
Beberapa minggu telah berlalu. Rumah semakin ramai saja dengan suara tangisan baby al, tangisan itu susah pasti karena ulah daddy nya sendiri. Tidak puas bagi Riga jika tidak membuat anak nya itu menangis.
Tubuh yang semakin gemuk membuat Riga semakin gemas saja. Ia membayangkan jika saat kecil pasti diri nya juga seperti ini. Tetapi rumah juga kehilangan dua orang penghuni siapa lagi jika buka Varo dan Jolie yang baru pergi beberapa hari lalu, mereka pergi untuk menjemput istri Varo yang lainnnya. Varo benar-benar ingin memperbaiki semuanya jika bisa.
"Kau kapan pulang, tidak ingin melihat anak ku ini," tanya Riga.
"Riga wajah nya benar-benar sangat mengemas kan. Semakin gemuk saja dia," ucap Roger.
"Bagaimana tidak gemuk, minum asih terus, daddy nya tidak diberikan kesempatan." Riga kembali mencubit kecil wajar Alvaro.
"Sayang berhenti membuat nya nangis, jika kamu terus membuat nya nangis jangan harap bisa dekat dengan nya lagi," ucap Alfi.
"Hahaha marah saja Alfi, jangan sampai anak mu jadi korban keganasan nya," kata Roger.
"Diam kau Roger, kau sudah siap bikan? kenapa tidak pulang," tanya Riga.
"Ini aku sedang dalam perjalanan bodoh, jangan beri tau istri ku, aku ingin memberikan kejutan untuk nya," jawab Roger.
"Hahaha baik lah, sampai rumah langsung gas kan," tanya Riga.
"Apa lagi, tidak tau aku sudah sangat ingin sejak beberapa bulan lalu," jawab Roger.
"Hahaha semoga saja saat sampai rumah istri mu datang bulan, rasakan kau harus puasa lagi," kata Riga.
"Kau memang teman kurang ngajar, tunggu aku sampai rumah ya. Mungkin nanti malam, atau besok," ucap Roger.
"Oke, banyak yang ingin aku tanyakan," kata Riga.
Setelah video call dengan Roger. Riga membawa baby nya keluar dari kamar. Ia ingin membawa berjamur di sinar pagi yang menyehatkan. Lagi pula ada seseorang yang sangat ia tunggu kedatangan nya.
"Hey boy kau bisa diet tidak. Pria gemuk tidak menarik," ucap Riga.
"Bagus ya, anak mu kau ajari yang tidak tidak," kata Alfi sambil jalan mendekati mereka berdua.
__ADS_1
Alfi tidak percaya anak nya bersama dengan Riga, bisa bisa anak nya menjadi bakwan jika Riga yang membawa nya.
"Sayang kenapa kamu terus mengikuti kami si, ada banyak hal yang ingin aku beritahu pada al. Kami ingin menghabiskan waktu berdua."
"Aku tidak mungkin tenang membiarkan anak kita bersama dengan mu, bisa di ajarin yang tidak tidak. Baru lahir saja sudah kau minta untuk diet apalagi yang kamu mau ajarin, berenang, menggoda wanita?"
"Benar aku akan mengajarinya menggoda wanita," ucap Riga.
"Sudah diam sayang, jangan banyak berbicara ya. Kalau kamu ingin dekat dengan kami berdua jangan ganggu kami berdua," ucap Riga.
Alfi hanya bisa diam melihat kelakukan suami nya. Jika bukan karena Riga baru bangun dari tidur panjang nya. Sudah ia geprek Riga dengan tangan nya langsung.
"Kau tidak membuat dada mamah mu terluka kan, jangan sampai ya, nanti kalau daddy sedang minta jatah tidak bagus lagi bentuk nya," ucap Riga.
"Sayang jangan kotori pikiran anak mu, please dia baru lahir loh, sudah banyak hal tidak baik yang ia dengar dari mu."
