Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 48


__ADS_3

"Riga jangan begitu." Alfi ikut masuk ke dalam kamar mandi, ia menarik tangan Riga agar Riga keluar dari dalam sana. Riga membalik tubuh nya sambil menarik tangan nya dengan cukup kasar, hal itu membuat Alfi terpeleset ke depan.


"Ahhkk," teriak Alfi.


Tanpa di duga Alfi menabrak tubuh Riga, bukan hanya tubuh mereka yang saling menempel tetapi bibir mereka berdua juga saling menempel. Alfi dan Riga sama sama membuka mata mereka dengan lebar, ciuman pertama mereka berdua telah hilang secara bersama.


"Ahhh, cabul," teriak mereka berdua.


Alfi dan Riga langsung keluar dari kamar mandi, mereka berdua saling menyalahkan karena masalah ini.


"Ini semua karena mu," ucap Alfi.


"Karena aku, karena aku bagaimana? yang membuat peraturan tidak jelas ini siapa? aku? tida kan, jadi ini bukan salah ku," jawab Riga.


"Yang menarik ku dengan kasar siapa? apa itu aku? bukan kan, jadi ini semua salah siapa," tanya Alfi.


"Salah mu," ucap mereka berdua.


Riga berjalan melepaskan semua garis yang Alfi buat. Garis ini benar-benar sangat merepotkan nya, ia tidak mau hal seperti tadi terjadi lagi. Ia belum siap kehilangan keperjakaan nya.

__ADS_1


"Kau pria tapi tidak mau di salahkan, siapa yang mau menikah dengan mu," kata Alfi.


"Kau yang mau menikah dengan ku, bukti nya kau sudah menikah dengan ku. Jadi siapa yang aneh, ya itu kau," ucap Riga.


"Oh jadi kau ingin aku pergi, pernikahan kita baru dan kita bisa berpisah dengan cepat, karena kita belum melakukan hubungan apapun," kata Alfi yang membuat Riga cukup panik, sudah pasti ia tidak kau pisah dengan Alfi.


"Ya aku salah, aku minta maaf, sudah jangan mempermasalahkannya lagi," kata Riga.


Alfi melihat ke arah Riga, ia rasa Riga benar-benar minta maaf pada nya. Alfi berpikir kalau diri nya juga salah akan hal ini.


"Sudah lah jangan membahas nya aku juga salah," ucap Alfi.


"Jadi aku dulu yang ke kamar mandi," tanya Riga.


"Untung dia wanita, kalau pria aku tidak akan mengampuni nya," kata Riga.


Riga sudah tidak bisa menahan nya lagi, ia sangat ingin membuang sesuatu di perut nya. Ruang mandi dan kolset hanya di pisah kan oleh kaca dan sebuah tirai tipis. Tanpa pikir panjang Riga langsung masuk ke dalam sana.


"Ahhh Riga," teriak Alfi.

__ADS_1


"Aku kebelet, aku tidak akan mengintip." Riga langsung mengambil posisi sambil memejamkan matanya.


"Jangan mengintip," kata Alfi.


"Tidak akan," kata Riga.


Alfi menarik tirai yang ada di sana, dengan tirai itu ia sedikit terselamatkan oleh tatapan ganas Riga. Alfi mempercepat kegiatan mandi nya, agar ia tidak Riga tidak saling menatap benda-benda terlarang.


"Kau sudah siap," tanya Riga.


"Tunggu sebentar, aku sebentar lagi juga siap," jawab Alfi.


"Lama juga tidak papa, kau istri ku, jadi aku berhak melihat semua nya, singkirkan tirai itu," goda Riga.


"Kalau aku menyingkirkan tirai ini, kau melihat semua nya, kau akan semakin cabul pada ku, aku tidak mau," kata Alfi.


"Hahaha biar saja, setelah ini aku langsung menerkam mu, siapkan nyali mu Alfi," ucap Riga.


"Oh iya emang kau sudah berani menampakkan tubuh mu di hadapan ku, kau saja tida mau melakukan itu, sok berani ingin menerkam ku."

__ADS_1


"Oh kau tidak tau senjata laras panjang ku, dia bisa membuat mu menangis," kata Alfi.


"Aku tidak takut, aku lihat tadi tidak ada senjata laras panjang, hanya sebuah pisang kecil yang keinginan," ucap Alfi. Alfi tidak benar-benar melihat nya, ia hanya mengarang nya saja.


__ADS_2