Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 47


__ADS_3

Riga membawa Alfi ke hotel di daerah sana. Ntah kenapa otak nya malah ingin membawa Alfi ke hotel. Padahal ia sangat trauma akan hal itu, ia masih enggan melakukan hubungan itu, menurutnya hal itu sangat menjijikkan. Rasa ingin pasti ada, karena Riga pria normal tetapi untuk menyingkirkan rasa trauma nya masih tidak bisa ia lakukan. Belum lagi memang diri nya belum ingin punya anak yang mirip dengan nya, ia merasa akan sangat merepotkan jika memiliki anak seperti diri nya.


"Kita mau ngapain ke hotel, enak menginap di rumah," kata Alfi.


"Aku pikir kau mau ke hotel," ucap Riga.


"Tidak aku tidak mau, jangan jangan ini hanya akal-akalan mu, kau mau memp*rkosa ku, kata nya kau tidak ingin punya anak dulu," ucap Alfi.


"Hey aku tidak mau melakukan hal itu dengan mu, kalau kau tidak percaya ya sudah kita pulang saja ke rumah." Riga memutar balik arah mobil nya ke rumah.


Riga dan Alfi saling diam di dalam mobil, mereka berdua sama sama ngambek, Alfi pikir Riga membawa nya ke hotel untuk proses unboxing sedangkan Riga tidak suka Alfi tuduh seperti itu.


Sesampainya di rumah mereka langsung berjalan masuk ke dalam kamar, Riga berbaring di atas kasur sedangkan Alfi mengambil sesuatu untuk kesempatan nya. Alfi datang ke ranjang dengan membawa lakban berwarna hitam. Hal itu membuat Riga bingung.


"Untuk apa itu," tanya Riga.

__ADS_1


"Aku ingin membuat batas agar kau tidak melakukan pelanggaran," jawab Alfi.


"Jangan aneh aneh, aku tidak mungkin melakukan pelanggaran," kata Riga.


"Kau tidak bisa aku percaya," ucap Alfi.


Alfi membagi dia kasur tempat mereka tidur, bukan hanya itu dari meja sampai sofa juga ia bagi dua, semua nya sudah sesuai dengan keinginan nya.


"Alfi barang-barang ku bisa rusak," ucap Riga.


Riga memejamkan mata sambil memijat kepala nya, ia cukup kesal dengan sikap Alfi yang seperti ini, dengan di beri pembatas ia tidak bisa memeluk Alfi dengan tenang lagi.


"Ah ini sangat menyebalkan," batin Alfi.


Setelah semua nya selesai Alfi ikut berbaring di atas kasur, ia juga sudah sangat mengantuk setelah melakukan pembatasan setiap sudut kamar. Riga mengintip Alfi yang sudah tertidur, ia tidak akan bisa tidur jika tidak memeluk Alfi, ini sudah menjadi kebiasaan terbaru nya. Riga melihat Alfi sudah tertidur dengan pulas, ia mendekati Alfi untuk memeluk Alfi,

__ADS_1


"Jangan melampaui batas, akan aku potong burung mu," ucap Alfi yang masih memejamkan mata nya, Riga pikir itu ancaman untuk nya, sehingga ia kembali ke tempat awal nya. Padahal saat ini Alfi hanya sedang mengigau.


Riga terus memantau Alfi, ketika Alfi sudah tidur dengan sangat nyenyak baru lah ia kembali mendekati Alfi. Dengan cepat Riga memeluk Alfi dengan erat. Menyukai seseorang secara diam diam memang sangat menyulitkan. Riga masih gengsi mengakui perasaan nya pada Alfi. Sepanjang malam mereka berdua terus berpelukan, Alfi tidak tidak pernah sadar siapa yang memeluk nya saat ini.


Pagi hari nya, pelukan mereka berdua sudah terlepas, Riga sengaja melakukan nya agar Alfi tidak marah saat tau ia memeluk nya. Saat bangun Alfi merasa sangat aman saat melihat Riga yang tidak melewati batas aman. Riga terlihat sedang memainkan handphone nya.


Alfi dan Riga bangkit dari atas kasus secara bersamaan, mereka berdua masih tidak saling berbicara padahal mereka berjalan ke arah tempat yang sama yaitu kamar mandi.


"Aku dulu," ucap Alfi.


"Berdua, kau sudah memberikan batas bukan, jadi untuk apa harus sendiri-sendiri yang penting tidak melewati batas yang kau buat," kata Riga.


Apa yang di katakan Riga memang benar, ia sudah memberikan garis kamar mandi, berarti mereka berdua bisa masuk ke dalam kamar mandi secara bersamaan.


"Tidak begitu maksud ku," ucap Alfi.

__ADS_1


"Aku tidak peduli." Riga berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


__ADS_2