
Dan terjadi lah apa yang tidak seharusnya mereka lakukan. Aldy masih penasaran dengan Putri, ia sudah tidak sabar untuk memasuki Putri yang sudah siap.
Ntah apa yang Aldy pikirkan saat ini, malam ini seperti nya ia hanya memikirkan tentang kepuasan tanpa memikirkan hal kedepannya. Ia lupa bagaimana ayah nya menentang nya dalam masalah wanita. Aldy terus melakukan nya sampai ia meletakan benih nya di dalam tubuh Putri.
Pertemuan pertama mereka Aldy tidak tertarik sama sekali dengan Putri tetapi di pertemuan ke dua mereka Aldy sudah menyebarkan benih nya di rahim Putri. Saat ini yang harus Aldy lakukan adalah bertanggungjawab dengan apa yang telah ia perbuat.
"Aku akan bertanggung jawab sayang," ucap Aldy.
"Kamu yakin akan bertanggung jawab," tanya Putri.
"Pasti lah, aku pria yang sangat menepati semua kata kata ku, aku pria yang sangat bertanggung jawab," jawab Aldy.
"Aku harap itu benar." Putri memeluk Aldy dengan erat. Putri tidak memikirkan apapun kedepannya. Yang ia butuhkan saat ini hanya lah rumah, dan ia yakin Aldy adalah rumah nya.
Di dalam kamar lain Riga masih memikirkan apa yang akan terjadi. Ia yakin Aldy bertanggung jawab. Tetapi ia juga takut jika Putri di paksa oleh Aldy untuk melakukan nya. Aldy pria yang gila akan hal itu, ia sudah cukup lama mengenal Aldy.
"Dia yakin tanggung jawab tidak ya," batin Riga
Keesokan harinya, mereka berdua sama sama terbangun karena sinar matahari yang masuk mengenai wajah mereka berdua. Aldy tersenyum sambil mencium wajah Putri, hari ini ia akan mengatakan pada ayah nya jika ia akan menikahi seorang wanita. Siapa lagi jika bukan Putri, seseorang wanita yang sudah ia rusak tadi malam. Rasa ragu di hati Aldy pasti ada, ia bukan ragu dengan Putri tetapi dengan ayah nya, ia takut aya nya menolak Putri sebagai menantu nya.
"Kamu sudah bangun," tanya Aldy.
"Hmmm, malam yang sangat panjang," jawab Putri.
"Kamu yakin kan mau menikah dengan ku, aku sudah sangat serius dengan mu, kamu jangan ragu dengan ku."
"Iya aku serius," ucap Putri.
"Oke sayang aku mandi dulu ya, kamu jangan lupa mandi. Nanti aku akan langsung membicarakan semua nya pada ayah ku," ucap Aldy.
__ADS_1
"Iya." Hanya itu yang bisa Putri katakan. Saat ini tubuh nya masih terasa sakit sisa kemarin.
Melihat tingkah Aldy yang begitu Aktif membuat Putri merasa terhibur. Selama hidupnya di rumah Riga Ia tidak pernah melihat seseorang seperti Aldy. Ia juga tidak pernah berinteraksi dengan seseorang seperti Aldy yang cukup menghibur nya.
"Semoga ini pilihan terbaik untuk ku, aku yakin dia pria yang bisa di percaya," batin Putri.
Setelah selesai membersihkan diri nya, Aldy keluar dari kamar itu. Ia masuk ke dalam kamar Riga untuk mengatakan semua nya pada Riga. Di dalam kamar Riga masih tertidur tanpa menggunakan apapun. Dari apa yang Aldy lihat seperti nya Riga habis melakukan olahraga lima jari sebelum tidur tadi.
"Riga bangun aku mau menikah," teriak Aldy yang membuat Riga terkejut.
"Kau!!! kau membuat ku terkejut." Riga menarik selimut untuk menutupi tubuh nya.
