Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 99 S2


__ADS_3

"Kenapa kau sekarang jadi pintar Al," ucap Riga.


"Lah dari dulu aku itu pintar, sangat pintar tapi tidak terlihat saja kepintaran ku. Hahaha," kata Alvaro.


"Jadi kau sudah siap punya adik lagi, nanti adik mu kau tindas bagaimana?"


"Hahaha tidak lah, aku tidak seperti itu. Kan aku juga sudah mempunyai kehidupan sendiri."


"Al kau itu jangan kaku pada Melanie, kau terlalu kaku dan menahan diri mu," ucap Riga.


"Maksudnya dad," tanya Alvaro.


"Coba ikutin apa ucap otak mu dan hati mu. Jangan ikutin perasaan tidak enak mu. Kau terlalu pamarah jadi Melanie mengimbangi mu dengan amarah nya juga. Jika kau lebih sedikit saja baik pada nya, tidak selalu marah dan memperlakukan nya seperti kau memperlakukan mamah mu pasti dia akan memperlakukan nya seperti seorang raja," jawab Riga.


"Nanti kalau aku jadi baper pada nya bagaimana? aku tidak ingin," ucap Alvaro.


"Begini al, biasanya wanita yang akan baper dulu. Jika kau berhasil membuat nya baper pada mu. Kau bisa mengontrol nya. Cara nya sangat muda, perlakuan dia seperti layak nya seorang wanita," kata Riga.


"Seperti nya enak juga bisa mengontrol Melanie. Ok aku akan coba beberapa hari ini," ucap Alvaro.


"Tapi kau belum kawin," tanya Riga.


"Kawin itu apa," tanya balik Alvaro.


"Hadeh berarti belum. Sudah sudah tidur sudah malam," ucap Riga.


Pagi hari nya. Alfi sedang menyiapkan masakan untuk keluarga nya. Biasa pelayan yang menyiapkan makanan di rumah ini tetapi karena ada diri nya, ia lah yang mengambil alih semuanya.


"Pagi tan," ucap Melanie.


"Pagi sayang, waah sudah datang ya. Kamu membawa apa?"


"Ini makanan untuk Alvaro, mamah yang membuat nya," ucap Melanie.


"Wah Alvaro di buatkan makanan oleh mamah mertua nya. Ya sudah bawa sana ke kamarnya, dia sedang tidur," kata Alfi.


"Tidak ingin di bantu tan," tanya Melanie.


"Tidak usah sayang, kamu belum pernah makan masakan tante kan, nah nanti kamu rasakan nya. Mana tau kita bisa saling bertukar resep," jawab Alfi.


"Oh begitu, siap tan," ucap Melanie.


Melanie benar-benar tidak menyangka ke dua orang tua Alvaro sangat baik. Berbeda jauh dengan Alvaro yang seperti iblis berbentuk manusia. Mereka berdua lebih memiliki hati. Jika begini ia pasti betah menjadi menantu di keluarga ini. Tetapi tidak untuk istri Alvaro.


"Eh Melanie, masuk saja dia sedang tidur," ucap Riga.


"Iya paman." Melanie masuk ke dalam kamar Alvaro.

__ADS_1


Riga pergi meninggalkan tempat itu, ia tidak ingin menganggu anak dan menantu nya. Biarkan mereka bersama untuk saling mengerti dan mencintai.


"Bangun," teriak Melanie.


Jika tidak seperti ini Alvaro seperti seseorang yang tidak bernyawa, mana mungkin dia bisa bangun dengan hanya satu teriakan saja.


"Bangun Alvaro." Melihat menggoyang kam tubuh Alvaro.


"Mamah." Alvaro menarik tangan Melanie dan langsung memeluk nya. Ia pikir itu Alfi yang biasanya membangun kan diri nya.


"Ahkk Alvaro." Teriak Melanie yang terjatuh ke dalam pelukan Alvaro.


"Cup cup cup." Beberapa kecupan mendarat di wajah Melanie.


"Alvaro... Plak plak plak." Tamparan kuat mendarat di wajah Alvaro.


"Ah sakit, mah kenapa biasanya aku cium juga,* ucap Alvaro sambil membuka mata nya.


