
"Dia istri mu," tanya Lucas.
"Iya yah, amu mencintai nya bukan wanita lain, bagaimana dia jauh lagi Baik dari wanita itu kan," jawab Aldy.
"Iya ya ya, pilihan mu memang terbaik."
Kali ini Lucas setuju dengan Aldy. Putri memiliki aura yang benar-benar teduh dan lembut, siapapun yang melihat nya akan merasakan hal itu. Tetapi dari wajah Putri saat ini ia seperti kurang sehat dengan bibir yang cukup pucat.
"Dia sakit," tanya Lucas.
"Sayang kamu pucat, kamu sakit sayang," tanya Aldy yang beru sadar akan hal itu, sedari tadi ia tidak sadar jika istri nya sedang tidak baik baik saja."
"Tidak papa, aku hanya lemas dan pusing," kata Putri.
"Bawa istri mu ke kamar, ayah akan memanggil kan dokter," ucap Lucas.
Putri ingin mengatakan tidak perlu tetapi Aldy memberikan kode agar Putri diam mengikuti apa yang ayah nya perintahkan. Dengan begini Aldy dapat mengerti jika Ayah nya sudah menerima Putri sebagai menantu nya.
Tak lama dokter yang Lucas panggil pun datang, Putri juga langsung di periksa oleh dokter tersebut. Ntah apa yang dokter itu lakukan sampai tiba-tiba tersenyum, jujur hal itu membuat Aldy takut.
"Sudah telat belum," tanya Dokter.
"Sudah 2 minggu," jawab Putri.
"Istri ku hamil," tanya Aldy langsung.
"Kita periksa dulu yuk." Dokter membawa Putri ke toilet.
Di luar Aldy harap harap cemas, ia sangat ingin Putri Hamil anak nya, ia benar-benar sudah tidak sabar memiliki seorang anak. Sebenarnya bukan hanya Aldy, Lucas pun juga ingin menantu nya hamil. Ia sudah ingin menjadi seorang kakek yang membawa cucu nya kemana mana.
"Sudah pasti Hamil, aku akan menjadi seorang kakek," ucap Lucas.
"Aku berhasil dong, hahaha akhirnya berguna juga ni burung," kata Aldy.
"Setelah keluar masuk banyak lubang akhirnya menemukan lubang yang pas. Hahaha aku sangat senang jika istri mu hamil."
__ADS_1
Dokter dan Putri keluar dari kamar mandi, tiba-tiba Putri memeluk Aldy dengan erat.
"Sayang, aku hamil," ucap Putri.
"Yes, aku berhasil." Aldy memberikan banyak kecupan di wajah istri nya, ia sangat senang mendengar hal ini.
Begitu juga dengan Lucas, ia sangat senang mendapatkan kabar ini. Jujur ia sangat menyesal tidak memberikan Aldy kebebasan dalam memilih jodohnya, padahal hati nya terasa sangat bahagia melihat Aldy yang bahagia seperti ini dan tidak marah marah lagi padanya.
"Akhirnya Al, ayah akan mempunyai cucu," ucap Lucas.
"Iya yah, terimakasih telah menerima Putri," kata Aldy.
"Ayah yang salah al, ayah terlalu egois Ayah sadar kebahagiaan mu tidak mungkin bisa ayah atur, ayah benar-benar sangat menyesal telah mengatur hidup mu."
"Tidak papa yah, semuanya sudah berlalu, aku tida ingin memikirkan apapun lagi sekarang. Lupakan masa lalu, sekarang hanya ada hari ini dah esok."
"Mas Aldy jangan lupa ya, masih trimester pertama. Jangan berutal, dan puasa untuk sementara waktu ya. Nanti konsultasi lagi pada dokter kandungan," ucap Dokter.
"Hehehe iya dok, sayang kamu memberitahu dokter kalau aku brutal," tanya Aldy.
Setelah dokter pergi meninggalkan kamar, Aldy mengambil handphone untuk menghubungi Riga, ia ingin memberitahu kabar bahagia ini pada Riga, memang Riga lah yang selalu menantikan kabar bahagia ini.
