Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 57 S2


__ADS_3

Sesampainya di Jepang mereka semua langsung menunju ke hotel yang telah di pesan oleh Nathan, begitu juga dengan Nathan ia mendapatkan kabar dari Riga jika mereka sudah sampai jadi ia langsung menunju ke hotel itu.


Di hotel mereka cukup terkejut dengan hotel yang di pesan. Aldy dan Roger yang gratisan sangat senang bisa istirahat di hotel bintang 7.


"Paman yang memesan nya," tanya Roger.


"Bukan ayah ku tapi Nathan, kan Aldy yang memberitahu kita kalau mau ke Jepang."


"Oh iya, sekalian ingin membayar hutang, aku sudah banyak hutang pada Nathan," saut Aldy.


"Jadi kau sudah punya uang untuk membayar nya," tanya Riga.


"Sudah dong, kalau tidak ada uang untuk apa aku menghubungi nya."


Aldy bisa membayar uang Nathan karena uang dari ayah nya. Ayah nya sudah menerima Putri sebagai istri nya. Ketika tau Aldy meminjam uang dengan keluarga Vins ia langsung meminta agar Aldy mengembalikan nya. Ia tidak mau berurusan dengan keluarga itu.


Tak lama Nathan juga sampai di hotel itu. Ia datang bersama dengan seorang wanita yang bernama Helen.


"Wah pacar Nathan," batin Riga.


Bagi Riga Ini baru pilihan yang luar biasa. Mereka berdua terlihat sangat cocok. Memiliki wajah yang tegas dan terlihat sangat berkharisma.


"Maaf sudah membuat kalian menunggu," ucap Nathan.


"Ini dia anak dari keluarga Vins," kata Varo.


"Hehehe iya paman, kan kita sudah pernah bertemu," ucap Nathan.


"Lah iya ya, aku kenapa lupa."


"Ayah hanya memikirkan wanita mana ingat, jelas jelas dia yang mengantarkan ku bertemu dengan mu, dengan Marvin anak kecil yang menyebalkan itu," ujar Riga.


"Oh iya aku baru ingat," ucap Varo.


"Sudah kalian istirahat dulu saja. Aku sudah memesan 4 kamar," kata Nathan.


"Benar seperti nya bermain di Jepang sangat asik," kata Varo.


"Ayah memang otak kotor. Hmmm Nathan kau tunggu di restoran bawa, aku ingin mengantarkan istri ku terlebih dahulu," ucap Riga.


"Aku juga," kata Aldy.


"Baiklah." Nathan dan Helen pergi meninggalkan mereka semua.


"Untuk apa kau membawakan ku kesini si, sudah wanita sendiri," kata Helen.


"Hahaha emang kau wanita, bukannya kau pria," ucap Nathan.

__ADS_1


"Kau mau mati," ucap Helen dengan menarik tangan Nathan dengan kasar.


"Iya iya maaf, jangan galak galak kenapa, siapa yang mau dengan mu jika kau galak galak seperti ini," kata Nathan.


Nathan dan Helen masuk ke dalam restoran Jepang. Tanpa pikir panjang Helen memesan banyak makanan, ia sedang bersama crazy rich sayang jika tidak dimanfaatkan.


"Kau lapar atau doyan banyak sekali yang kau pesan," tanya Nathan.


"Kenapa? kau takut rugi, hey seorang Nathan takut rugi," ucap Helen.


Nathan memilih diam dari pada harus berdebat dengan Helen. Mau bagaimana pun Helen tidak bisa dikalahkan oleh Nathan saat berdebat.


Saat mereka berdua sedang makan. Riga, Aldy dan Roger datang menyusul mereka berdua. Mata Riga sudah memberikan kode pada Nathan, ia sangat penasaran siapa wanita itu.


"Siapa dia," batin Riga.


Riga duduk di samping Nathan. Ia langsung berbisik pada Nathan karena ia sudah sangat kepo.


"Siapa dia? kau sudah mendapatkan seorang wanita tidak memberitahu ku," bisik Riga.


"Hahaha dia hanya partner kerja ku," kata Nathan.


