Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 113 S2


__ADS_3

"Tidak ada," jawab Ivan


"Hah Kenapa tidak ada," tanya Pactrik.


"Karena foto nya tidak di hp-ku, aku belum meminta nya pada Alvaro.


"Oh begitu, padahal aku sangat penasaran dengan istrinya. Alvaro kau tau sendiri kan Alvaro bagaimana. Dia memiliki suara yang tinggi."


"Istrinya sangat cantik, seksi dan juga cukup putih. Dada nya besar hahaha," kata Ivan.


"Wahh langsung abis dong sama alvaro malam itu juga. Alvaro sangat beruntung," ucap Pactrik.


"Kau tidak tahu alvaro bagaimana dia terlalu polos dan tidak tahu menahu tentang seperti itu."


"Dia belum melakukan apapun pada istrinya, sayang sekali kalau aku sudah habis," kata Ivan.


"Ha kau tahu dari mana apakah kau mengintip mereka," tanya Pactrik.


"Tidak ada kesempatan untuk mengintip mereka, karena aku langsung pulang jika tidak aku pasti akan mengintip mereka hahahaha.."


"Aku tau karena alvaro sendirian mengatakannya padaku, aku mau minta video malam pertamanya, tetapi dirinya hanya memberikan video saat berganti baju dan tidur. Bukannya dia terlalu bodoh." Ivan mengatakan nya dengan sangat kesal, memang ia sangat kesal jika mengingat ngingatnya, bisa bisa nya Alvaro mengirimkan video seperti itu pada nya.


"Kau sangat aneh ya mana mungkin Alvaro memberikannya. Alvaro pasti menjaga privasi nya."


"Bukan karena aku yang aneh dia saja yang bodoh, besok ketika dia sampai di rumah, aku akan memberitahunya dan aku akan memintanya untuk membuat video nanti kita menonton bersama sama kau mau tidak?"


Patrick menaikkan satu alisnya, menurutnya Ivan sangat aneh, tetapi jika Ivan mendapatkan video itu kenapa tidak.


"Hahaha kalau aku mendapatkannya kenapa aku menolaknya itu rezeki untukku."


"Kau sama saja dengan ku."


Mereka berdua hanya bertemu sesaat saja, karena Ivan sudah harus pergi lagi, tetapi sebelum pergi Ivan melihat seorang wanita yang menarik perhatiannya. Wanita itu adalah Vera, teman penelitian Pactrik.


"Wow cantik sekali siapa dia,'' tanya ivan.


"Dia vera teman penelitian kau mau berkenalan dengannya biar aku kenal kan."


"Boleh kenapa tidak mana tau deh jodohku," kata Ivan.


"Jodohmu dia sudah memiliki seseorang yang ia sukai, jangan berharap dengan nya, dia itu sangat setia," kata Pactrik.


"Kau tau dari mana, siapa pria itu? Apa diri mu?"


"Aku tidak tau sih tapi dia pernah bercerita padaku dan yang pasti itu bukan aku."


"Cepat panggil dia aku ingin berkenalan dengannya," kata Ivan.


"Kita aja yang ke sana," ucap Pactrik.


Ivan dan patrick berjalan dekati Vera yang sedang duduk sendirian. Sebenarnya Vera ingin bergabung dengan mereka berdua tetapi ia merasa tidak enak mengganggu Ivan dan Pactrik. Vera pikir mereka berdua sedang membicarakan hal yang penting.

__ADS_1


"Vera kenapa tidak bergabung dengan kami sendirian saja disini," tanya Pactrik.


"Tadi aku mau kesana tapi aku pikir kalian sedang membicarakan hal penting jadi tidak enak mengganggu kalian berdua," jawab Vera.


"Tidak ada yang penting, oh iya ini sepupu jauh ku namanya Ivan. Dia ingin berkenalan denganmu sepertinya dia terpana karena kecantikan mu."


"Patrick apa yang kau katakan," Ivan menyenggol tangan Pactrik karena ia malu.


"Lah.. aku salah aku tadi berkata seperti itu," ucap Ivan.


"Jangan dengarkan patrick dia memang seperti itu, perkenalkan namaku Vera aku teman dekatnya Pactrik."


"Wahh nama yang cantik seperti orangnya," kata Ivan.


"Haduh buaya darat mulai beraksi."


Di rumah alvaro dan melanie sudah siap untuk pergi ke rumah orang tua Melanie, sebelum mereka pergi mereka berdua izin terlebih dahulu pada Riga ataupun Alfi. Takutnya mereka berdua akan mencari mereka jika tidak izin terlebih dahulu.


