Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 66 S2


__ADS_3

"Bagaimana," tanya Varo.


"Aku tidak tau yah, aku baru selesai makan," jawab Alfi.


"Sudah kamu istirahat saja dulu ya, jangan memikirkan hal yang tidak tidak. Jika nanti langsung di bawa pulang ayah akan memberikan mu kabar," ucap Varo.


"Sayang kamu mau istirahat di hotel atau di sini bersama ku," tanya Varo.


"Istirahat," jawab Jolie.


"Jika langsung di bawa pulang bagaimana yah, apa tidak buru buru," tanya Alfi.


"Tidak, kan di sana juda ada kakek Warsa yang sudah standby," jawab Varo.


"Ayo Alfi, aku sudah mengantuk," ucap Jolie.


"Ikut sana."


"Kamu tidak ikut," tanya Tiffany.


"Tidak lah, aku di sini saja, sudah ikut saja sana," jawab Roger.


"Ayo Tiffany, kamu pasti sangat lelah," ucap Alfi.


Para wanita memilih untuk beristirahat sedangkan para pria menjaga Riga dan menunggu informasi selanjutnya. Riga masih dalam mimpi yang sangat panjang. Ntah apa yang ia impikan sehingga begitu beta dalam mimpi itu.


"Terimakasih," ucap Nathan.


"Terimakasih apa nya," tanya Helen.


"Kamu sudah mau membantu ku, jadi semakin suka," jawab Nathan.


"Suka? kau suka dengan ku?"


"Ayo pulang, sudah malam, banyak pekerjaan yang harus kita lakukan." Tanpa menjawab Nathan menarik tangan Helen.


Pagi hari nya baru lah Riga kembali melakukan penerbangan ke Indonesia. Kali ini mereka semua naik satu pesawat yang sama. Kondisi Riga masih sama seperti sebelumnya, tidak ada perubahan yang berarti.


"Sampai kapan yah," tanya Alfi.


"Ayah juga tidak tau, semoga saja suami mu cepat sadar, ayah benar-benar sangat bingung Alfi," jawab Varo.


"Sudah lah untuk apa di pikirkan lagi, kita sudah memberikan yang terbaik untuk Riga. Semuanya hanya bisa kita serahkan pada Tuhan, kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berdoa."


Sesampainya di rumah. Riga langsung menjalani pemeriksaan kembali. Kondisi nya tidak boleh turun sedikit pun. Membuat kondisi Riga stabil adalah hal yang harus mereka lakukan saat ini.

__ADS_1


Satu persatu dari mereka pulang ke rumah. Dari Aldy sampai ke Roger, mereka bukan tidak ingin menjaga Riga tetapi mereka juga tidak bisa sepanjang hari di sana. Mereka memiliki pekerjaan dan kehidupan sendiri. Tetapi mereka bisa pastikan jika mereka akan datang sesering mungkin untuk memantau kondisi Riga.


"Sudah lebih baik jika di rumah, kita bisa lebih tenang," ucap Varo.


"Iya yah, aku juga lebih tenang," kata Alfi.


"Kenapa bisa seperti ini si, jelaskan semua nya, kau Varo tidak bisa menjaga anak mu dengan baik. Selama dia bersama ku dia tidak pernah sampai seperti ini."


"Maaf dad, tapi semua ini di luar kuasa ku, aku tida tau jika liburan ini menjadi seperti ini," kata Varo.


"Maaf kek, ini salah Alfi Riga seperti ini karena Alfi. Riga tidak suka jika Alfi di sentuh dan di goda dengan pria lain. Dia sangat marah dan dendam pada pria yang melakukan hal itu pada Alfi. Apalagi saat itu Alfi benar-benar ketakutan, rasa marah nya keluar tanpa terkontrol. Riga bertengkar dengan pria itu sampai menimbulkan kegaduhan. Seperti nya pria itu dendam pada Riga, sampai membalas dendam seperti ini pada Riga."


"Kurang ngajar, berani nya dia melakukan hal ini pada cucu ku."


"Tenang dad, pria yang melakukan ini sudah di ringkus oleh keluarga Vins," ucap Varo.


