
Karena sudah memakan waktu yang lama, mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah, mereka sudah sangat kedinginan karena memang air sungai yang sangat dingin sekali.
Sesampainya di rumah Alvaro langsung membilas tubuh nya dengan air hangat agar tidak terlalu dingin lagi. Saat keluar dari dalam kamar mandi, Alvaro melihat Melanie sedang ber teleponan dengan mamah nya.
"Iya nanti aku akan berbicara dengan nya, ya sudah aku harus menyiapkan pakaian nya," kata Melanie.
Alvaro mendekati Melanie dan duduk di samping nya.
"Ada apa," tanya Alvaro.
"Mamah sudah masak banyak untuk kita, tapi dia harus pergi sekarang dan di rumah tidak ada orang. Jadi makanan di rumah mubazir," jawab Melanie.
"Sudah mau pergi kenapa mamah mu masak banyak," kata Alvaro.
"Ya pertamanya ingin mengundang kita ke rumah, tapi mau bagaimana lagi sekarang."
"Ya sudah ayo ke sana, dari pada mubazir, lebih kita makan saja," kata Alvaro.
"Kau yakin," tanya Melanie. Apa yang di katakan Alvaro seperti tidak mungkin Alvaro katakan.
"Iya aku yakin," jawab Alvaro.
"Saat nya membuat diri nya baper Alvaro, kali ini rencana mu harus berhasil, buat dia baper dengan sifat mu ini setelah dia baper pada mu baru lah, tunjukan sifat asli mu, nanti dia meminta pisah dan aku bebas," batin Alvaro.
"Ya sudah sore ini kita langsung ke sana saja."
"Kalau sore ini kita tidak bertemu dengan orang tuamu, sedangkan besok kita harus sedang pergi ke kota," ucap Alvaro.
"Tidak papa, orang tuaku juga sudah mau pergi kita akan sempat kita ke sana," kata Melanie.
"Kau yakin nanti kau merindukannya kalau tidak bertemu sekarang."
"Merindukan mereka itu pasti, tapi aku masih bisa bertemu dengan mereka," kata Melanie.
"Ya masih, aku tidak mungkin menghalangi mu bertemu dengan orang tua mu."
"Ya sudah kalau nanti, sudah aku ingin tidur dulu," ucap Alvaro.
"Kau itu aneh Alvaro terkadang baik terkadang menyebalkan sekali seperti tadi pagi."
"Mungkin lain kali aku akan menyebalkan selamanya oke," ucap Alvaro.
"Terserah mu, tetapi jujur kau lebih baik seperti ini," kata Melanie.
"Nanti kau jatuh cinta kepadaku lagi," Alvaro sebenarnya sangat senang sekali jika Melanie memuji nya dengan baik.
"Hahaha aku jatuh cinta padamu, tu sangat mustahil, yang ada kau yang jatuh cinta padaku," kata Melanie.
Tapi ntah kenapa Melanie merasa hubungan mereka berdua semakin dekat saja. Alvaro juga mulai membahas ke arah sana. Melanie takut ini hanya sebagai jebakan Alvaro saja, Alvaro pura pura baik, saat ia sudah jatuh cinta pada nya, Alvaro menunjukkan sifat aslinya.
__ADS_1
"Melanie kau tidak ingin mencoba yang tadi." Alvaro jadi teringat yang tadi, ia jadi ingin memanjakan junior nya, karena jujur saat Melanie pegang tadi, rasa sangat enak sekali.
"Yang mana," tanya Melanie.
"Yang tadi, kau sudah melupakan nya, padahal tadi kau suka," jawab Alvaro.
Melanie mencoba ingat-ingat apa yang alvaro katakan. Tetapi iya masih tidak mengingatnya, iya malah semakin bingung karena tatapan aneh alvaro.
"Melanie kalau sudah melupakannya," tanya Alvaro.
"Yang mana si al." Melanie masih tidak mengingat nya.
"Yang ini." Alvaro menunjuk ke arah Junior nya.
"Oh itu, sebenarnya sih ingin, tapi aku tidak tahu apakah bisa atau tidak."
