Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 9 S2


__ADS_3

"Ahh sayang," teriak Alfi.


"Hahaha, sayang sudah malam untuk apa kamu berteriak seperti itu, aku hanya bercanda tadi," ucap Riga.


"Awas saja kamu berani melakukan nya, aku habisin kamu," kata Alfi.


"Oh iya aku lupa memberitahu mu," ucap Alfi.


"Iya ada apa," tanya Riga.


"Aku akan pulang ke rumah, hmmm dua hari."


"Aku memberikan ku izin?"


"Sayang kan aku tidak tau kalau kamu pulang hari ini, kamu saja tidak ada kabar selama beberapa hari. Jadi aku sudah memesan tiket untuk pulang."


"Aku ikut lah," ucap Riga.


"Hahaha kamu memang bisa, kamu loh sudah cuti sangat banyak. Belum lagi kata kamu handphone kamu hilang."


"Iya si, aku harus mengurus nya, banyak data data penting yang hilang," ucap Riga.


"Jadi bagaimana, mau tetap ikut," tanya Alfi.


"Hehehe seperti nya tidak bisa, maaf ya sayang," jawab Riga.


"Aku mah tidak papa kamu tidak ikut, aku hanya ingin bertemu dengan mamah," ucap Alfi.


Keesokan harinya, seperti yang Alfi katakan pagi pagi sekali ia sudah di antar Riga ke stasiun kereta. Awalnya Riga tidak setuju Alfi naik kereta tetapi karena Alfi memaksa dan sudah memesan tiket akhirnya Riga memberikan izin.


Sebelum turun dari dalam mobil. Riga mencium bibir istri nya terlebih dahulu. Ia masih tidak rela berpisah dengan Alfi. Mereka baru saja bertemu dan kembali harus berpisah. Rasa rindu belum sepenuh nya tersalurkan.


"Sudah ah." Alfi memperbaiki riasan bibir nya karena ulah Riga.


Begitu juga dengan Riga yang menghapus noda lipstik di bibir nya. Karena ciuman itu lipstik di bibir Alfi berpindah tempat.


"Sayang," ucap Riga.


"Hmmmm," gumam Alfi.


"Lusa aku jemput ya," ucap Riga.


"Terserah kamu, aku tidak memaksa, kalau kamu mau jemput ya silahkan," kata Alfi.


"Ya sudah aku jemput ya, hmmm tapi aku tidak janji," ucap Riga.


"Iya aku tau kamu sedang sibuk, aku apa pernah memaksa mu sayang," ucap Alfi sambil tersenyum manis pada suami nya.


"Ah itu tanda nya aku harus menjemput mu."


"Hahaha itu tau, ya sudah aku harus turun," ucap Alfi.

__ADS_1


Mereka berdua turun dari dalam mobil. Riga mengantarkan Alfi sampai Alfi masuk ke dalam kereta. Ia duduk di sana sampai kereta itu bergerak.


"Sudah kamu pergi sana," ucap Alfi.


"Hahaha iya sayang, kamu hati ya, jaga anak kita dengan baik. Lusa aku akan menjemput mu," kata Riga.


"Iya, kamu juga seperti biasa nya. Jaga hati," ucap Alfi.


Riga mengecup dahi istri nya dan berjalan keluar dari dalam kereta. Ia masih menunggu sampai kereta itu benar-benar sudah pergi dari stasiun.


"Ah tinggal istri mana enak," ucap Riga sambil berjalan ke arah mobil nya.


Riga membawa mobil nya ke toko handphone. Ia ingin membeli handphone baru untuk nya dan juga untuk Putri. Riga yakin jika Putri mempunyai handphone ia tidak merasa sendiri lagi.


"Sudah," ucap Riga.


"Sudah pak, terimakasih telah berbelanja di toko kami," kata pelayan toko.


Sambil tersenyum Riga pergi meninggalkan toko itu. Semenjak ia menikah dengan Alfi, Riga lebih sering tersenyum dari sebelumnya. Pada siapapun yang menyapa nya.


Di rumah Riga langsung menuju kamar Putri. Saat sedang berjalan ia bertemu dengan Varo ayah nya.


