Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 21 S2


__ADS_3

Mereka berlima duduk di dalam ruangan. Tidak enak jika membahas masalah keluarga di tempat umum. Riga masih saja terlihat jijik dengan Aldi, ia berharap teman nya Aldy tidak seperti Aldi di depan nya ini.


"Jaga mata mu," ucap Aldi.


"Sudah sayang, kenapa kalian berdua tidak bisa akur si," kata Sarah.


"Mereka seperti kucing dan tikus tante," ucap Selana.


"Kau diam selana," ujar Riga.


"Aku bingung dengan masalah keluarga ini, jika ingin keluar dari tempat ini jangan lupa mengajak ku. Aku ingin pergi dulu." Selena pergi meninggalkan mereka semua.


"Dia masih istri mu," tanya Riga.


"Ntah, kelakuan nya seperti seorang ******, aku masih mendapatkan jatah dan masih menganggap nya istri tetapi dia sudah meminta pisah dari ku," jawab Aldi.


"Mamah mau keluar dari sini," tanya Riga.


"Tidak, kakek mu bisa mengamuk, kau bisa terkena masalah," jawab Sarah.


Sarah sudah betah berada di sini, walaupun ia harus bekerja. Jika keluar dari sini ia tidak yakin suami nya ini bisa setia, akan ada banyak wanita yang akan merebut Aldi dari nya. Lebih baik mereka tetap berada di sini.


"Kalau mau aku bisa mengeluarkan mamah," kata Riga.


"Tidak sayang," ucap Sarah.


Aldi sudah malas ikut campur lagi dalam masalah keluarga ini, ia sudah sangat kapok berurusan dengan keluarga Riga. Nyawa nya seperti di ujung tanduk jika sudah berurusan dengan Riga.


"Kamu betah di sini kan sayang," tanya Sarah.


"Hmmm aku ikut dengan mu saja," jawab Aldi.


Lagi pula jika ikut dengan Sarah hidup nya benar benar terjamin. Meskipun mereka di letakkan di sini mereka tetap hidup dengan bergelimang harta. Restoran ini hanya sebagian kecil harta yang mereka miliki, ada kebun teh dan buah yang menjadi hak mereka. Hanya saja memang syarat untuk mendapatkan itu semua mereka wajib mengolah restoran kecil ini sendiri.


"Ya sudah kalau mamah masih mau disini," kata Riga.


Mereka berdua makan di restoran itu, Riga tidak menyangka bisa bertemu dengan mamah nya, pertemuan ini benar-benar tidak terduga. Selama di asing kan Riga tidak pernah tau dimana mamah nya di asing kan.


"Kita berbaikan," kata Aldi.


"Ya ya ya, mau bagaimana pun kau tetap ayah sambung ku," ucap Riga.


"Dimana rumah kalian," tanya Riga,


"Di atas juga, kau tau Vila besar itu, nah dari sana pasti nampak sebuah rumah yang cukup besar, itu rumah kami," jawab Aldi.


"Kita berkunjung ke sana," ucap Riga.


"Terserah mu, kita bisa berkunjung ke sana sekarang juga," kata Aldi.

__ADS_1


"Sayang kata mau ke kebun, nanti malam saja kita ke sana," ujar Alfi.


"Ya sudah nanti malam atau besok pagi aku ke sana."


Setelah selesai makan mereka berdua langsung pergi ke pantai, Riga membiarkan istri nya bermain pasir dan ombak di pinggir pantai. Ia cukup menikmati liburan nya kali ini, Riga juga jadi mengingat momen buruk nya saat di pantai waktu itu. Pergi ke pantai dengan istri memang yang terbaik, tidak ada tante tante gatal yang mendekati nya lagi.


Sore hari nya, mereka berdua kembali ke Vila, mereka berdua langsung menuju kebun belakang Vila. Riga ingin melihat bagaimana kebun itu berbentuk agar ia bisa mempraktekkan nye di rumah.


"Wah ada tempat duduk juga," kata Riga.


Otak kotor Riga yang sudah lama tidak diberikan asupan langsung berfikir yang tidak tidak.


"Sayang seperti nya bermain di sana enak," kata Riga.


"Jangan aneh aneh, nanti ada yang lihat bagaimana?"


"Tidak ada yang lihat sayang, kamu tidak ingin coba?"


"Tidak mau, aku ingin panen buah," ucap Alfi.


Riga membuang nafas nya dengan kasar, harapan nya mendapatkan jatah sudah hilang di siang ini. Ia hanya bisa menunggu sampai malam nanti, kalau tidak juga, ia akan memberikan obat pada istri nya.