"Halo Al ada apa? kau sudah lama tidak mengubungi ku," tanya Aldy.
"Istri ku hamil, kau ingin mendengar kabar ini kan."
"Wah wah wah, jadi selama ini kau tidak bergabung dengan kami karena fokus menggempur istri mu, Hahahaha aku sangat senang mendengar berita baik ini al. Selamat kau akan menjadi ayah dan anak kita akan seumuran," kata Riga.
"Hahaha iya Riga, aku benar-benar sangat senang. Nanti malam aku akan berkunjung ke rumah mu, kau di rumah kan," tanya Aldy.
"Iya nanti malam aku di rumah datang saja lah," jawab Riga.
Varo berjalan menemui Jolie di dalam kamar nya, ia ingin memastikan lagi jika Jolie memang sudah yakin menjadi istri keempatnya tidak, ia tidak mau ketika sudah menikah Jolie malah kabur dan membatalkan semua nya secara tiba-tiba.
"Jolie," ucap Varo yang melihat Jolie sedang tertidur dengan pulas nya.
__ADS_1
Varo duduk di samping Jolie dan menggoyangkan tubuh Jolie. Jolie yang sadar dengan Suara Varo malah membalik badan nya dan memeluk Varo.
"Hey kita belum menikah jangan melampaui batas," ucap Varo
"Sedikit tidak papa, kan juga akan menikah," kata Jolie.
"Iya akan menikah, tapi kan tidak sekarang. Kita akan menikah setelah kakak mu menikah. Dah aku datang ke sini Ingin bertanya pada mu, kau yakin benar-benar ingin menikah dengan ku. Aku tidak mau tiba-tiba kau kabur saat pernikahan kita. Atapun kau tidak bahagia dengan pernikahan ini, usia mu masih sangat muda, kau bisa mendapatkan pria yang lebih sempurna dari ku."
"Kamu pria yang sangat sempurna bagi ku, benar-benar sangat sempurna." Jolie bangkit dari tempat tidur nya. Ia mendekati Varo dan duduk di atas pangkuan Varo.
Posisi seperti ini membuat kesan seksual di antara mereka berdua. Varo cukup terkejut Jolie melakukan hal itu pada nya, ia tidak pernah menyangka Jolie hisa melakukan hal itu.
"Kamu jangan memancing ku sayang." Varo menatap Jolie sambil menyingkirkan rambut di wajah nya, mereka berdua sana sama saling menatap satu sama lain.
"Hahaha tidak papa kan."
Tiba-tiba Roger masuk ke dalam kamar itu, ia terkejut dengan apa yang ia liat. Ia tidak berfikir Varo ada di dalam sana.
"Maaf." Aldy kembali menutup pintu kamar itu.
Jika bukan Varo, ia pasti sudah marah marah pada mereka berdua, sepasang kekasih yang belum menikah sudah bermesraan di dalam kamar. Tetapi karena itu Varo nyali nya tidak ada, ia langsung cuit seketika.
"Untung saja aku bisa menahan nya. Paman memang luar biasa belum apa apa sudah masuk saja di dalam kamar, jangan jangan Jolie sudah di bobol lagi. Aku tida mau ketinggalan aku harus gerak cepat, jika tidak bisa di tinggal nikah Jolie aku," ucap Roger sambil pergi meninggalkan tempat itu
Varo menatap Jolie heran, ia sama sekali tidak takut pada kakak nya yang baru saya melihat nya seperti ini.
"Kamu tidak takut kakak mu marah," tanya Varo.
"Untuk apa aku takut, dia saja sering melakukan hal ini. Aku sering melihat nya," jawab Jolie.
"Hahaha ceritanya balas dendam ni," tanya Varo.
"Sayang kamu ingin melakukan apa pada ku, aku sudah siap sekarang."
"Anjay ni anak, minta di buat nangiss," batin Varo.
__ADS_1