"Kau yakin," tanya Riga.


"Kau tidak percaya dengan ku, aku mana mungkin tertarik dengan nya, kau lihat makan nya saja sangat banyak," kata Nathan.


"Hahaha biasa saja lah, kau sama galak sekali, bisa bersikap biasa saja di depan teman teman ku," kata Nathan.


"Dia sangat galak pada mu," ucap Riga.


"Sudah aku katakan Riga, dia bukan tipe ku. Kau tau aku sudah berbulan bulan hidup dengan nya, kau bayangkan saja bagaimana jadi aku," kata Nathan.


"Sabar Nathan, tenang saja."


"Kalian gay," tanya Helen yang membuat Roger dan Aldy tertawa.


Memang jika tidak tau mereka berdua bersahabat pasti akan mengira seperti itu, kedekatan mereka berdua benar-benar sudah sangat dekat.


"Kau gila, aku masih suka dengan wanita," kata Nathan yang tidak Terima dengan ucapan dari Helen.


"Sabar ya Nathan, aku sudah mempunyai istri dan dia sedang hamil, Nathan masih normal kok, kalian bisa membuat anak bersama," ujar Riga.


"Najis," ucap mereka berdua secara kompak.


"Oh iya Nathan aku ingin mengembalikan uang mu," kata Aldy.


"Lah untuk apa, aku tak meminjamkan nya pada mu, aku memberikan nya pada mu," ucap Nathan.

__ADS_1


"Kau gila uang sebanyak itu, kau berikan pada ku," kata Aldy, ia tidak percaya jika Nathan memberikan uang itu begitu saja pada nya.


"Aku tidak pernah separuh separuh membantu orang, jadi sudah itu untuk mu," kata Nathan


"Tidak-tidak aku tidak bisa menerima semua nya ini, kau sudah sangat baik pada ku," ucap Aldy.


"Hmmm begini saja lah, dari pada kau tidak enak seperti ini, lebih baik uang itu kau pakai untuk mentraktir yang lainnya saat jalan jalan," kata Nathan.


"Kau luar biasa, siapa nama mu," tanya Roger.


"Eh iya aku baru pertama kali melihat mu, nama kya Nathan bukan nya mereka sedari tadi menyebutkan nama ku, siapa nama mu," tanya balik Nathan.


"Nama ku Roger, senang bisa bertemu dengan mu," kata Nathan.


"Riga kenapa semua sahabat mu luar biasa seperti ini," kata Roger.


"Hahaha memang begitu, kau tidak rugi satu group dengan kami," ucap Riga.


"Ahhh aku sangat kenyang," kata Helen.


"Jangan membuat ku malu," ucap Nathan.


"Siapa yang membuat ku malu," kata Helen.


"Sudah sudah jangan bertengkar," ucap Riga. Ia merasa jodoh Nathan memang Helen.


"Tidak jodoh mu," bisik Nathan.


"Jangan mengada ngada, dia bukan jodoh ku," ucap Nathan.


"Jangan kuat kuat." Riga mencubit perut Nathan.


...☘️☘️☘️...


Di kamar.....


"Aku di atas sayang," ucap Jolie.


"Oh kamu sudah ingin mencoba nya," kata Varo, ia sangat senang Jolie sudah mau mencoba gaya baru.


Varo terlentang si atas kasus. Jolie merangkak naik ke atas tubuh Varo dan mulai memposisikan tempat yang tepat. Karena baru dua kali cukup sulit untuk masuk dalam posisi seperti ini. Setelah masuk Jolie mulai bergoyang sesuka hati nya di atas sana. Bergerak sesuai dengan apa yang diinginkan untuk menggapai puncak nya.


Varo merem melek di buat Jolie, Jolie bergoyang terlalu pelan, ia tidak bisa seperti ini. Varo memegang bokong Jolie agar Jolie diam dan ia lah yang menggempur di bawa sana.


"Sakit," ucap Jolie.


"Tapi enak kan," tanya Varo, ia juga menghisap benda yang menggantung di atas sana.

__ADS_1


__ADS_2