"Wahh pengantin baru ingin pergi lagi nih," kata Riga


"Mau kemana sayang, kenapa tidak betah di kamar sih, dulu daddy mu sangat betah sekali di kamar sampai tidak ingin keluar kamar satu hari penuh."


Alfi benar-benar sangat senang menggoda anak dan menantu nya ini, mereka berdua tidak seperti pernikahan nya dulu dengan Riga. Alvaro dan Melanie lebih terasa jaim.


"Itukan daddy tidak denganku, aku ingin pergi ke rumah orang tua melanie."


Nah berbeda dengan Alfi. Alvaro sangat kesal jika mamah nya sudah berkata seperti itu. Ia sangat penasaran.


"Iya dad, orang tua Melanie akan pergi untuk menjalani pengobatan adiknya Melanie jadi rumah itu akan kosong. Dan orang tuanya Melanie sudah masak banyak karena ingin mengundang kami," jelas Alvaro.


"Ya sudah pergi sana, menginap saja di sana, pesawat kita besok berangkat siang kok jadi masih ada kesempatan kalian untuk menginap di sana."


"Mau menginap di sana," tanya Melanie.


"Boleh sekaligus aku ingin membawa barang-barang ku yang masih tertinggal di sana," kata Alvaro.


"Ya sudah kami berangkat mah dad." Alvaro dan Melanie berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.


"Hati-hati biarkan Melanie yang menyetir kau belum bisa," teriak Riga.


"Iya percuma mempunyai istri pembalap." Alvaro mengatakannya dengan tertawa


Alvaro dan Melanie pun pergi meninggalkan rumah, ini kali kedua Alvaro kembali ke rumah Melanie, saat melihat rumah Melanie ingin sekali iya memperbaikinya, karena rumah Melanie sudah sangat memperhatikan.


"Melanie besok kalau aku sudah di kota aku akan memberikan uang tolong perbaiki rumahmu," kata Alvaro.


"Jangan sok baik padaku."


"Lah aku kan suamimu aku memiliki tanggung jawab," ucap Alvaro.


"Tidak perlu repot-repot Alvaro, karena kakek mu yang sudah ingin memperbaiki rumahku."

__ADS_1


"Oh begitu itu yang bolong kamar siapa," tanya Alvaro.


"Itu kamarku," jawab Melanie.


"Terus kalo kau ada yang mengintip bagaimana," tanya Alvaro.


"Sekarang kan sudah tidak, kalau dulu mah aku tutup," jawab Melanie.


"Ya sudah ayo masuk, kenapa kita berdiam di sini."


"Oh iya silahkan masuk tuan alvaro Vargas," kata Melanie.


"Kau tau nama panjang ku," tanya Alvaro.


"Hanya tau sampai Vargas saja, aku melihat nya di buku nikah kita."


"Oh begitu, Wangi masakan mamamu sudah terasa aku sangat lapar," kata Alvaro.


"Memang masakan mamaku itu tidak ada duanya, aku juga sudah sangat lapar. Ayo ke dapur."


"Oh iya melani kenapa dada mu sangat besar," tanya Alvaro.


"Ini aku juga tidak tahu. Kenapa bertanya seperti itu?" Melanie mengerutkan dahi nya.


"Tidak papa aku suka melihatnya saja, apalagi secara langsung, buka sekarang," katA Alvaro.


"Malas tadi kan sudah."


"Besok kalau sudah di apartemen kau memiliki hutang padaku, nah kurasakan apa yang aku inginkan."


"Hutang yang mana? kenapa aku tidak ingat."


"Jangan pura-pura lupa Melanie, tadi kan kau kalah lomba berenang denganku," kata Alvaro.


"Kau masih tidak ingat atau malas mengingat," ucap Alvaro.


"Iya sebagai perjanjian akan kulakukan tapi kalau masuk akal."


"Terserah ku mau masuk akal atau tidak itu urusanku," ucap Alvaro.


"Kau gila ya sudah ayo makan."


"Kau mau makan apa? Ini banyak sekali makanan."


"Itu apa kok kecil begitu," kata Alvaro.


"Itu namanya burung puyuh."


"Apa enak," tanya Melanie.


"Aku sih tidak terlalu suka, coba kau rasakan."

__ADS_1


"Coba sini, mana tau aku suka."


__ADS_2