Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 7 S2


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, Riga dan Putri nama pemberian dari Riga pada wanita itu terbang menuju pusat kota tempat rumah Riga berada. Riga benar-benar sangat bingung apa yang selanjutnya harus ia lakukan pada wanita ini. Wanita ini masih ia sembunyikan hampir pada semua orang di rumah nya. Termasuk Alfi yang belum tau apapun.


"Untuk sementara waktu kau tinggal di rumah ku, aku akan mencari jalan keluar untuk masalah ini," ucap Riga.


"Iya, terimakasih Riga," kata Putri.


"Bagus kau sudah mengingat nama ku," ucap Putri.


Alfi yang sudah satu minggu tidak mendapatkan kabar dari Riga saat ini sangat panik. Ia takut terjadi sesuatu pada suaminya. Memang ayah nya mengatakan semuanya baik baik saja tetapi tetap saja seorang istri pasti mengkhawatirkan suami nya.


"Sayang sampai kamu pulang dengan keadaan yang aneh awas saja," ucap Alfi.


Sesampainya di rumah Riga mendorong kursi roda Putri masuk ke dalam. Kepulangan Riga membuat semua orang mendekati nya, begitu juga dengan Alfi yang baru turun dari kamar. Ia sangat senang melihat suaminya pulang ke rumah.


Dengan senyuman Alfi mendekat Riga, ia belum melihat seorang wanita di dekat Riga.


"Sayang," ucap Alfi.


Mereka semua yang berada di dekat Riga langsung menyingkir yang membuat Alfi melihat wanita itu. Pikirkan nya langsung ke arah yang tidak jelas. Senyuman di wajannya hilang dengan seketika.


Dengan cepat Alfi berlari sambil menangis, kepulangan Riga tidak sesuai dengan harapan nya. Riga juga langsung mengejar Alfi, ia sudah menduga ini sejak sebelum sampai di rumah.


"Sayang buka sayang," ucap Riga.


"Hiks hiks hiks tidak mau, kamu jahat, siapa wanita itu? selingkuhan kamu? kamu punya anak dengan nya?"


"Tidak sayang buka dulu, dengar penjelasan dari ku," ucap Riga.


"Tidak mau, kamu jahat. Aku membenci mu," teriak Alfi sambil mengunci pintu kamar itu, karena pintu itu kedap suara jika di kunci suara Alfi hilang seketika. Riga benar-benar sangat takut istri nya melakukan hal yang tidak tidak.


Riga berlari mengambil kunci cadangan di gudang, setelah mendapatkan nya ia membuka pintu kamar itu dengan perlahan agar Alfi tidak terkejut.


"Hiks hiks hiks." Alfi masih menangis sambil memeluk bantal, hati nya tidak bisa menerima semua yang ia lihat.

__ADS_1


Riga mendekati ranjang, ia naik ke atas ranjang dan memeluk Alfi dengan erat. Saat ini menenangkan Alfi dari tangisan nya lebih baik dari pada mengajaknya berbicara.


"Pergi Riga jangan ganggu aku," ucap Alfi.


"Sssstt kami hanya salah paham sayang." Riga membalik tubuh Alfi dan memasukan Alfi ke dalam dekapan nya. Alfi yang sudah sangat merindukan suaminya hanya pasrah. Tubuh nya juga terasa cukup lemas karena terlalu banyak menangis.


"Sayang, kami tau dia siapa? dia wanita yang aku celakai," ucap Riga.


"Hiks hiks hiks maksud kamu?"


"Kamu dengar baik baik ya sayang, saat aku selesai menelpon mu, aku di dekati tiga orang tante tante yang menggoda ku, aku yakin mereka tergoda dengan kegagahan ku. Aku si awal nya tergoda juga...


"Sayang.." Alfi mencubit perut Riga.


