Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 24 S3


__ADS_3

"Sial dia membuat ku ingin saja." Roger pergi meninggalkan tempat itu.


Ia kembali masuk ke dalam kamar nya yang juda ada Jolie adik nya sendiri.


"Mana bang," tanya Jolie.


"Tidak ada, kau ambil sendiri," jawab Roger.


Riga merasa kurang nyaman berapa di sini, tanpa melepaskan tautan yang terjadi Riga membawa Alfi naik ke kamar nya, di sana ia lebih leluasa melakukan apa saja yang ia inginkan.


Di tempat lain. Aldy membawa Putri ke sebuah tempat, tempat romantis yang hanya mereka berdua yang ada di tempat itu. Malam ini malam ulang tahun Aldy, ia ingin merayakan ulang nya bersama istri tercinta nya.


"Roger," ucap Putri.


Ucapan Putri membuat Aldy terkejut, pasalnya tidak ada angin atau hujan tiba-tiba Putri mengatakan nama itu, nama yang sama sekali tidak pernah ia dengar sebelum nya.


"Siapa dia," tanya Aldy.


"Aku tidak tau, nama nya melintas di otak ku," jawab Putri.


"Apa seseorang di masa lalu mu, apa ingatan mu sudah mulai kembali," tanya Aldy.


"Aku tidak tau, siapa dia? Tiba-tiba aku mengingat nama nya, sepintas wajah nya juga datang di ingatan ku," jawab Putri.


"Sudah jangan kamu ingat ingat, dia hanya seseorang di dalam masa lalu mu, jangan membuat kepala mu pusing sayang. Sekarang tutup mata kamu, aku mempunyai hadiah yang sangat indah untuk mu," kata Aldy sambil berdiri.


Aldy memakaikan kalung di leher jenjang Putri, kalung yang ia beli bersama dengan cincin pertunangan nya dengan Karina.


"Sayang kamu suka tidak," tanya Aldy.


Putri membuka mata nya, ia tersenyum lebar melihat kalung yang Aldy berikan pada nya. Ia berdiri dan memeluk Aldy dengan erat. Yang di katakan Riga benar terjadi, hari hari nya terasa sangat bahagia bersama dengan Aldy. Aldy memberikan banyak kejutan manis pada nya.


"Aku sangat suka, terimakasih sayang." Putri memberikan kecupan manis di wajah Aldy.


"Di ulang tahun ku ini, hanya satu keinginan ku," kata Aldy.


"Apa yang kamu inginkan," tanya Putri.


"Anak dari mu sayang, aku ingin anak dari mu," jawab Aldy sambil mencium bibir Putri dengan lembut.


"Bagaimana cara memberikan mu anak," tanya Putri.

__ADS_1


"Hahaha dengan terus melakukan nya sayang, Aldy junior harus segara hadir, aku yakin dengan hadir nya Aldy junior ayah ku pasti menerima kita," jawab Aldy.


"Maksud kamu," tanya Putri.


"Tidak ada sayang, sudah jangan kamu pikirkan," jawab Aldy.


Aldy hampir saja keceplosan jika pernikahan mereka tidak mendapatkan restu. Jika Putri tau pasti Putri akan sedih, ia tidak mau hal itu terjadi.


Mereka berdua kembali duduk, kali ini tidak saling berhadapan. Putri duduk di atas pangkuan Aldy. Aldy mengambil mancis dan menyalahkan lilin di atas kue di depan mereka.


"Ayo tiup sayang," ucap Aldy.


"Yang ulang tahun kan kamu sayang," kata Putri.


"Hahaha kita tiup bersama," ucap Aldy.


"Tuhan, aku ingin selalu bersama nya, tidak peduli kehidupan di masa lalu ku, aku ingin selalu bersama pria baik ini," batin Putri.


"Apakah aku bisa mempertahankan rumah tangga ku ini, ntalah aku ingin selalu bersama nya," batin Aldy.


Satu.. dua.. tiga... Putri meniup lilin itu tidak dengan Aldy yang malah menarik kepala Putri dan mencium nya dengan lembut. Saat perpindahan usia nya ia ingin berada di dekat wanita yang sudah mencuri. perhatian nya ini.