"Hahaha maaf maaf, aku akan menikah. Aku mendapatkan kesucian nya," kata Aldy.
"Apa!! buaya apa si kau. Ini pertemuan ke dua kalian, tapi kalian sudah langsung tidur bersama. Sudah enak enak pulak."
"Aku buaya langka, hahaha aku sangat puas, ya sudah aku mau pulang, aku harus mengatakan nya pada ayahku," ucap Aldy.
"Ya sudah, aku pergi dulu. Jaga calon istri ku dengan baik ya. Dan jangan lupa bersihkan itu mu, seperti nya kau habis olahraga lima jari."
"Kurang ngajar, kau mengejek ku."
"Riga tunggu dulu, maaf ya aku tidak sengaja melihat milik mu, kenapa bisa sebesar itu. Apa kau memakai obat pembesar atau ada sejenis nya?"
"Ada dong, karena aku baik. Ambil di laci itu, saat mandi kau urut pakai itu. Sebulan saja sudah terlihat dengan jelas," ucap Riga.
"Hahaha terimakasih." Aldy mengambil apa yang di katakan Riga dan pergi meninggalkan kamar Riga.
Riga menggelengkan kepala nya melihat kelakuan Aldy. Ia yakin Aldy benar-benar serius dengan apa yang ia janjikan. Jika tidak ia langsung yang akan turun tangan. Riga mengambil handphone nya untuk menghubungi istri nya, tetapi istri nya masih tidak mengangkat panggilan nya.
__ADS_1
"Ah sayang kamu dimana si, kamu masih marah kepada ku," ucap Riga dengan perasaan yang sangat kesal.
Sesampainya di rumah Aldy langsung berjalan ke ruang keluarga, ia terkejut di sana sudah banyak orang termasuk mantan nya Kirana.
"Kenapa dia datang, bukan nya perjodohan kami sudah batal," batin Aldy.
"Aldy kau dari mana saja, aku sudah berulang kali menghubungi mu tetapi nomor mu sama sekali tidak aktif," tanya Lucas ayah Aldy.
"Aku menginap di rumah Riga yah, kenapa ramai sekali ada apa ini?"
"Kami sedang membahas pernikahan mu dengan Kirana, kau sudah tua dan harus segera menikah," kata Lucas.
"Apa!!! bukan nya perjodohan ini sudah batal. Dan aku memang akan menikah tetapi dengan wanita pilihan ku, aku sudah menemukan nya. Aku baru saja ingin mengatakan nya pada ayah," ucap Aldy.
"Siapa yang meminta mu untuk mencari istri. Semua apa yang kau lakukan harus mendapatkan izin ku. Kau tidak bisa menikah dengan nya, kau harus menikah dengan Kirana."
"Aku tidak mau yah, aku tidak mau menikah dengan Kirana, dia bukan gadis yang baik."
"Ayah." Kirana memeluk ayah nya.
"ALDY!!! Kau sudah berani ke pada ku." Lucas menarik baju Aldy dan mendorong Aldy ke sofa.
"Ingat kau anak ku satu satu nya, kau yang menjadi harapan untuk ku. Jangan membuat ku kecewa seperti ini. Jika kau tidak menikah dengan Kirana, kau tidak akan mendapatkan warisan sedikit pun. Dan wanita yang kau sukai itu akan habis pada ku," ucap Lucas.
Aldy sangat bingung harus berbuat apa. Ia tetap harus menikah dengan Putri. Mau bagaimana pun ia harus menikah dengan nya. Tetapi ia takut ayah nya melakukan hal yang tidak tidak. Ia juga akan di depak dari keluarga ini.
"Kirana, jangan khawatir minggu depan kalian akan menikah," ucap Lucas.
"Ayah tapi..
__ADS_1
"Diam atau aku benar-benar melakukan apa yang aku katakan tadi, jangan membuat ku nekat Aldy," ucap Lucas.
"Ahh aku pusing." Aldy pergi meninggalkan ruangan itu.