"Sayang, ini tangkap," ucap Alfi.


"Iya tunggu," kata Riga sambil mendekati Alfi.


Di dalam kebun itu, mereka berdua bercanda bersama. Sudah lama mereka berdua tidak bercanda seperti ini, semenjak masalah Riga waktu itu, mereka berdua jarang menghabiskan waktu berdua seperti ini.


"Hmmmm," gumam Alfi.


"Sudah satu minggu loh sayang, aku pria normal sayang, aku memerlukan nya," kata Riga.


"Iya besok atau nanti malam," ucap Alfi.


"Kamu serius," tanya Riga.


"Iya serius sayang," jawab Alfi dengan senyuman lebar, ia sudah tau jika suaminya sudah sibuk sejak tadi.


"Hahaha oke sayang," ucap Riga.


Di sebuah tempat ternyata Selena dan Roger berpacaran. Mereka berdua berduan seperti layak nya sepasang suami istri. Roger tidak pernah tau jika Selena sudah menikah, ia seperti di tipu dengan Selena.


"Siapa si majikan kamu yang datang," tanya Selena.


"Adalah kamu juga tidak mungkin kenal," jawab Roger.


"Sayang bagaimana dengan pacar kamu itu," tanya Selena.


"Dia bukan pacar ku lagi sayang, semenjak aku berpacaran dengan mu, aku sudah memutuskan nya. Dia selingkuh dari ku, untuk apa aku memikirkan," jawab Roger.

__ADS_1


Roger mendekati bibir Selena dan menciumnya dengan lembut, Selena yang diperlakukan seperti itu merasa sangat senang. Ia sudah ingin pisah dengan Aldi. Aldi selalu Membenda-bedakan diri nya dengan Sarah.


"Aku sudah bisa," kata Selena.


"Kamu yakin ingin melakukan nya dengan ku," tanya Roger.


"Yakin tetapi kamu harus menikahi ku," jawab Selena.


"Maaf aku belum bisa, banyak hal yang ingin aku kerjakan." Roger pergi menjauh, jika di ikat dengan pernikahan, ia rasa ia bisa mendapatkan gadis yang lebih baik dari Selena.


"Kau aneh Roger, untuk apa berpacaran dengan ku jika pimplan seperti ini," kata Selena.


"Sudah aku malas membahas nya, aku antar kamu pulang ya, di Vila sedang ada tamu."


"Malas aku bisa pulang sendiri, Terimakasih atas semua nya," ucap Selena.


Selera hanya pura pura marah, ia tidak mungkin bisa marah dengan Roger. Untuk saat ini memang lebih baik menjauh terlebih dahulu.


Riga dan Alfi kembali ke Vila, mereka berdua bersantai di dapur sambil memakan buah buahan yang mereka petik tadi. Riga mengambil handphone nya untuk menghubungi seseorang siapa lagi jika bukan Aldy, ia ingin tau pernikahan Putri dengan Aldy.


"Halo," ucap Aldy.


"Bagaimana kalian sudah menikah," tanya Riga.


"Sudah dong, lagi proses membuat anak ni," Jawab Aldy.


"Hahaha bagus, cepat susul aku dan istri ku. Bagaimana dengan Putri, dia bahagiakan dengan mu," tanya Riga.


"Sangat berbahagia, hanya saja dia kewalahan, hahaha yasudah cepat pulang, banyak yang ingin aku katakan," jawab Aldy.


"Minggu depan aku pulang, dan istri mu harus positif hamil." Riga mematikan sambungan telepon itu.


"Kamu dengarkan sayang," kata Riga.


"Hehehe iya iya, sudah napa jangan kamu bahas lagi, aku kan jadi malu dan tidak enak," ucap Alfi.


"Hahaha iya aku mengerti kok," kata Riga.


"Tapi aku rasa mereka berdua saling mencintai," ucap Alfi.


"Mungkin saja, aku bingung dengan Aldy, dia langsung bisa menggoyang Putri saat kedua kali bertemu," kata Riga.


"Bilang saja kamu butuh goyangan," saut Alfi.


"Itu kamu tau," kata Riga.


"Hahaha sudah cukup lama ya, kasihan suami ku harus berpuasa," ucap Alfi.


"Sayang mau ayo aku mau," rengek Riga.

__ADS_1


"Hahaha tidak mau, kamu marah sangat seram tapi kalau seperti ini, tidak seram sama sekali," ucap Alfi.


"Ya kan beda kondisi sayang, mana mungkin aku meminta nya dengan marah marah, diberikan tida. Di tabok iya," kata Riga.


__ADS_2