"Hahaha sudah ayo makan aku lapar," kata Aldy.


"Aku juga lapar, tapi seperti nya laparnya kamu berbeda ya."


"Hahaha tidak kali ini, ingin memakan nasi tidak memakan mu," kata Aldy.


Di tempat lain, keluarga besar Aldy dan Karina sedang menunggu kedatangan Aldy. Acara pesta sudah hampir selesai tetapi Aldy masih tidak datang juga. Nomor Aldy juga sama sekali tidak bisa di hubungi.


"Dimana anak itu, dia mau mati," ucap Lucas.


Mau tidak mau Lucas membatalkan acara itu, rasa marah nya benar benar sedang memuncak Aldy benar-benar sedang memancing nya.


"Lusa mereka akan menikah," ucap Lucas, Lucas melakukan ini agar Aldy tidak kabur kaburan seperti ini.


Ia akan mencari informasi tentang wanita yang Aldy sukai sebagai ancaman nya, jika tidak Aldy mungkin bisa kabur ntah kemana.


Aldy dan Putri sudah menyelesaikan acara mereka. Aldy tidak ingin membawa Putri pulang ke apartemen. Ia ingin membawa Putri ke hotel mewah, di sana mereka akan mencetak anak banyak banyak.


"Sayang kita menginap di hotel aja ya," kata Aldy.

__ADS_1


"Terserah sayang," ucap Putri.


Riga dan Alfi masih tertidur dengan lelap. Kemarin waktu mereka di habiskan untuk bercinta dan saat ini di gunakan untuk beristirahat. Burung Riga juga sudah loyo tidak berguna. Biasanya di pagi hari ia akan bangun, tetapi kali ini tidak karena tadi malam habis di gunakan dengan maksimal.


Riga terbangun karena Alfi tidak sengaja menendang sosis nya. Dengan cepat mata nya langsung terbelalak dengan rasa sakit yang luar biasa.


"Ahkkkk, aku mau mati," ucap Riga.


Riga melirik kearah tersangka yang sedang tertidur dengan lelap. Ia sedikit tersenyum melihat tubuh Alfi yang penuh dengan jejak nya. Dari leher ke bagian bawah sana.


"Aku yakin dia sedang lelah," kata Riga sambil turun dari atas ranjang. Ia berjalan ke arah kamar mandi untuk membuang air.


"Halo." Di dalam kamar mandi Riga menghubungi Aldy.


"Hmmmm," gumam Aldy.


"Kau ada acara tidak," tanya Riga.


"Tidak ada, ulang tahun ku sudah aku rayakan dengan Putri," jawab Aldy.


"Ah kau tidak seru, kalian benar-benar sudah menikah kan, tidak hanya kumpul kebo," tanya Riga.


"Hahaha iya sudah loh, kenapa kau tak percaya begitu dengan ku."


"Ya ya ya, ya sudah, aku hanya ingin menanyakan hal itu." Riga mematikan sambungan telepon itu.


Telepon dari Riga membangunkan Aldy, Aldy membuka handphone nya yang berisi panggilan dari orang tua nya.


"PULANG KAU HARI INI, ATAU AKU AKAN MENGHABISI NYAWA WANITA YANG KAU CINTAI, KAU PIKIR AKU BODOH, KAU TINGGAL DI APARTEMEN PINGGIR KOTA."


Ancaman Lucas membuat Aldy kebingungan, mau tidak mau ia harus pulang dan memindahkan Putri ke tempat yang lebih aman.


"Sayang bangun sayang," ucap Aldy.


Pagi ini mereka berdua pergi meninggalkan hotel. Terlihat dengan jelas Aldy terburu-buru yang membuat Putri cukup kebingungan.


"Sayang, hmmm kita akan pindah dari apartemen," kata Aldy.


"Kemana sayang? kenapa pindah."


"Aku belum tau sayang, aku mendapatkan informasi jika tempat itu tidak aman, aku kan banyak bekerja di luar kota, jadi aku akan cukup sering meninggalkan mu, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada mu."

__ADS_1


__ADS_2