Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 56 S2


__ADS_3

"Sakit," tanya Varo.


"Sangat sakit," jawab Jolie.


"Boleh aku bergerak," tanya Varo.


"Perlahan," jawab Jolie.


Gerakan yang dibuat Varo membuat Jolie merasakan sesuatu yang sangat luar biasa, sesuatu itu membuat nya seperti tertarik ke atas awan. Suara erangan Jolie mulai terdengar dengan sangat merdu.


"Sayang, enak sayang," ucap Jolie.


Pertempuran ini berjalan dengan sangat lama, siapa yang tidak tau Varo yang bisa membuat tiga wanita merasa terpuaskan, apalagi hanya Jolie seseorang saja.


Keesokan harinya. Semuanya berkumpul untuk membahas kepergian mereka berlibur. Semua orang yang ikut setuju saja dengan apa yang Varo rencana kan.


"Jadi kita star di Jepang," tanya Riga.


"Iya kita star dari Jepang, jadi kita naik pesawat malam ini ke Jepang. Liburan ini berlangsung selama satu bulan, kalian sudah siap untuk meninggalkan semua nya?"


"Aku si sudah, tidak tau Aldy dan Roger," kata Riga.


"Aku si bisa saja, ayah pasti memberikan izin untuk kami berdua Hanymoon, kalau Aldy bagaimana?"


"Kalau kalian semua bisa, aku tidak mungkin tidak bisa, aku pasti harus bisa," ujar Aldy.


"Satu bulan pulang pulang bisa hamil kau Tiffany," kata Alfi.


"Memang tujuan nya itu, ayah memberikan liburan yang lama agar fokus. Ayah kan ingin segera mempunyai anak," ujar Riga.


"Jadi semua setuju," tanya Varo.


"Setuju," jawab mereka semua dengan kompak.


"Kalau begitu sudah pulang kalian semua, siap kan semua nya, kita berhenti di bandara malam ini," kata Varo.


Seperti yang dikatakan Varo satu persatu dari mereka pulang meninggal rumah itu. Siapa yang tidak mau liburan gratis dengan biaya yang luar biasa mahal. Varo lah yang menanggung semua biaya. Ia melakukan itu dengan harapan agar di liburan ini Jolie dapat dengan cepat mengandung anaknya.


"Ayah benar-benar keren, bagaimana tadi malam ya, lancar," tanya Riga.


"Sangat lancar, bagaimana tidak lancar apa kau tidak tau ayah bagaimana," jawab Varo.

__ADS_1


"Sang gladiator, hahaha bagaimana Jolie masih perawan," tanya Riga.


"Ayah mendapatkan nya, ayah benar-benar sangat senang, sekarang dia masih tidur karena kelelahan. Dia benar-benar luar biasa, umurnya masih 19 tahun tapi dia langsung mau belajar banyak gaya," jawab Varo.


"Wah wah sangat keren sekali, istri muda memang seperti itu, ya sudah aku menyusul istri ku dulu, kami harus menyiapkan banyak hal," kata Riga.


Malam hari nya, mereka semua bertemu di bandara untuk terbang ke Jepang. Varo dan Riga sudah berada di bandara sejak beberapa menit yang lalu, sekarang mereka tinggal menunggu Aldy dan Roger.


"Halo nat," ucap Riga yang tiba tiba mendapatkan panggilan dari Nathan.


"Halo Riga, kau akan pergi ke Jepang, kata Aldy kalian akan berlibur kebetulan aku ada di Jepang bisa kita bertemu," tanya Nathan.


"Bisa dong, siapa si yang tidak mau bertemu dengan teman baik seperti mu," jawab Riga.


"Baiklah, aku tinggal di Jepang, kalau sudah sampai langsung memberikan ku kabar, aku akan menyiapkan hotel untuk kalian," kata Nathan.


"Tunggu dulu," ucap Riga. Riga takut ayah nya sudah memesan kan hotel terlebih dahulu untuk mereka.


"Ayah sudah pesan hotel," tanya Riga.


"Belum, ini baru mau pesan," jawab Varo.


