
"Kamu tidak mau dengan anak mu sendiri," tanya Alfi.
"Tidak mau," jawab Riga.
"Kenapa, tidak mau anak tidak boleh buat anak," kata Alfi.
"Buat anak mau, anak tidak mu, hmmm aku mau nya anak nya mirip dengan mu," ucap Riga.
"Iya nanti pasti mirip dengan ku, aku juga pusing kalau anak ku mirip dengan mu," kata Alfi.
Setelah selesai makan Riga membawa kapal nya menepi. Di sana sudah ada tenda dan perlengkapan lainnya untuk mereka berdua tinggali hari ini. Anak buah Riga lah yang mempersiapkan semua nya, saat ini mereka juga membuat tenda yang. cukup jauh dari Riga agar Riga tidak terganggu.
"Sudah lengkap, jadi kita hanya tinggal menempati," tanya Alfi.
"Iya, aku tidak bisa membuat tenda, jadi semua nya sudah lengkap," jawab Riga.
Alfi dan Riga masuk ke dalam tenda yang ukuran nya sangat besar, malahan mereka berdua bukan seperti di tenda. Tetapi hal ini juga sudah membuat Alfi sangat senang, suasana camping sudah sangat terasa.
"Riga mancing yuk," ucap Alfi.
"Nanti sorean, sekarang panas," kata Riga.
__ADS_1
"Iya si, terus kita mau apa, kita tidak ada ngapa ngapain," tanya Alfi.
"Banyak kegiatan Alfi, kita bisa memasak barbeque, atau bermain main di atas ranjang," jawab Riga.
"Ranjang, tidak ada." Alfi berjalan keluar dari tenda. Otak Riga seperti nya sudah di pengaruhi oleh ranjang ranjang dan ranjang.
Alfi duduk di tikar yang sudah di sediakan, lalu mengambil buah dan mulai mengupasnya. Riga ikut duduk di samping Alfi, melihat Alfi seperti ini benar-benar sangat menyenangkan bagi nya.
"Mandi Riga, kau belum mandi kan," ucap Alfi.
"Mandi di danau yuk." Alfi langsung melirik ke arah Riga.
"Aku takut, ada ikan buas atau buaya bagaimana?"
Riga tampak berpikir cukup lama, anak buah nya sudah mengarahkan nya ke sini, berarti tempat ini sangat aman untuk nya dan Alfi.
"Ya sudah ayo." Riga membuka baju nya dah langsung menggendong Alfi ke arah pinggir Danau.
"Ketiak mu bauk Riga," teriak Alfi.
"Rasakan ketiak ku." Riga malah terus menekan kepala Alfi agar masuk ke dalam ketiak nya.
__ADS_1
Mereka berdua mandi sambil bermain air Riga tampak sangat bahagia bersama dengan wanita yang ia cintai, setelah kejadian penculikan itu, Riga jarang sekali tersenyum dan sebahagia ini.
"Sayang, aku sangat mencintaimu." Riga mencium bibir istri nya. Kata kata cinta tidak pernah bosan ia ucapkan.
Mereka berdua cukup lama berada di dalam air, sampai tiba hujan tiba-tiba datang. Alfi dan Riga langsung berlari mendekati tenda.
"Ayo masuk," ucap Riga.
"Mandi hujan dulu, sudah tanggung," kata Alfi.
"Sayang nanti kamu masuk angin atau menggigil."
"Ada kamu yang menghangatkan ku," kata Alfi yang membuat Riga tersenyum lebar. Akhirnya mereka berdua mandi hujan bersama sampai tubuh mereka berdua menggigil karena kedinginan.
Alfi dan Riga memutuskan masuk ke dalam tenda. Riga melepaskan seluruh pakaian nya, begitu juga dengan Alfi, Riga melepaskan semua pakaian Alfi agar Alfi tidak kedinginan. Alfi sangat malu tubuh nya di lihat oleh Riga. Berbeda dengan Riga yang sudah sangat percaya diri.
"Pakaian kita di dalam kapal," kata Riga.
"Jadi bagaimana, aku sangat kedinginan," tanya Alfi.
"Kita menunggu hujan berhenti, baru bisa mengambil pakaian." Riga membawa Alfi ke tempat tidur yang sudah selimut tebal untuk mereka berdua.
__ADS_1
Dalam posisi tidak memakai apapun. Mereka berdua berpelukan di dalam selimut yang sangat tebal. Alfi memeluk Riga dengan sangat erat, tidak peduli dengan tubuh mereka sudah menyentuh. Ia juga merasakan benda besar dan hangat di atas perut nya.