
"Mas aku sedang tidur," ucap Alfi.
"Hmmm aku hanya ingin mencium nya." Riga paling tidak bisa memberikan Alfi tidur dengan tenang, tangan nya dengan nakal mencari sesuatu yang bisa ia mainkan.
Alfi mencoba memberikan Riga, ia benar-benar sangat mengantuk. Lagi pula jika ia ladeni Riga pasti akan semakin menganggu nya.
Kalina dan Carisa diam diam membuka pintu kamar Riga, mereka berdua penasaran apakah Riga dan Alfi berada di dalam kamar atau tidak. Mata mereka berdua terbelalak saat melihat apa yang Riga lakukan. Dengan cepat mereka berdua menutup pintu kamar itu dengan perlahan.
"Sudah aku katakan, Riga pria normal yang suka melakukan hal itu," kata Carisa.
"Tapi selama dengan ku kenapa tidak, lihat dia bisa mencium istri nya dengan kondisi Alfi yang masih tidur."
"Mungkin karena kau tidak seksi istri nya, lihat bagaimana bentuk istri nya dan lihat bagaimana Riga melakukan nya," kata Carisa.
"Diam lah, kau malah membuat ku kesal," ucap Kalina dan pergi meninggalkan tempat itu, di ikutin dengan Carisa. Ia juga merasa sakit hati melihat Riga, pria yang ia idamkan tidur dengan wanita lain. Tetapi jika Riga masih mau dengan nya, kenapa tidak.
"Kau menyerah mendekati Riga," tanya Carisa.
"Tidak lah, aku masih suka dengan nya, sampai kapan pun aku akan selalu suka dengan nya. Jika tidak bisa menjadi yang pertama kenapa tidak menjadi yang ke dua," jawab Kalina sambil tersenyum.
"Wanita licik, tapi aku suka itu," kata Carisa.
__ADS_1
Mereka berdua tidak tau bagaimana besar nya cinta Riga pada istri nya. Menjadi yang ke dua adalah hal yang mustahil terjadi. Riga tidak akan mungkin mengkhianati istrinya hanya untuk wanita seperti mereka berdua.
Mereka berdua bertemu dengan Nathan yang sudah mengatur janji dengan Riga. Tidak seperti ke dua ****** ini, sebelum datang ia pasti sudah ada janji dulu pada Riga atau Warsa. Jika tidak pasti ia memiliki alasan tersendiri.
"Siapa pria tampan itu," tanya Carisa.
"Dia Nathan, anak dari keluarga Vins," jawab Kalina.
"Kalian berdua sedang apa di sini, dimana Riga?" Nathan menatap curiga mereka berdua.
"Kami tidak tau, aku dan Carisa hanya bertemu dengan tante sarah tidak bertemu dengan Riga."
Tanpa mengatakan apapun Nathan masuk ke dalam rumah. Ia malas berbicara dengan wanita seperti mereka berdua. Nathan sudah memiliki pandangan buruk pada Carisa dan Kalina.
"Masuk saja ke kamar ku," ucap Riga.
"Kau yakin, kau tidak sedang enak enak kan dengan istri mu," tanya Nathan.
"Sudah selesai," jawab Riga.
"Oke oke." Nathan langsung menunju kamar Riga.
__ADS_1
Di dalam kamar Riga langsung merapihkan semuanya. Ia tidak mau membiarkan Nathan melihat istri nya yang sedang memakai baju seksi. Ketika mendengar ketukan pintu dari Nathan Riga langsung berjalan ke arah pintu.
"Masuk lah," ucap Riga.
"Tumben, biasa sangat menjaga aurat," kata Nathan.
"Hahaha dengan istri sendiri untuk apa."
"Bagaimana apa berhasil malam itu, ah pasti berhasil kau sudah kami borgol," kata Nathan.
"Berhasil bagaimana, dia tiba-tiba tidur saat sudah tegang tegang nya. Kami melakukan nya saat di kapal. Dan baru sekali keluar di dalam sisa nya tidak sampai keluar dan sekarang dia datang bulan."
"Riga kau jadi membuat ku ingin segera menikah," kata Nathan.
"Hahaha eh kau sudah tau semua nya," tanya Riga.
"Aku datang untuk membahas nya, kemarin aku agak baik dengan daddy ku, aku meminta nya untuk melacak ayah mu, kata daddy ayah mu sudah menikah lagi," jawab Nathan.
"Dengan siapa? dimana dia?"
"Di Hawai, kata daddy dengan orang Indonesia juga, mereka pernah berhubungan baik dengan keluarga mu, tapi daddy tidak memberitahu siapa wanita itu."
__ADS_1
"Ayah ku dengan siapa, apa dengan wanita itu." Batin Riga.