
"Sayang, kamu sudah sampai," tanya Riga.
"Sudah aku sudah sampai. Lihat ini kamar ku, kamu pernah ke sini kan," jawab Alfi.
"Aku sangat merindukan mu. Kita baru saja bertemu tetapi kamu sudah pergi lagi, kamu sangat kejam pada ku," ucap Riga.
"Hahaha maaf sayang. Lusa kan kamu datang menjemput ku."
"Aku menjemput mu pakai apa," tanya Riga.
"Pakai bajai," jawab Alfi sambil tertawa, apa yang di tanyakan Riga seharusnya tidak perlu untuk di tanyakan.
"Dimana aku mendapatkan nya, hmmm nanti aku akan mencari nya, jika aku tidak menemukan nya kamu tidak boleh marah ya."
"Hahaha tidak sayang, aku tidak serius. Kamu boleh pakai apa saja, mobil boleh, naik kereta boleh, naik pesawat boleh, terserah kamu," ucap Alfi.
"Oh begitu, hahaha oke nanti aku naik mobil saja lah," kata Riga.
"Dimana Aldy," tanya Alfi.
"Kenapa kamu bertanya diri nya? dia sedang bersama Putri, aku tidak tau kenapa ia meminta di sana, kalau khilaf nanti dia tanggung jawab," jawab Riga.
"Hahaha jadi kamu tidak jadi menjodohkan ayah dengan Putri?"
"Aku tidak tau sayang, ayah saja antara mau dan tidak. Kalau dengan Aldy kemungkinan besar nya masih ada," kata Riga.
"Oh begitu, ya sudah kalau Aldy bisa bertanggung jawab dah dapat di percaya. Kenapa tidak. Atau kamu saja yang mau menikah dengan nya?"
"Boleh sayang?"
"Boleh dong, tangan kamu langsung lepas dari tempat nya. Kaki kamu akan aku sumbangkan ke rumah sakit amal. Burung kamu aku pajang di kandang buaya dan tubuh kamu aku berikan pada harimau."
Riga menelan air ludah nya dengan kasar. Ia pikir apa yang di katakan Alfi benar, kalau benar mungkin ia akan mencari wanita yang sama seperti Alfi. Tetapi seperti nya itu hanya khayalan Riga saja karena tidak mungkin akan terjadi.
"Hahaha aku bercanda sayang, kamu kan suka aku bercanda."
"Serius juga tidak papa." Alfi mematikan sambungan video call itu satu pihak.
Riga kembali menelan air ludah nya dengan kasar, ia menyesal mengatakan hal. itu, istri nya saat ini malah marah pada nya.
"Hadeh salah berkata membuat nya marah pada ku," ucap Riga.
__ADS_1
Di kamar lain. Putri dengan Aldy masih menonton film horor yang sama. Film sudah sampai di beberapa adegan seram dan dewasa yang membuat Putri semakin takut. Ia memeluk Aldy sambil menyembunyikan wajah nya di atas dada bidang Aldy.
"Ahhkkk itu kenapa," teriak Putri.
"Hahaha sudah jangan takut, itu kalau kamu sudah menikah akan melakukan itu. Tapi kalau kamu mau coba sekarang juga tidak papa si," kata Aldy.
"Hmmm maksud kamu?"
"Iya kamu lihat saja lah." Aldy tersenyum nakal, ia yakin Putri pasti akan terbawa suasana. Ini film horor terdewasa yang pernah ia lihat.
Putri hanya diam sambil menyaksikan adegan dewasa itu, ia tidak tau apa yang terjadi pada tubuh nya sampai tubuh nya seperti merasakan hal yang Aneh. Darah nya seperti mengalir lebih cepat. Aldy sudah benar-benar tidak tahan, ia melihat bibir seksi Putri yang sangat ingin ia lahap.
"Aldy apa yang harus kau lakukan, jika dia masih suci kau harus menikahi nya. Apa kau sudah siap mengikat sesuatu pernikahan," batin Aldy.