"Hahaha maafkan aku sayang, tapi mau bagaimana lagi, memeng ini yang akan aku ajarkan pada nya," ucap Riga.
Dari kejauhan ada sebuah mobil masuk ke dalam halaman rumah mereka. Riga sudah tau mobil siapa itu. Seseorang pria gagah dan tampan turun dari dalam mobil. Pria itu adalah Nathan, pria yang saat ini sudah naik jabatan menjadi seorang CEO di sebuah perusahaan besar.
"Hahaha aku yang meminta nya untuk datang, keponakan nya lahir tapi dia tidak menunjukan batang hidungnya," kata Riga.
Tak berselang waktu lama satu mobil truk juga masuk ke dalam. Riga dan Alfi saling melirik karena tidak tau siapa yang meminta mobil truk itu ke rumah mereka.
"Riga," teriak Nathan.
"Tunggu." Riga membawa Alvaro mendekati Nathan.
Mata Nathan langsung terfokus pada baby gemoy Al. Ia yang sangat suka dengan anak kecil langsung ke merasa gemas dan ingin menggendong anak Riga.
"What ini anak mu atau kau." Tanpa aba aba Nathan langsung mengambil Alvaro dari tangan Riga.
"Boy kau sayang menggemaskan, kau benar benar sangat mirip dengan daddy mu. Aku tidak menyangka sesuatu yang kental dan menjijikkan bisa menjadi bayi yang gemoy seperti ini," ucap Nathan. Nathan dan Riga sebelas dua belas omongan mereka tidak pernah di saring terlebih dahulu.
__ADS_1
"Hahaha bisa lah, jangan lupa kau gunakan cairan itu dengan baik dan benar ya," ucap Riga.
"Aku belum ada tempat penampungan," kata Nathan.
"Sudah tidak ada yang menemani ku olahraga lima jari lagi lah, padahal aku ingin mengajak mu nonton film seru," kata Nathan.
"Kalian ini ya, ada ada saja, itu apa Nathan," tanya Alfi.
"Oh itu kau lihat saja lah, aku membawa banyak yang hadiah untuk keponakan tercinta ku," jawab Nathan.
Mobil truk itu di buka, satu persatu barang di bawa turun. Riga dan Alfi terkejut karena Nathan memberikan banyak mainan, dari usia Alvaro sekarang sampai balita nanti. Bukan hanya itu, Nathan juga membelikan perlengkapan bayi yang super mewah dan tentu saja mahal.
"Ini semua hadiah dari ku," ucap Nathan.
"Gila, kau memang luar biasa. Kau beruntung al mempunyai paman yang luar biasa ini," ucap Riga.
"Hari ini dia bersama dengan ku," kata Nathan dan langsung membawa Alvaro masuk ke dalam.
"Aku rasa memenang keberuntungan memihak Alvaro. Lahir di keluarga kaya raya, mamah nya pewaris perusahaan properti, ayah nya seorang CEO, paman nya berasal dari Vins grup. Hidup nya benar-benar sudah terjamin," ucap Riga.
"Hahaha iya, kamu benar," kata Alfi.
Di tempat lain. Varo dan Jolie sudah sampai di rumah Varo yang berada di luar negeri. Mereka masih belum bertemu dengan istri istri Varo. Varo tidak tau kemana istri nya pergi, terakhir kali mendapatkan informasi jika istri nya tinggal di rumah ini.
"Ini rumah kamu sayang," tanya Alfi.
"Iya ini rumah aku," jawab Varo.
"Kita tinggal di sini saja, tidak usah kembali ke rumah nya Riga."
"Tidak bisa semua pekerjaan ku sudah aku pindahkan ke Indonesia, jadi kita tidak bisa tinggal di sini," kata Varo.
"Ya elah, lalu dimana para istri mu? mereka tidak ada nampak pun."
__ADS_1
"Itu lah yang aku bingung kan, kata nya mereka sedang pergi tapi tidak tau kemana," ucap Varo.