"Ayah yok ikut aku," ucap Riga.


"Mau kemana kau," tanya Varo.


"Ke kamar nya, ayo yah," jawab Riga.


"Modus."


Putri yang sedang menonton televisi di dalam kamarnya tersenyum melihat kedatangan mereka berdua, ia benar-benar bosan berada di kamar ini sendiri.


"Hay Riga," ucap Putri.


"Hay Putri, oh iya ini ayah ku. Kamu bisa memanggilnya paman," kata Riga.


"Selamat siang paman," ucap Putri.


"Kau sangat menggemaskan jadi ingin aku nikahin," kata Varo.


"Hahaha ayah, kau bisa saja ya," ucap Riga.


Riga mengambil handphone yang ia beli tadi. Ia memberikan handphone yang sudah siap di pakai pada Putri. Putri sama sekali tidak tau apa yang Riga berikan pada nya, ia hanya membolak-balikan handphone itu.


"Ini apa," tanya Putri.


"Handphone, kamu tidak tau handphone," tanya Riga.


"Aku tidak tau, benda apa ini?"


"Ini biasa kita gunakan untuk menghubungi seseorang. Atau bermain game dan lain sebagainya," ucap Riga.

__ADS_1


"Kau ajari dia, aku pergi dulu."


"Mau kemana yah?"


"Ke perusahaan mu, kau nanti juga datang ke sana," ucap Varo.


"Oh iya, nanti siang setelah ini aku akan menyusul mu," kata Riga.


Riga mengajari Putri bermain handphone. Riga benar-benar tulus membantu Putri, ia sudah menganggap Putri sebagai adik nya sendiri. Itu sebab nya Riga terlihat sangat baik pada Putri. Tetapi biasa nya dua orang yang terlihat dekat salah satu di antara mereka memiliki perasaan, apakah hal itu akan terjadi ntalah hanya mereka berdua yang tau.


"Hahaha makasi Riga," ucap Putri.


"Kamu mau tinggal di sini selama nya," tanya Riga.


"Mau pulang," jawab Putri.


"Menikah dengan ayah ku saja, dia sangat jago di ranjang. Istri istri nya juga setuju," kata Riga.


"Menikah, apa itu?"


"Menikah, hmmm kamu dan ayah ku hidup bersama sama," kata Riga.


"Kenapa tidak dengan Riga?"


"Tidak bisa, aku sudah punya istri, aku tidak bisa menikah dengan mu," kata Riga.


"Istri? apa itu istri?"


"Istri itu pendamping hidup ku. Dia sangat cantik dan baik, aku tidak mungkin mengkhianati nya," ucap Riga.


"Paman juga sudah punya istri, kenapa bisa me menikah lagi?"


"Ayah ku itu istimewa, kau akan puas lah menikah dengan nya. Wajah nya masih layak di bawa kemana-mana. Goyangannya bukan maen, kalau kamu subur satu minggu juga sudah isi."


"Maksud Riga," tanya Putri.


"Hahaha tidak tidak, sudah jangan kamu pikirkan. Aku harus pergi, kamu mainin saja handphone ini," jawab Riga.


"Iya terimakasih," ucap Putri.


"Sama sama, kamu pikir pikir ya, bayangkan jadi istri ayah ku. Kami cari cari saja di handphone." Riga mengusap rambut Putri dan pergi meninggalkan kamar itu


Riga langsung berangkat ke perusahaan nya. Seperti nya pekerjaan nya yang tertunda kemarin akan di selesai kan di perusahaan. Ia sudah tidak sabar bertemu dengan Aldy. Mana tau Putri bisa ia jodohkan dengan Aldy si otak buaya.


"Kita bertemu lagi," ucap Aldy.


"Hmmm bagaimana?"


"Apa nya? aku tidak mengerjakan apa apa."


"Bagaimana kau mau dengan Putri tidak? kan aku sudah memberikan mu tawaran beberapa hari lalu."

__ADS_1


"Hmmm aku tidak tau, kalau aku suka dan ayah ku setuju aku bisa menikah dengan nya," ucap Aldy.


__ADS_2