"Dia memang seperti itu, apa yang sudah menjadi milik nya dilarang keras untuk menyentuh nya," kata Warsa.


"Iya dad, semoga saja dia cepat sembuh, aku tida tega melihat nya terus seperti ini," ucap Varo.


"Oh iya ada surat untuk mu," kata Warsa.


"Surat apa, dimana?"


"Dimana istri mu," tanya Warsa.


"Di kamar, katanya lemas tidak bertenaga," jawab Varo.


"Hayo mana tau hamil," kata Warsa.


"Mana mungkin dad, dulu saja saat membuat Riga, Sarah hamil beberapa bulan."


"Kata siapa tidak mungkin, pernikahan mu sudah hampir dua minggu," kata Warsa.


"Mungkin saja yah, Tiffany bagaimana, pernikahan nya baru masuk 2 minggu tetapi sudah hamil," ujar Alfi.


"Mungkin ya. Ya sudah aku membeli testpack dulu," kata Varo.


Setelah membeli testpack Varo langsung ke kamar. Ia melihat Jolie berbaring sambil bermain handphone. Wajah nya kelihatan cukup pucat.


"Kamu sakit sayang," tanya Varo.


"Mas apa aku hamil, perut ku sangat mual. Aku sudah muntah beberapa kali, mungkin aku hamil mas," jawab Jolie.


Jolie memang sangat menunggu momen ini, itu sebabnya ia selalu sadar dengan diri nya. Apa yang aneh dengan dirinya langsung ia cari tau penyebab nya. Dengan ia hamil pasti Varo akan semakin mencintai nya.

__ADS_1


"Hahaha kenapa kamu sangat bersemangat gitu," tanya Varo..


"Ya iya lah kalau aku hamil, apa yang akan kamu berikan pada ku," tanya Jolie.


"Semua yang kamu mau," jawab Varo.


"Apa saja, perhiasan, mobil semuanya," tanya Jolie


"Iya sayang, sudah sana kamu tes," jawab Varo sambil memberikan testpack pada Jolie.


Jolie mengambil testpack itu dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mengecek nya. Tetapi tak lama Jolie keluar kembali.


"Kenapa sayang," tanya Varo.


"Bagaimana cara pakai nya," tanya Jolie.


"Kamu tampung urine kamu, lalu masukan itu ke dalam nya," jawab Varo.


"Ih jorok," ucap Jolie.


"Sudah cepat sana."


Jolie kembali masuk ke dalam kamar mandi dan melakukan apa yang Varo katakan.


"Apa mungkin secepat itu, kalau iya suami ku hebat sekali. Baru beberapa kali masuk sudah hamil saja," kata Jolie.


Jolie deg deg kan dengan hasil testpack itu Ia cukup kesal karena testpack itu tidak kunjung berubah. Tetapi tak lama Testpack itu menunjukkan dua garis merah yang pertanda dia sudah hamil.


Dengan cepat Jolie keluar dari kamar mandi, ia langsung melompat memeluk Varo dengan erat. Jolie sangat senang saat tau dirinya sedang hamil anak Varo.


"Aku hamil," teriak Jolie.


"Kaa... kamu hamil." Varo masih tidak percaya jika Jolie hamil.


"Iya sayang, ini bukti nya." Jolie memberikan hasil testpack itu.


"Sayang, kamu hamil." Varo memeluk Jolie dengan erat.


Akhirnya setelah 25 tahun lama nya, ia mempunyai anak kembali. Rasa bahagia yang Varo rasakan sudah tidak bisa ia ungkapan lagi. Air menetes karena terlalu senang nya.


"Terimakasih sayang terimakasih...."


"Kamu menangis, kenapa kamu menangis," tanya Jolie. Jolie tidak tau jika kehamilan nya sangat berarti untuk Varo.


"Bagaimana aku tida menangis, sejak kelahiran Riga 25 tahun lalu, aku sudah ingin mempunyai anak lagi, dan sekarang apa yang aku inginkan terwujud.."

__ADS_1


__ADS_2