ternyata baby al lah yang berbuat ulah.
"Sayang dia Mengencingi ku," ucap Riga.
"Ya gantikan dong, jangan manja seperti ini."
"Aku tidak berani, hey boy masih kecil saja kau sudah kurang ngajar pada daddy mu," ucap Riga.
Setelah menggantikan popok dan selesai beberes. Tiffany yang bertugas menjemput mereka pun datang.Mereka sudah siap untuk pergi meninggalkan rumah sakit itu.
"Rambut mu basah, tumben siang siang begini," kata Alfi.
"Biasa paling Roger minta video call itu kan," ucap Riga.
"Sstt diam kau Riga," kata Tiffany.
"Hahaha nasib LDR pasti seperti itu," ucap Riga.
__ADS_1
"Sudah ayo kita pulang."
"Ayo, aku ingin menggendong baby al," ucap Tiffany.