"Kau," ucap Alvaro.


"Kenapa kau menarik ku, lepaskan kau sudah mencium ku," kata Melanie.


"Ya aku mana tau, aku pikir itu mamah ku" ucap Alvaro.


"Ya sudah lepas."


"Nanti kau nyaman dengan ku, nanti kau jatuh cinta padaku bagaimana?"


"Ya itu urusan ku. Tapi itu tidak mungkin akan terjadi," kata Alvaro.


"Alvaro lepas, kau tidak makan. Itu mamah ku membuat kan mu makanan pasti enak," ucap Melanie.


"Kau yang takut ada rasa pada ku kan. Bagaimana mungkin pria setampan aku tidak membuat mu terpanah. Tapi di lihat lihat kau cantik juga ya." Alvaro menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Melanie.


"Jangan terlalu percaya diri Alvaro. Aku tidak akan jatuh cinta pada pria seperti mu. Dah aku memang sangat cantik, kau saja yang buta, jadi tidak sadar dengan kecantikan yang aku miliki," ucap Melanie.


"Melanie kau tidak penasaran dengan yang nama nya Ciuman, aku belum pernah, kau sudah pernah?"


"Sudah dengan pacar ku," ucap Melanie.


"Ajari aku bagaimana caranya. Nanti aku ingin mencium pacar ku tida tau," kata Alvaro.


"Ha?? kau gila, kau tau ciuman itu mempertemukan dua bibir. Aku tidak mencium mu," ucap Melanie.


"Kenapa tidak? ha kau takut ya karena mencium ku jadi jatuh cinta pada ku."


"Hahaha tidak itu mustahil," ucap Melanie.

__ADS_1


Ntah apa yang merasuki Alvaro di pagi ini, pagi ini ia begitu berani dan tidak menjaga diri lagi dari Melanie. Ia seperti lepas dari apa yang selama ini ia tahan. Apa yang dikatakan Riga kemarin malam hari ini Alvaro praktekkan.


"Oh iya, aku tidak percaya."


"Al hari ini kau aneh," ucap Melanie.


"Aneh?"


"Iya aneh, biasanya kau tidak seperti ini. Kau hanya marah marah pada ku. Tapi kali ini bicara mu sudah kemana-mana," ucap Melanie.


"Tadi malam daddy ku yang mengajari ku," kata Alvaro.


"Apa kata nya," tanya Melanie.


"Kita itu tidak boleh terus marah marah, meskipun pernikahan kita terpaksa, jangan sampai nama kita jelek karena itu. Anggap saja ini sebagai proses pendewasaan diri. Jika kita berpisah, nanti kita sudah mempunyai bekal untuk membina rumah tangga yang baru dengan orang yang kita cintai," jawab Alvaro.


"Ih sok dewasa," ucap Melanie.


"Hahaha ku hanya ngarang si. Mana makanan yang mamah mu buat untuk ku," tanya Alvaro.


"Makannya lepaskan aku, aku ingin mengambil nya," ucap Melanie.


"Ya aku sudah tidak memeluk mu," kata Alvaro.


"Oh iya, tunggu sebentar," ucap Melanie sambil bangkit dari atas kasur.


Ia mengambil makanan itu dan memberikan nya pada Alvaro.


"Apa ini," tanya Alvaro.


"Itu makanan masih bertanya," jawab Melanie.


"Iya aku tau itu makanan, tapi makanan apa, rasa nya si enak. Bubur ya," ucap Alvaro.


"Iya bubur, kata mamah itu untuk pengantin baru, kata nya biar cepat punya anak."


"Ya sudah kau makan juga lah, kata biar cepat punya anak."


"Kau lupa kalau kita sudah sepakat untuk tidak mempunyai anak? halo Alvaro jangan bilang kau berubah pikiran."


"Oh iya aku lupa, apa ada lagi?"


"Untuk apa," tanya Melanie.


"Untuk daddy dan mamah ku, daddy ingin mempunyai anak lagi, mungkin dengan ini dia akan segera mempunyai anak lagi."


"Apa? sudah berusia seperti itu ingin punya anak. lagi."

__ADS_1


"Apa salah?"


__ADS_2