Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 63 S2


__ADS_3

"Mati kau." Satu tendangan keras mendarat di tubuh Roy. Hal ini membuat Roy terpental dengan sangat keras.


Riga benar-benar sangat puas telah melumpuhkan Roy, sedari tadi ia sudah sangat geram karena Roy terus memperhatikan nya.


"Ini pukulan karena kau berani menyentuh istri ku." Satu pukulan mendarat di wajah Roy.


"Dan ini satu pukulan karena kau membuat istri ku ketakutan." Sebenarnya bukan hanya satu pukulan beberapa pukulan kuat mendarat di tubuh Roy dan di wajah nya.


Aldy dan Roger yang kebetulan berada di lantai itu, berjalan mendekati keributan, mereka tidak tau jika Riga lah yang membuat keributan itu.


"Sekarang," teriak Roy.


"Dor..." Beberapa tembakan keluar dari tempat nya. Peluru panas itu masuk ke dalam punggung Riga.


Tubuh Riga langsung terpental seketika. Ia lemas seketika, mata nya terasa sangat berat dengan rasa sakit yang luar biasa di tubuh nya.


"Riga." Roger dan Aldy yang melihat Riga Tergeletak dengan bersimbah darah langsung berlari mendekati Riga.


Momen ini Roy manfaatkan untuk kabur bersama dengan Jackie. Sebenarnya Roy tidak berniat langsung menembak Riga pada hari itu, tetapi karena Riga terlalu brutal dan dapat menghabisi nyawanya. Roy tidak memiliki pilihan lain. Lebih baik ia membunuh Riga dari pada ia yang mati terbunuh.


"Riga Riga." Aldy berusaha membangunkan Riga, ia takut terjadi sesuatu hal yang mengkhawatirkan pada Riga.


Riga langsung dilarikan ketempat rumah sakit di kapal itu. Saat ini ia sangat memerlukan pertolongan pertama.


Alfi juga berada di ruangan itu, ia pingsan seketika saat mendengar kabar buruk itu. Mereka semua benar-benar sangat panik, mereka takut peralatan di kapal ini tidak lengkap untuk memberikan perawatan yang terbaik untuk Riga.


"Halo Nat, tolong Nat tolong." Aldy tidak ara pilihan lain selain meminta bantuan Nathan. Jika kapal ini milik keluarga Nathan semua nya pasti akan jauh lebih muda.


"Ada apa al, kau kenapa? suara mu seperti habis menangis," tanya Nathan.


"Riga nat, Riga tertembak, ada orang jahat yang sedang mengincar nya," jawab Aldy.


"Apa!! sekarang kalian dimana? bagaimana bisa seperti ini?"


"Seperti yang kami katakan kemarin, kami liburan menggunakan kapal pesiar **** apa itu milik keluarga mu," tanya Aldy.


"Ya benar itu milik keluarga ku, aku akan membereskan semua nya," ucap Nathan.

__ADS_1


"Apa Riga terjamin," tanya Aldy.


"Kau tenang, kapal itu sudah jangan terjamin


Mereka mempunyai semua peralatan yang sangat canggih," jawab Nathan.


"Baiklah, aku tunggu kabar baik dari mu."


Nathan mematikan sambungan telepon itu. Beruntung ia dan kakek nya berada di Jepang. Ia bisa langsung menemui Stiven dan meminta bantuannya. Jika sudah seperti ini yang awal nya hubungan mereka kurang baik jadi baik seketika.


"Ada apa," tanya Stiven.


"Kakek tolong aku, teman ku dalam masalah di salah satu kapal mu," jawab Nathan.


"Terus??"


"Nyawa nya sedang terancam, aku ingin ke sana, dan tolong selesaikan orang jahat yang membuat teman ku tertembak."


"Apa!!! bagaimana bisa seceroboh itu." Stiven juga sangat marah hal seperti ini terjadi pada kapal nya.


Tangan nya dengan cepat meminta anak buah nya mencari kapal mana yang sedang bermasalah itu, setelah menemukan nya mereka langsung pergi menggunakan jet agar cepat sampai.


