
"Kau gila Alvaro," ucap Bella.
"Aku gila, ya aku gila. Aku bisa gila karena kehilangan nya, katakan siapa yang terlibat dalam masalah ini," tanya Alvaro.
"Aku tidak tau Alvaro, aku juga korban tapi seperti ini pada ku, apa salah ku pada mu," ucap Bella.
"Cukup Bella cukup, jangan membuat ku semakin kesal pada mu. Aku bingung Bella bingung, kenapa semuanya terjadi pada ku. Oke aku tidak menyalahkan mu, kita kesampingkan masalah kita. Sekarang aku harus mencari keberadaan istri ku."
Alvaro melemparkan kunci mobil Bella dan pergi meninggalkan Bella begitu saja. Bella memasang wajah kesal melihat Alvaro pergi begitu saja, ini sama sekali tidak sesuai dengan harapan nya, padahal ia sangat berharap jika Alvaro langsung bersikap baik pada nya.
Di Vila. Melanie keluar dari dalam kamar setelah menangis sepanjang malam di dalam kamar. Mata nya terlihat bengkak karena terlalu lama menangis Wajah cantik nya terlihat lusuh seketika. Membayangkan Alvaro tidur dengan wanita lain, menikmati tubuh wanita lain benar-benar sangat menyakitkan untuk nya.
"Dimana Pactrik," ucap Melanie.
Melanie berjalan mencari keberadaan Pactrik, ia ingin berterimakasih pada Pactrik karena telah membawa nya ke tempat ini, tempat yang memang sangat ia butuhkan untuk saat ini.
"Pactrik," teriak Melanie.
"Aku di kolam renang Melanie..."
__ADS_1
Melanie berjalan ke arah kolam renang yang berada di samping. Ia melihat Pactrik sedang asik berenang. Ia sangat tau betul jika Pactrik sangat suka berenang. Dulu saat mereka berdua liburan bersama, Pactrik selalu mengajak nya ke wahana air. Mungkin karena hobinya itu lah yang membuat Pactrik lebih tinggi dari Alvaro, tetapi jika bicara tentang keseksian di mata Melanid Alvaro tidak ada tanding, Alvaro pria terseksi yang pernah Melanie lihat.
"Pactrik," ucap Melanie.
"Iya ada apa Mel," tanya Pactrik.
"Kau berenang sendiri?"
"Ya terus dengan siapa lagi? dengan mu?"
"Hahaha tidak tidak aku bercanda, ada apa? kau membutuhkan sesuatu," tanya Pactrik.
"Nanti saja lah, kau nikmati saja berenang mu dulu."
"Nanti malam saja," jawab Melanie dan pergi meninggalkan Pactrik. Ia lebih memilih ke dapur untuk memasak sesuatu dari pada berduaan dengan Pactrik di tempat itu.
Pactrik mempercepat kegiatan berenang nya. Jujur Pactrik berenang bukan karena ingin tetap karena ia berpikir jika apa yang ia lakukan sudah benar atau tidak, Pactrik takut semua nya hancur karena ulah nya. Tetapi memang setan sudah merusak hati dan otak nya, dia tidak bisa berpikir dengan benar. Ketakutan hanya datang untuk sementara waktu, pada akhirnya Pactrik tetap seperti ini.
"Masak apa," tanya Pactrik.
__ADS_1
"Apa yang ada," jawab Melanie.
"Apa yang ingin kamu bicarakan," tanya Pactrik.
"Kau tau Alvaro tidur dengan wanita lain," tanya Melanie.
"Apa!!! Aku... aku tidak tau," jawab Pactrik.
"Bagaimana ya, aku bingung dengan semua nya. Apakah aku bisa lanjut dengan nya atau tidak," ucap Melanie.
"Maksudnya," tanya Pactrik.
"Aku tidak bisa seperti ini, jika aku melanjutkan semua aku akan terbayang bayang dengan apa yang Alvaro Lakukan. Mungkin ini bukan pertama kali mereka seperti itu, mereka sering bertemu dan pasti sering melakukan nya tanpa sepengetahuan ku," jelas Melanie.
"Aku tidak tau menau soal hubungan Alvaro dan Bella, yang aku tau dulu Alvaro sempat suka dengan Bella, kalau sekarang aku tidak tau perasaan nya pada Bella, dia tidak ada cerita pada ku."
"Sudah lah aku tidak ingin membahas masalah ini, aku ingin melupakan semuanya sejenak," kata Melanie.
"Tenangkan dulu diri mu Melanie, jangan terburu buru mengambil keputusan, tetapi apapun keputusan mu aku akan selalu mendukung mu. Aku akan membantu mu," ucap Pactrik.
__ADS_1
"Terimakasih Pactrik, kau sangat baik," kata Melanie.
"Sama sama Melanie, aku ingin yang terbaik untuk mu," ucap Pactrik.