"Halo Nat, oke siapkan 4 kamar untuk kami," ucap Riga.


"Baik 4 kamar saja kan," tanya Nathan.


"Iya hanya 4 kamar, bintang 7," jawab Riga yang tidak ingin tanggung tanggung, Nathan memang bisa dia andalkan untuk hal seperti ini.


"Kau ya di berikan hati minta jantung," kata Varo.


"Hahaha bukan begitu yah, Nathan itu sangat kaya raya, pemilik Vins grup anak mu ini sangat luar biasa koneksi permainan nya sangat luas," ucap Riga.


Tak lama Aldy dan Roger sampai di bandara, Aldy membawa 4 koper besar di belakang nya sedangkan Roger hanya membawa satu koper kecil. Mereka semua bingung dengan Roger dan Tiffany.


"Mana pakaian kalian," tanya Aldy.


"Ayah Bram sudah menyiapkan pakaian kami di Jepang jadi kami tinggal mengambil saja," jawab Roger.


"Wah wah wah, memiliki ayah yang mempunyai usaha di Jepang itu enak ya, semua nya sudah di siapkan dengan sangat baik," kata Riga.


Setelah semuanya berkumpul mereka pun naik ke dalam pesawat karena pesawat sebentar lagi akan lepas landas.

__ADS_1


"Kakek sudah tau yah," tanya Riga.


"Sudah dia tidak bisa ikut," jawab Varo.


"Aku ingin kakek menikah lagi yah," kata Riga.


"Sebenarnya bisa saja, usia kakek mu masih 60 an, masih pantas untuk menikah lagi," ucap Varo.


"Tapi kan kakek tidak mau, dia sangat setia dengan nenek," kata Riga.


"Carikan saja wanita seperti nenek, kan bisa," ucap Riga


"Tidak mungkin mau, kakek mu itu tidak mungkin mau menikah lagi. Nah mungkin jiwa setia mu itu dari kakek mu, kau juga setia tidak mau menikah lagi."


"Heheeh iya juga ya, ayah tau aku sudah menunggu Alfi sejak kecil, aku hanya ingin menikah dengan Alfi, aku setia tidak menikah dengan orang lain hanya demi Alfi. Dan benar saja kesetiaan ku terbalaskan. Aku menikah dengan wanita yang sangat aku cintai dan aku tunggu sejak lama."


"Tunggu dulu, bagaimana mungkin bisa begitu, kau jatuh cinta dengan Alfi sejak kecil, bukan ya kalian berdua di jodohkan," tanya Varo.


"Bisa lah yah, Alfi itu wanita di masa kecil ku, dia yang menyelamatkan ku, ayah lupa aku pernah diculik."


"Oh wanita itu, dulu kau pernah berkata akan menikah dengan nya, dan memang terjadi. Wah jiwa setia kakek mu tidak turun pada ayah malah pada mu."


Perjalanan dari Indonesia ke Jepang memerlukan waktu sekitar 7 jam. Waktu yang cukup lama dan bisa mereka gunakan untuk beristirahat.


Di Jepang Nathan bersama seseorang wanita yang tak lain patner kerja nya. Wanita itu bernama Helen. Wanita cantik dan kuat yang bekerja sama dengan Nathan.


"Kau sudah menyiapkan semuanya," tanya Nathan.


"Sudah lah, kau pikir pekerjaan ku lelet seperti mu," jawab Helen.


"Bagus Helen, aku semakin kagum dengan mu," ucap Nathan.


Di balik kata Kagum ada terselip sesuatu yang tidak bisa dijelaskan oleh kata kata. Hanya Nathan lah yang tau sesuatu itu.


"Siapa si yang akan datang kau sampai repot repot menyiapkan semua nya," tanya Helen.


"Ada dong kau kepo sekali."


"Itu yang membuat ku kesal dengan mu, kau tidak pernah menjawab pertanyaan ku dengan baik," kata Helen.


"Hahaha maafkan aku, dia teman teman baik ku, aku tida mungkin menyiapkan sesuatu setengah setengah untuk mereka," ucap Nathan.

__ADS_1


__ADS_2