"Kata Nathan, semua nya akan baik baik saha, Riga bisa mendapatkan perawatan yang terbaik," ucap Aldy.


Malam hari nya, Alfi sudah sadar dari pingsannya. Tetapi ia masih sangat lemas tida berdaya. Tubuh nya seperti tidak memiliki tenaga. Tiffany sebagai orang terdekat Alfi yang bisa masuk menenangkan Alfi.


"Sudah berhenti menangis Alfi, aku tida bisa melihat mu seperti ini. Yakin saja semua nya akan baik baik saja," ucap Tiffany.


"Bagaimana aku bisa berhenti menangis, aku tidak tau keadaan suami ku sekarang. Dia masih berada dalam penanganan selama ini," kata Alfi.


"Mungkin dengan kamu berhenti menangis, kamu bisa memberikan semangat batin yang kuat untuk nya, aku yakin perasaan kalian saling terhubung," ucap Tiffany.


Di malam itu Alfi merasa diri nya sangat jauh dari Riga. Ia tidak bisa merasakan apa yang Riga rasakan, bisa nya karena sudah terlalu cinta perasaan mereka berdua sedikit nya saling terhubung tetapi malam ini tidak. Hal itu lah yang membuat Alfi semakin cemas.


"Alfi sudah tenang ya, ayah yakin semua nya akan baik baik saja," ucap Varo, ia berusaha kuat meskipun diri nya sebenarnya sangat hancur. Melihat anak semata wayangnya seperti itu benar-benar membuat nya hancur..


"Aku tidak bisa tenang yah, bagaimana aku bisa tenang jika aku belum mendapatkan kabar apapun."

__ADS_1


"Semuanya akan baik baik saja," ucap Varo. Hanya itu yang bisa ia katakan saat ini.


Pukul 10 malam dokter baru memberikan kabar pada mereka semua. Kabar apa itu sampai saat ini mereka belum tau.


"Bagaimana dok," tanya Varo.


"Riga dapat diselamatkan, tetapi ia masih dalam keadaan koma, tidak ada yang tau sampai kapan ia terjebak dalam koma ini."


"Apa!!"


Penjelasan dokter semakin membuat mereka semua hancur. Sosok Riga yang dapat membuat orang kuat saat ini malah yang paling lemah diantara yang lainnya.


"Halo nat," ucap Aldy.


"Aku sudah sampai," kata Nathan.


"Aku jemput kau atau kau yang ke sini," tanya Aldy.


"Aku yang kesana, kalian semua tenang saja."


Tak lama Nathan datang dengan kakek nya. Nathan yang sudah sangat kenal dengan Alfi langsung memeluk Alfi dengan erat. Ia tidak pernah melihat Alfi sehancur ini.


"Alfi sabar ya, aku yang akan menjamin keadaan Riga," ucap Nathan.


"Kau harus janji pada ku. Riga akan baik bauk saja kan, aku tidak mau mendengar hal buruk apapun tentang nya," kata Alfi.


"Iya aku janji," ucap Nathan.


"Nathan Riga koma, aku ingin dia di pindahkan," ujar Varo.


"Jangan, itu dapat membahayakan nya. Lebih baik tunggu sampai kondisi nya lebih baik, minimal satu minggu disini," saut Stiven.


"Kakek benar, sudah di sini adalah tempat yang paling aman. Untuk mereka yang membuat kekacauan ini, kurang dari 1 jam aku hanyutkan mereka," ucap Nathan, ia sangat tidak Terima sahabat baik nya sampai seperti ini.


"Terimakasih nat, aku sangat menunggu kabar dari mu, aku juga sangat dendam pada mereka," ujar Aldy.


Stiven sudah meminta semua anak buah nya mencari seseorang di balik semua ini. Ia juga tidak Terima tempat nya menjadi seperti ini, hal itu dapat merusak reputasi kapal nya.

__ADS_1


"Kakek apa masih lama," tanya Nathan.


"Sudah ayo, siapa yang dendam ayo ikut aku," jawab Stiven.


__ADS_2