
"Nathan," ucap mereka berdua.
Alfi dah Riga bangkit dari atas kasur, mereka berdua tampak kebingungan dengan kedatangan Nathan secara tiba-tiba. Saat ingin bersembunyi Nathan sudah membuka pintu kamar itu. Ia sangat terkejut melihat Alfi ada di dalam sana, apalagi Alfi hanya memakai handuk.
"Nathan aku bisa menjelaskan semua nya," kata Riga. Ia yakin pasti Nathan akan marah pada nya, ia membohongi Nathan yang memiliki perasaan lebih pada Alfi.
"Untuk apa, aku pasti menganggu kalian berdua, maaf aku pergi saja." Nathan membalik badan nya dan pergi meninggalkan tempat itu.
Ia sudah yakin dengan perasaan nya pada Alfi. Ketika ia tau Alfi dan Riga gagal dalam perjodohan ini, ia langsung ingin mendekati Alfi. Tetapi ternyata Riga yang sudah ia tanya berulang kali tentang perasaan nya pada Alfi malah menusuk nya dari belakang. Jika sejak awal Riga mengatakan kalau Riga suka dengan Alfi pasti ia akan mendukung Riga dan mengubur perasaan nya dalam dalam.
"Nathan, dengar dulu. Aku tau aku salah, aku ingin jujur aku sudah menikah dengan Alfi," jelas Riga.
Nathan menghentikan langkah kaki nya. Ia membalik badan nya sambil memberikan selamat pada Riga.
"Wow impresif, aku sangat senang, selamat atas pernikahan mu."
__ADS_1
"Ya aku salah, aku tidak jujur dengan perasaan ku pada Alfi. Aku mencintai Alfi sejak dia pergi meninggalkan ku. Ini pertama kali nya aku jatuh cinta pada seseorang wanita, aku sedang berusaha melupakan masa lalu buruk ku dengan Alfi. Maaf aku tidak memberitahu mu, aku takut kau mengejek ku. Nathan sahabat mu sedang berusaha untuk bangkit dan kau malah marah pada ku."
"Kau yakin mencintai nya Riga," tanya Nathan.
"Ya begitu lah, ah jangan mengatakan itu aku sangat malu," jawab Riga.
"Aku ikut senang Riga, tidak tidak aku tidak marah pada mu. Marah hanya untuk anak kecil, aku sangat senang mendengar hal ini. Ya memang aku sempat kecewa dengan mu, aku pikir kau menikah dengan Alfi hanya untuk menghentikan ku mendekati Alfi tetapi tidak kau menikah dengan Alfi karena kau mencintai Alfi."
"Ini baru sabahat ku, aku yakin pasti kau akan mendapatkan wanita yang lebih baik dari Alfi, kau pasti juga akan mendapatkan wanita yang sangat sepadan dengan mu. Lagi pula usia mu masih muda sekali."
"Belum, aku tidak berani, nanti saja lah tunggu dia mencintai ku, mencintai seseorang diam diam cukup menantang," jawab Riga.
"Kau payah, kalau begitu aku tidak jadi pulang. Aku tunggu kau di ruang bawah," kata Nathan.
"Di kamar ku saja, ayo jangan di bawa," ucap Riga.
__ADS_1
"Kau sudah punya istri, aku tidak bisa asal masuk ke dalam kamar mu, sudah aku tunggu kau di ruang bawa, di sana ada kakek mu, aku ingin berkenalan dengan nya." Nathan berjalan pergi meninggalkan Riga.
Sebelum menyusul Nathan, Riga naik ke kamar nya kembali, untung saja Nathan mau mendengar penjelasan nya. Mengakui perasaan nya terendam nya memang terasa lebih tenang, saat ini selain keluarga nya Nathan sudah tau jika ia mencintai Alfi.
"Bagaimana," tanya Alfi.
"Sudah tidak marah, dia suka dengan mu, jadi kau jangan tebar pesona pada siapapun lagi, kau membuat orang tersakiti pada mu," jawab Riga.
"Apa! dia suka pada mu, ah kenapa dia tidak bilang, jika sebelum menikah dia mengatakan pada ku pasti aku akan menikah dengan nya."
"Kau jangan macam macam, kau istri ku, bagaimana ya agar kau tidak centil lagi pada pria," ucap Riga, ia benar-benar ingin mengikat Alfi agar tidak bisa meninggalkan nya, Alfi bisa pergi meninggalkan nya dan hidup dengan bahagia bersama dengan pria lain. Tetapi tidak untuk Riga yang sama sekali tidak bisa hidup tanpa Alfi.
"Kenapa kau takut kehilangan ku," tanya Alfi.
Riga berjalan mendekati Alfi, tangan nya menahan Alfi agar Alfi tidak berjalan menjauh dari nya.
__ADS_1
"Aku tau bagaimana cara nya agar kau tidak centil lagi pada pria," ucap Riga.