
"Malam pertama, bagus sana langsung gas lah," kata Ryan.
"Hahaha, iya iya. Langsung bawa ke kamar," ucap Alam.
Alfi mengerutkan dahi nya, ia cukup kesal dengan tiga pria di dekat nya. Mereka bertiga sama sekali tidak memikirkan perasaan Alfi. Berbeda dengan Alfi, Riga malah sangat senang sambil tersenyum sendiri, ia hanya ngasal mengatakan malam pertama. Ia belum siap melakukan hal itu dengan Alfi.
Di dalam kamar Alfi Uring-uringan pada Riga. Sifat nya dulu pada Riga sudah tidak ada lagi, ia sudah berani pada Riga. Lagi pula menurut Alfi, Riga sudah jauh berbeda, ia tidak menyeramkan seperti dulu lagi.
"Kau kenapa nya, bisa diam tidak," kata Riga.
"Kau yang membuat ku marah, kenapa kau mengatakan Malam pertama, ayah dan kakek ku jadi salah paham dengan kita."
"Ya apa aku salah, malam ini memang malam pertama kita. Sudah lah jangan banyak berbicara aku sangat mengantuk," kata Riga.
"Tidur di sofa, aku tidak mau tidur dengan mu," kata Alfi.
"Ya sudah sana tidur di sofa, aku mau tidur di sini," ucap Riga.
Riga langsung memejamkan mata nya, ia malas menanggapi Alfi yang terus marah pada nya. Tetapi tidak bisa di pungkiri hal itu membuat Riga semakin penasaran dengan Alfi.
"Kau tidur," tanya Alfi.
__ADS_1
"Hmmm, mau tidur dengan ku? sini aku peluk, pelukan ku sangat hangat."
"Malas, kau bauk belum mandi," kata Alfi".
"Hahaha tidak papa, aku memang belum mandi."
Alfi terpaksa naik ke atas kasur, ia tidak mau tidur di atas sofa. Sofa nya tidak senyaman sofa di kamar Riga.
"Kau banyak berubah," kata Alfi.
"Aku tidak banyak berubah, kau saja yang tidak mengenal ku," ucap Riga.
"Ya bagaimana aku bisa mengenal mu, kau saja sangat dingin pada ku, Kita saja jarang berinteraksi.".
Saat sedang berbincang bersama tiba-tiba handphone Riga berbunyi, terlihat panggilan dari Kalina. Alfi hanya diam sambil menahan tawa nya, ia sangat tau jika Riga sangat tidak suka pada Kalina.
"Halo," ucap Riga.
"Halo Riga sedang apa? kamu dimana? kita pergi bersama ya," kata Kalina.
"Tidak, aku sedang sibuk dengan Alfi."
__ADS_1
Kalina memicing kan mata nya seketika, setahu nya Riga dan Alfi sudah tidak pernah bersama lagi. Ia juga mendapatkan informasi jika Alfi sudah keluar dari perusahaan.
"Dengan Alfi, malam malam begini," tanya Kalina.
Tanpa menjawab pertanyaan dari Kalina. Riga matikan handphone nya dan meletakkan handphone nya di atas meja. Saat sedang melirik ke arah Alfi, terlihat dengan jelas Alfi juga sedang menghubungi seseorang.
"Halo Nathan," ucap Alfi.
"Halo cantik, kamu tumben mau menghubungi ku terlebih dahulu," tanya Nathan.
"Tidak papa, kau sedang apa."
Riga sangat tidak suka Alfi menghubungi Nathan. Tangan nya bergerak ingin mengambil handphone Alfi tetapi terlebih dahulu Alfi menahan kepala Riga.
"Ya sudah aku harus tidur," kata Alfi.
"Iya Alfi, good night," ucap Nathan sambil memastikan sambungan telepon itu.
"Kau dekat dengan nya," tanya Riga.
Alfi berpura-pura tidak mendengar pertanyaan Riga ia masih fokus pada Handphone nya.
__ADS_1
"Alfi," ucap Riga dengan nada yang kesal.
"Hmmmm ya aku pacaran dengan nya, kenapa? kami boleh pacaran kan. Dia kan teman dekat mu," kata Alfi yang membuat Riga naik pitam.