Melanie tidak tau jika seperti itu termasuk hubungan ****, hal yang sangat ia hindari dengan Alvaro. Melanie hanya tau jika hubungan itu masuk nya adik nya Alvaro ke lubang tokek nya.
"Tadi kata daddy ku, mamah ku sih suka. Jadi pasti akan suka," kata Alvaro.
"Kapan aku harus mencobanya," tanya Melanie, jujur ia sangat penasaran sekali.
"Sekarang bagaimana," tanya Alvaro.
"Jangan sekarang, bibirku lagi sakit, aku takut akan semakin sakit," jawab Melanie.
"Yang luka tadi apakah benar benar sakit," tanya Alvaro.
"Ya pasti sakit kan kau yang menggigit nya," kata Melanie.
Alvaro memegang bibir Melanie, ia melihat nya lebih dekat lagi.
"Aku tidak sengaja, sakit ya, bagaimana menyembuhkan nya," tanya Alvaro.
"Nanti aku membeli obat saja," jawab Melanie.
"Kalau aku cium sekarang sakit tidak," tanya Alvaro.
"Ha..."
Belum Melanie berkata Alvaro sudah mencium nya dengan lembut, kali ini mencium nya dengan sangat lembut, tidak membuat bibir nya terasa sakit.
"Bagaimana sakit," tanya Alvaro.
"Tidak," jawab Melanie.
"Hahaha bibir mu manis ya," kata Alvaro.
"Ha???."
__ADS_1
"Hahaha aku tidak tau jika berciuman itu seperti ini rasa nya, kalau aku tau rasa nya seperti ini, aku akan berpacaran dari lama dan berciuman dari lama."
"Ih itu salah mu," kata Melanie.
"Bagaimana pacar mu mencium mu, apa sampai sedalam ini," tanya Alvaro.
"Tidak, ciuman mu menang terlalu dalam," jawab Melanie.
"Enak mana? jika kau berkata tentang dia aku akan mengigit mu," kata Alvaro.
"Iya kau, yang lebih baik," ucap Melanie.
"Hahaha itu baru istri ku, kita tidak usah berpisah ya" kata Alvaro.
"Ha maksud mu," tanya Melanie.
"Hahaha ya bersuami istri saja selama nya," jawab Alvaro.
"Alvaro...
"Aku bercanda," kata Alvaro.
Alvaro kembali tersenyum penuh arti. Senyuman itu karena seperti nya Melanie sudah mulai terbawa perasaan pada nya, jika terus seperti ini Alvaro yakin pasti Melanie akan jatuh cinta pada nya.
"Kau aneh, al aku ingin mandi dulu." Melanie pergi meninggalkan Alvaro.
Alvaro membanting diri nya ke atas kasur. Ia tersenyum puas setelah melakukan hal seperti itu pada Melanie.
"Alvaro kau itu bodoh sekali si, kau tampan banyak wanita cantik yang naksir dengan mu dulu, tetapi kenapa kau tidak tertarik dengan mereka. Sekarang sudah tau rasa nya enak baru ingin ke masa lalu, ah sudah menikah jadi tida bisa bebas," ucap Alvaro sambil memejamkan mata nya.
Di Korea.
"Alvaro sudah menikah," tanya Pactrik.
"Sudah, kau saja yang tidak sabaran pergi nya," jawab Ivan.
"Ya mana aku tau kalau dia menikah beberapa hari setelah aku pergi, oh iya kenapa tidak ada yang posting di media sosial," tanya Pactrik.
"Di larang, aku tidak tau kenapa. Mungkin karena pernikahan ini perjodohan, dan takut merusak nama baik keluarga," jawab Ivan.
"Haduh kasihan sekali Alvaro."
"Kapan kau akan pulang," tanya Ivan.
"Minggu depan," jawab Pactrik.
"Kenapa tidak besok saja, bareng aku," kata Ivan.
"Tidak bisa masih belum selesai penelitian ku, kau kenapa datang ke sini," tanya Pactrik..
__ADS_1
"Ada pekerjaan sedikit, besok pagi aku sudah kembali," jawab Ivan.
"Oh iya mana foto pernikahan nya, aku ingin lihat," kata Pactrik.