Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 23 S2


__ADS_3

"Sial dimana semua makanan," ucap Riga.


Saat ini Riga benar-benar sangat lapar, ia tidak menemukan makanan di dalam kulkas maupun di atas meja makan. Untuk masak mana mungkin ia lakukan, pria tampan seperti nya anti dengan masak memasak.


"Aku sangat lapar, gofood pun tak ada di sini," kata Riga.


Riga mengambil buah yang ia petik tadi, malam ini ia hanya bisa memakan buah itu.


Dari kejauhan Roger berjalan mendekati Riga, ia tau pasti Riga sedang mencari makanan. Sebagai penjaga Vila ini Riga ingin memberikan pelayan terbaik untuk Riga.


"Mau makan?"


"Tidak ada," kata Riga. Ia melirik ke arah Roger, wajah Roger sangat asing untuk nya. Berarti Roger bukan orang disekitar nya selama ini.


"Sebelum aku ingin minta maaf pada mu, kemarin aku hanya mengikuti kemauan nona Alfi. Jika kau ingin makan, aku bisa merasakan mu mie atau nasi goreng," ucap Roger.


"Tidak papa, hmmm boleh," kata Riga.


"Mie saja ya, aku juga ingin makan," ucap Roger.


"Jika sedang berada di rumah, sebisa mungkin menggunakan pakaian yang lengkap, ada yang bernafsu melihat mu. Jangan memancing api." Roger berjalan ke arah dapur, ia mengatakan hal. itu pada Riga karena ia tau bagaimana adik nya. Jolie bukan adik kandung nya. Sifat mereka berdua sangat jauh berbeda.


"Dia," tanya Riga.


"Aku," jawab Roger.


"Kau homo," tanya Riga.


"Menurut mu siapa, pakai tanya," jawab Roger.


Pria dingin dan kasar jika di satukan memang seperti ini, tidak bisa berbicara tanpa nyolot. Riga melirik ke arah Jolie, sedikitpun ia tidak tertarik pada Jolie, seleranya jauh di atas jolie. Ia merasa Jolie lebih cocok dengan ayah nya Varo. Mana tau dengan menikah lagi ayah nya bisa mempunyai anak lagi. Ia juga sudah siap untuk memiliki seorang adik.


"Kau sudah menikah," tanya Riga.


"Belum, aku tertarik dengan istri mu," jawab Roger.


"Oh, siapkan saja nyawa mu," kata Riga.


Jika sudah menyangkut masalah istri nya, pasti Riga sangat muda terpancing, apalagi jika seorang pria yang ingin merebut Alfi dari nya.

__ADS_1


"Hahaha maksud ku seperti istri mu, aku ingin mendapatkan istri seperti istri mu," kata Roger.


Roger cukup panik mendapatkan respon Riga yang seperti itu. Seperti nya ia salah bercanda dengan seseorang.


"Kau sudah pernah menikah," tanya Riga.


"Sudah, istri ku hilang," jawab Roger.


"Kata mu tadi belum."


"Begini aku menikah dengan seorang wanita, setelah pernikahan kami, kami berdua terpisah karena keluarga nya tidak merestui kami. Kami berdua belum sampai malam pertama, dan sudah terpisah. Apakah itu bisa di katakan aku sudah menikah," jelas Roger.


"Sudah berapa lama," tanya Riga.


"Sebulan mungkin, setelah aku kehilangan nya, aku berpacaran dengan seorang wanita sebagai pengusir rasa sedih ku, baru beberapa minggu sudah di selingkuhi. Dan sekarang aku berpacaran dengan seorang wanita cantik tapi akhlak nya tidak cantik," jawab Roger.


"Kenapa kau jadi curhat pada ku."


"Kau yang memancing ku," kata Roger.


"Jadi kau masih resmi menikah dengan wanita itu," tanya Riga.


"Atau mungkin dia masih menunggu mu," ucap Riga.


"Hahaha itu tidak mungkin, otak nya pasti sudah di cuci oleh keluarga nya. Aku percaya dengan takdir, jika kami memang berjodoh kami pasti akan bertemu," kata Roger.


