
"Melanie," teriak Pactrik.
Melanie tidak memperdulikan Pactrik, ia naik ke dalam taksi dan langsung pergi meninggalkan tempat itu. Pactrik merasa terlambat datang ke apartemen itu, ia tidak mau kehilangan jejak Melanie, ia membawa mobil nya mengikuti kemana Melanie pergi.
Di tempat lain. Bella tersenyum lebar Alvaro berada di dekapan nya, memang mereka belum melakukan hal apapun karena Alvaro keburu pingsan, tetapi memeluk Alvaro dengan kondisi bertelanjang dada seperti ini sudah sangat cukup untuk nya.
"Kau milik ku sayang," ucap Bellla.
Bella yakin rencana nya dengan Pactrik berjalan lancar. Pactrik akan mendapatkan Melanie dan ia akan mendapatkan Alvaro, Bella merasa seperti sudah menggapai dunia di tangannya. Ia yakin jika ia akan menjadi nyonya Alvaro.
Ivan kembali ke lokasi pesta karena ia baru mengingat Alvaro. Ivan benar-benar takut terjadi sesuatu pada Alvaro, perasaan nya sudah tidak enak sejak tadi. Seperti ada sesuatu hal yang sedang terjadi pada Alvaro.
"Alvaro Al," teriak Ivan.
Tempat itu sudah kosong, Ivan pikir Alvaro sudah kembali pulang ke rumah nya. Ia membuka handphone nya yang mati untuk menghubungi Alvaro.
"Pesan dari nya," ucap Ivan.
__ADS_1
"Aku sudah pulang, aku ingin bersenang-senang dengan istri ku. Jangan ganggu aku."
Ivan tersenyum membaca pesan itu, ia jadi tidak perlu khawatir lagi pada Alvaro. Ivan kembali masuk ke dalam mobil dan langsung pulang ke rumah.
Di tempat lain Melanie berhenti di suatu tempat yang sama sekali tidak ia ketahui. Ia berhenti bukan karena kemauan nya tetapi supir taksi yang membawa nya tidak bisa mengantarkan nya lebih jauh lagi.
Dengan pikiran yang kosong serta di landa kebingungan Melanie berjalan tanpa arah.
Pactrik yang melihat itu menghentikan mobilnya tepat di depan Melanie, ia tidak mungkin membiarkan Melanie pergi lebih jauh lagi.
"Hey kau kenapa," tanya Pactrik.
"Melanie ini bukan kau, jika ada masalah jangan seperti ini, kau aneh, aku tidak tau apa yang membuat mu seperti ini."
Melanie tidak memperdulikan Pactrik dan terus berjalan menjauh.
"Sampai kapak kau berjalan seperti itu, kau tidak akan menemukan apapun Melanie."
__ADS_1
Pactrik berjalan mendekati Melanie dan menarik Melanie masuk ke dalam mobil nya.
"Ayo kembali ke apartemen mu. Alvaro pasti sudah menunggu mu," ucap Pactrik.
"Jangan bawa aku ke sana, aku tidak sudi bertemu dengan nya," kata Melanie.
"Oke, aku tidak tau apa yang sedang terbaik diantara kalian berdua. Kau ingin jauh dari nya aku bisa membawa mu pergi jauh dari nya."
"Terserah," ucap Melanie t.anpa melihat ke arah Pactrik, pandangan nya tertuju pada jendela mobil, air mata nya jatuh membasahi wajahnya.
"Melanie jangan menangis kau membuat ku khawatir."
"Untuk apa kau khawatir pada ku," ucap Melanie.
"Ya karena aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu, aku tau apa yang kau rasakan Melanie, aku tau semua nya perasaan kita masih saling terhubung," kata Pactrik.
"Bukti nya aku tepat waktu datang ke apartemen mu, aku tiba tiba khawatir dengan mu, aku memiliki perasaan yang tidak enak, itu sebabnya aku datang. Dan dugaan ku benar Melanie, kau sedang tidak baik baik saja," ucap Pactrik.
__ADS_1
Melanie hanya diam mendengar ucapan Pactrik. Jujur pikiran nya masih tertuju pada Alvaro.