"Hahaha aku serius, tatapi karena aku langsung ingat dengan istri ku, aku berfikir harus mengindari mereka, aku tidak mau kamu cemburu aku dekat dengan mereka. Aku berlari dengan sangat cepat, pergi meninggalkan mereka bertiga. Karena aku tidak hati-hati aku Menyenggol seseorang wanita yang berdiri di pinggir batuan sampai wanita itu masuk ke dalam lautan. Aku ikut masuk ke dalam dan menyematkan nya."


"Lalu kenapa kamu membawa nya pulang ke rumah," tanya Alfi.


"Dia mengalami amnesia, aku tidak tau harus apa, aku membawa nya pulang sebagai bentuk pertanggung jawab ku," jawab Alfi.


"Sayang kamu mau apa," tanya Alfi.


"Kamu lihat ini, aku juga terluka, kepala ku juga terlihat memar," ucap Riga.


"Kenapa kamu tidak memberikan ku kabar," tanya Alfi sambil memegang luka di tubuh suami nya. Tubuh mulus Riga sudah tidak ada lagi.


"Handphone ku hanyut," jawab Riga.


"Semua nya sudah jelaskan sayang, kamu sudah tidak marah lagi kan pada ku," tanya Riga.


"Tidak, aku sudah tidak marah, tapi aku masih belum mau bertemu dengan wanita itu," jawab Alfi.


"Iya tidak papa." Riga menarik kancing baju Alfi.

__ADS_1


"Mau apa," tanya Alfi.


"Sayang sudah tanggung, aku sudah buka baju kamu tidak mau melakukan nya dengan ku," tanya Riga.


"Tidak." Alfi kembali memeluk tubuh Riga, ia masih ingin mendapatkan pelukan hangat suami nya.


"Sayang aku mempunyai cerita yang lucu," ucap Riga.


"Hmmm cerita apa?"


"Kita buat perjanjian dulu ya, kalau kamu tertawa dan puas dengan cerita ku, kamu berikan aku jatah siang ini dan malam nanti, kata Riga.


"Iya boleh, cepat ceritakan sayang."


"Kalina dan Alena ikut dalam ke luar kota bersama dengan ku. Mereka ingin menjebak ku dengan memberikan obat perangsang di makanan ku aku sudah berbicara dengan orang hotel jadi mereka berdua tidak berhasil menjebak ku. Makanan itu di berikan pada teman ku nama nya Aldy. Nah mereka pikir aku yang makan makanan itu, mereka mengirimkan ku pesan karena mereka pikir aku membutuhkan wanita. Giliran aku yang menjebak mereka berdua aku giring mereka ke kamar Aldy dan Aldy yang sudah sangat membutuhkan wanita tidur dengan mereka berdua. Aku selamat Aldy mendapatkan keberkahan," ucap Riga.


"Hahahha rasakan, aku tidak akan ikhlas kamu tidur dengan mereka berdua," ucap Alfi.


"Kamu puas tidak?"


"Sangat puas, rasakan wanita ******, aku sangat puas," ucap Alfi.


Riga kembali membuka pakaian Alfi, sesuai dengan janji Alfi, jika Alfi tertawa dan puas ia akan mendapatkan jatah.


"Kamu mau apa sayang," tanya Alfi.


"Harus kah aku memutar waktu agar kamu mengingat apa yang baru kita sepakati tadi," ucap Riga.


Sementara itu Putri di bawa Varo dan para istri nya ke dalam kamar. Setelah itu mereka semua pergi meninggalkan Putri agar Putri bisa beristirahat.


"Mas dia bisa menjadi istri ke empat kamu, kamu kan ingin anak," kata Vira.


"Hahaha kalian yang yakin aku menikah lagi," tanya Varo.

__ADS_1


"Yakin lah, kamu kan ingin punya anak mas, kami tidak bisa memberikan nya. Kalau kamu ingin menikah lagi tidak papa."


"Hahaha tidak lah, kalian sudah cukup, aku tidak pantas punya anak lagi. Kan ada Riga yang akan mempunyai anak," ucap Varo.


__ADS_2