"Hahaha sudah jangan banyak berbicara, mana makanan ku, sudah matang belum," ucap Riga.


"Sudah, tunggu sebentar ya."


Roger mendekati Riga dengan membawa makanan yang ia masak, mie dengan sayur sayuran segar, siapa yang tidak suka dengan makanan ini. Manusia seperti Riga pun pasti akan suka.


"Wah terimakasih, seperti nya enak," ucap Riga.


"Bagaimana rasa nya, apa enak?"


"Hmmm enak juga, aku baru pertama kali merasakan nya," kata Riga.


"Hahaha aku pandai memasak, hanya saja aku tidak pandai membuat anak," ucap Roger.

__ADS_1


"Kau sudah pernah melakukan nya," tanya Riga.


"Belum, kau mau aku tusuk," tanya Roger.


"Silahkan, tapi jangan harap kau masih bisa bernafas," jawab Riga sambil memberikan tatapan tajam pada Roger, tatapan itu memberikan tanda pada Roger, jika jangan bermain main dengan nya.


"Hahaha aku normal, kau jangan takut. Aku hanya senang membuat mu marah, kau sumbu pendek," kata Roger.


"Hmmm, jadi jangan macam macam dengan ku."


"Dimana istri mu," tanya Roger.


"Sedang tumbang, habis aku gempur dari sore," jawab Riga.


"Wah luar biasa, stamina yang kuat," kata Roger.


Apa yang di katakan Riga membuat otak Roger travelling kemana-mana. Ia jadi ingin memanggil Selena untuk percobaan pertama nya. Tetapi ia berfikir sekali lagi, Selena bukan wanita yang layak untuk mendapatkan keperjakaan nya.


Alfi bangun dari tidur nya, ia melihat ke arah Riga yang tidak ada di samping nya, Riga masih belum kembali, Alfi pun turun dari kamar, ia juga sangat lapar. Ia pikir Riga akan kembali datang ke kamat ternyata tidak. Alfi turun dengan pakaian yang lengkap, tidak seperti Riga, ia selalu berjaga-jaga karena ini bukan rumah nya.


"Sayang," ucap Riga yang melihat Alfi.


"Aku lapar." Alfi duduk di atas pangkuan Riga.


Riga memeluk Alfi dari belakang dan mencium wajahnya. Ia ingin memberikan makanan nya pada Alfi tetapi makanan nya sudah habis.


"Masih ada," tanya Riga.


"Masih, tunggu aku ambilkan," jawab Roger.


Roger menggelengkan kepala nya melihat kedekatan Alfi dan Riga. Ia seperti obat nyamuk bagi mereka berdua. Tetapi ia merasa senang melihat hubungan Riga dan Alfi, ia membayangkan hubungan nya nanti pada istri nya. Roger ingin seperti itu.


"Sayang." Alfi merasa risih Riga menciumi leher nya, ia tidak enak pada Roger yang ada di tempat yang sama.


Roger memberikan satu mangkok mie lagi pada Riga dan Alfi. Setelah itu ia duduk jauh dari mereka berdua, ia tidak ingin melihat kedekatan mereka berdua.


Tangan Riga bergerak menurunkan celana Alfi. Hal ini membuat Alfi langsung menatap ke arah Riga.


Jika sudah cinta dimana pun tempat tidak ada masalah bagi Riga. Tetapi saat ini lebih tepat nya Riga tidak tau tempat. Dapur adalah tempat umum bisa saja orang melihat apa yang sedang mereka berdua lakukan di sana. Tetapi Riga tidak memikirkan hal itu, ia sudah sangat merindukan Alfi, mau dimana pun tempat itu ia tidak peduli.

__ADS_1


Roger berjalan ke arah dapur, ia melihat Alfi dan Riga yang seperti itu. Roger diam sesaat sebelum ia pergi meninggalkan tempat itu. Rasa kesal dan ingin tercampur di dalam hati nya.


__ADS_2