
Alfi tampak sangat betek melihat kedekatan Riga dan Carisa, ia seperti tidak di perdulikan oleh suami nya sendiri. Jika di lihat lihat mereka berdua memang seperti sudah lama saling mengenal dan sangat dekat sekali. Rasa kesal Alfi bertambah saat Carisa seperti begitu manja pada Riga.
"Aku kenyang Riga, aku pulang lebih dulu," kata Alfi..
"Oh ya sudah, hati hati ya."
Alfi pergi begitu saja meninggal kan Riga. Ia benar-benar marah pada Riga. Riga sama sekali tidak menahannya, tidak bertanya kenapa dia pulang. Di sepanjang perjalanan Alfi terus mengupat dengan wajah yang terlihat memerah.
"Awas saja, tidak ada jatah jatah. Aku sudah Manahan sakit merasakan junior nya yang besar itu, eh dia malah seperti ini pada ku. Dia pikir dia siapa berani seperti ini pada ku," batin Alfi.
Sore hari nya. Riga kembali pulang ke rumah nya, karena terlalu asik bertemu dengan teman lama nya ia sampai melupakan Alfi. Riga yakin jika Alfi pasti sangat marah pada nya, Alfi pasti cemburu pada nya tetapi Riga cukup senang karena dengan itu, ia bisa tau kalau Alfi juga mulai mencintai nya.
"Sayang." Riga langsung memeluk Alfi yang sedang membersihkan kamar.
__ADS_1
"Lepas Riga, aku sedang sibuk, jangan ganggu aku Riga," kata Alfi.
"Kamu kenapa sayang, kamu marah padaku, atau kami cemburu pada ku," tanya Riga.
"Aku cemburu pada mu, tidak sama sekali, aku tidak akan cemburu pada mu, pada wanita seperti itu juga, hahahaha itu sangat lucu Riga," jawab Alfi.
"Hahaha kamu terlihat sangat jelous, aku yakin kamu cemburu pada mu. Maaf sayang tadi aku seperti tidak peduli dengan mu, aku benar-benar sudah lama tidak bertemu dengan nya. Tapi kamu tenang saja dia sudah aku beri tau kalau kamu istri ku. Istri yang akan mengandung anak anak ku," kata Riga.
"Kau sudah mengatakan pada nya, kalau aku istri mu," tanya Alfi.
"Oh bagus lah, kau sudah punya istri jangan genit pada wanita lain," kata Alfi.
"Tidak, aku tidak mungkin genit pada wanita lain. Dia tidak ada apa apa nya di bandingkan diri mu, kau montok sedangkan dia kurus, aku tidak akan bernafsu," ucap Riga.
__ADS_1
Alfi sedikit tersenyum mendengar hal itu, ia cukup lega setelah sedari tadi Manahan rasa sakit yang luar biasa. Yang di katakan Riga benar, ia sudah mengakui jika diri nya cemburu pada wanita itu. Rasa ingin memiliki sudah ada di dalam hati nya.
"Kamu senang, hahaha istri tersayang ku cemburu, kamu pasti mencintai ku kan," tanya Riga.
"Tidak lah, aku mana mungkin mencintai pria seperti mu, jangan terlalu percaya diri tuan," jawab Alfi.
"Oh iya, berarti kamu ingin merasakan betapa gagah nya Riga junior." Riga menarik Alfi dan membawa nya ke atas ranjang.
Alfi membuatkan mata nya saat merasakan sesuatu yang mengalir di bawa sana, ia baru ingat jika jatah nya datang bulan sudah memasuki waktu nya.
"Riga aku datang bulan turunkan aku," teriak Alfi.
"Aku tidak percaya, aku akan melihat nya," kata Riga.
__ADS_1
"Jangan Riga, itu sangat memalukan, aroma nya sangat tidak sedap, jangan membuka nya," ucap Alfi tetap Riga masih saja ngeyel, ia ingin melihat nya secara langsung