Tanpa banyak berfikir lagi, Aldy mencium bibir Putri secara mendadak. Hal itu benar-benar mengejutkan Putri. Putri mendorong Aldy dengan kuat tetapi Aldy tidak menyingkirkan dan terus menciumnya sampai diri nya bisa tenang.
Setelah tenang Aldy mencium Putri dengan lembut, ia memberikan kelembutan yang sangat sempurna. Sampai Putri terbawa suasana, ia diam sambil memejamkan mata nya, menikmati permainan yang Aldy berikan di bibir nya.
"Aldy." Putri mendorong Aldy karena ia sudah kehabisan nafas.
"Kamu mau menikah dengan ku," tanya Aldy.
"Tidak mau," tolak Putri.
Tangan Aldy perlahan membuka pakaian nya sendiri sampai ia hanya menggunakan celana saja. Sebelum melanjutkan nya lagi Aldy kembali bertanya pada Putri, ia ingin sekali Putri merelakan diri nya untuk ia santap. Jika benar-benar ia yang mengambil kesucian Putri ia pasti menikahi nya.
"Kamu mau sayang," tanya Aldy.
"Tidak aku tidak mau menikah dengan mu," jawab Putri.
"Putri menikah itu hal yang baik, kamu bisa mendapatkan apa yang kamu mau."
Mata Putri melihat ke arah tubuh Aldy. Ia menelan air ludah nya secara perlahan, seperti nya nafsu sudah mulai menguasai diri nya. Apalagi melihat tubuh seksi Aldy, otot-otot tubuh Aldy membuat tangan Putri bergerak ke arah sana.
"Bukan nya sama dengan yang di film tadi," ucap Aldy sambil membuka kancing baju Putri.
Saat sudah tidak mendapatkan perlawanan dari Putri, Aldy ingin membuka semua tetapi tiba tiba Riga masuk ke dalam kamar nya.
"Aldy," ucap Riga.
"Ah kau." Aldy menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua.
__ADS_1
"Kau mau apa," tanya Riga.
Aldy menarik Putri ke dalam pelukan nya.
"Kau masih bertanya, sudah pergi sana kami berdua ingin bersenang-senang, kami akan menikah," ucap aldy.
"Kau serius mau menikahi nya," tanya Riga
"Serius Riga, sudah pergi sana," jawab Aldy.
Riga menatap tajam ke arah Aldy. Ia masih tidak terlalu percaya dengan buaya darat itu.
"Pergi Riga, jangan menganggu ku," ucap Aldy.
"Awas saja kau melakukan hal yang tidak tidak, aku potong burung mu," kata Riga.
"Hahaha jangan di kunci, kau tidak ingin mendengar bagaimana dia mendesah nanti," ucap Aldy.
"Jika aku mendengar nya aku bisa gila, istri ku sedang tidak di rumah." Riga pergi meninggalkan tempat itu.
Aldy membuka selimut yang menutupi tubuh Putri, ia bingung kenapa Putri tidak menolak atau mengatakan tidak saat ia mengatakan menikah tadi.
"Kamu mau menikah dengan ku?"
"Mau," ucap Putri.
"Kata Riga menikah akan hidup bersama sama, mempunyai rumah untuk pulang?"
"Benar, kita akan mempunyai rumah dan akan hidup dengan bahagia," ucap Aldy.
"Kamu ingin menikah dulu, atau merasakan yang tidak tadi," tanya Aldy.
"Boleh sebelum menikah," tanya Putri.
"Tidak boleh tapi aku ingin melakukan nya." Aldy menarik paksa pakaian yang menutupi tubuh Putri. Tubuh mulus dan putih milik Putri sudah terekspos.
"Ternyata besar juga ya." Mata Aldy berbinar melihat dia gunung kembar yang masih tertutup.
"Buka sayang," ucap Aldy.
"Buka apa nya," kata Putri.
__ADS_1
"Ini sayang." Aldy membuka penutup itu dengan tangan nya langsung, ia sudah tidak sabar melihat nya.