Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 151 S2


__ADS_3

Keesokan harinya. Hari ini Alvaro memiliki pekerjaan dari perusahaan sendiri bersama dengan Bella. Ia bangun lebih pagi dari biasanya agar semuanya lebih cepat selesai, karena masih ada pekerjaan lain bersama dengan Pactrik.


"Aku pergi sayang." Alvaro mencium wajah Melanie.


"Kamu pulang jam berapa," tanya Melanie.


"Siang nanti, jangan keluar kamar ya, jangan bertemu dengan Pactrik," kata Alvaro.


"Hahaha iya iya kamu takut kali aku berhenti dengan Pactrik. Kamu juga jangan main main dengan Bella, aku tidak akan memberikan mu jatah."


"Sayang mamah ku sudah hamil lagi, kenapa sampai sekarang kamu masih belum hamil juga," tanya Alvaro.


"Kamu benar-benar ingin mempunyai anak," tanya Melanie.


"Ya aku ingin punya anak dari mu, kenapa? kamu tidak ingin mengandung anak dari ku? kamu ingin aku menebar benih sana sini," jawab Alvaro.


"Kamu saja memiliki pikiran begitu, mana mungkin tuhan menitipkan anak jika kamu saja masih ingin main dengan wanita sana sini."


"Bukan begitu sayang, maksud mu, aku sangat ingin mempunyai anak dari mu. Jika kamu tidak mau ya aku bisa mempunyai anak dari wanita lain."


"Terus kalau aku hamil kamu bosan dengan ku. Kamu pergi meninggalkan ku, anak kita bagaimana?"


"Ya kita kan masih bisa mengurus anak bersama sama, ya walaupun sudah tidak bersama, pasti kita bisa melakukan nya," kata Alvaro.


Melanie terdiam mendengar jawaban dari Alvaro. Jawaban Alvaro. Jawaban Alvaro membuat nya yakin jika Alvaro tidak serius dengan nya. Alvaro bisa sewaktu-waktu meninggalkan nya.


"Hay kamu kenapa," tanya Alvaro yang melihat Melanie terdiam seketika.


"Tidak papa, ya sudah sana pergi," jawab Melanie.

__ADS_1


"Katakan kamu kenapa, ekspresi wajah kamu seperti tidak enak begitu."


"Tidak papa, aku tidak papa. Sudah sana pergi nanti kamu terlambat," kata Melanie.


Melanie kembali merebahkan diri nya dan memejamkan mata nya agar Alvaro segera pergi. Jawaban Alvaro tadi memang bukan lah jawaban yang ia inginkan. Alvaro seperti mempermainkan nya, semua perhatian yang Alvaro berikan pada nya seperti hanya main main saja.


"Aku pergi." Alvaro pergi meninggalkan Melanie dengan wajah yang kebingungan. Ekspresi wajah Melanie yang mendadak berubah seperti itu membuat Alvaro sedikit overthinking.


Bella sudah menunggu Alvaro di lantai bawa. Ia sangat senang karena bekerja berdua saja dengan Alvaro. Tidak ada Melanie yang menganggu kesenangan nya.


"Sudah siap Al," tanya Bella.


"Sudah ayo cepat," jawab Alvaro.


"Istri mu tidak ikut Al?"


"Tidak, dia kelelahan. Nanti malam aku mengajak nya pergi lagi, kasihan dengan nya."


"Dia ingin anak pada ku, tapi dia tidak serius pada ku, maksudnya bagaimana si, dia ingin mempermainkan ku," ucap Melanie.


Banyak omelan yang Helen keluarkan dari mulut nya, hitung hitung sebagai pelepas stress nya, dari pada ia ngomel pada Alvaro yang pasti hasil nya akan berbeda.


Siang hari nya. Alvaro kembali dengan membawa berbagai macam makanan untuk Melanie, ia lupa meninggalkan uang untuk Melanie, pasti Melanie belum makan sesuatu dari pada tadi.


"Makan sayang," ucap Alvaro.


"Eh kamu sudah pulang, cepat sekali, aku pikir sampai malam," kata Melanie.


"Tidak ah, untuk apa sampai malam. Ini aku sudah membawa makanan untuk mu," ucap Alvaro.

__ADS_1


"Aku sudah makan, tapi tidak papa lah. Pactrik hanya memberikan ku sedikit makanan," kata Melanie.


"Pactrik? kamu bertemu dengan nya? kan sudah aku katakan jangan pernah dekat dekat dengan nya," ucap Alvaro.


"Cie cemburu ya, hahaha kamu cemburu aku dekat dengan nya," kata Melanie.


"Ya iya lah, aku cemburu dengan nya, kamu istri ku. Kamu kenapa bertemu dengan nya."


"Ya karena aku lapar sayang, aku sangat lapar, kamu tidak meninggalkan ku uang. Pactrik tiba tiba menghubungi ku dan menawarkan ku makanan, ya lebih baik aku menerima makanan dari nya dari pada aku kelaparan."


"Lain kali hubungi saja diri ku, maaf aku lupa meninggalkan mu uang. Sekarang ayo makan dengan ku, aku rela tidak makan siang di restoran hanya ingin makan siang bersama dengan mu," kata Alvaro.


"Untuk apa menahan lapar dengan ku, apa aku penting untuk mu?"


"Tidak tidak penting." Alvaro membawa makanan itu ke meja makan.


Melanie terkadang bingung dengan Alvaro, tidak serius pada nya tetapi Alvaro berprilaku seakan akan diri nya itu penting untuk nya. Ia tau saat ini Alvaro sedang ngambek pada nya.


"Cie ngambek," ucap Melanie.


"Tidak, untuk apa aku ngambek pada mu," kata Alvaro.


"Al, apa sekarang ada wanita yang lebih menarik dari ku," tanya Melanie.


"Tidak ada aku hanya dekat dengan mu," jawab Alvaro.


"Kau ada niat berpisah dengan ku Al?"


"Setelah ini aku ingin membahas nya dengan mu," ucap Alvaro.

__ADS_1


Melanie menemani Alvaro makan siang. Melanie jadi penasaran kenapa Alvaro membahas masalah itu. Hanya ada dua kemungkinan saat ini, Alvaro memang berniat untuk berpisah dengan nya, atau Alvaro mempertahankan pernikahan nya ini.


__ADS_2